Site icon Dunia Fintech

100 Kantor Cabang BRI sudah Tutup pada Tahun Ini, Ada Apa?

kantor cabang bri tutup

JAKARTA, duniafintech.com – Sebanyak 100 kantor cabang BRI atau PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sudah tutup pada tahun ini, bahkan hanya dalam tiga (3) bulan pertama pada 2022.

Terkait terkait kantor cabang tutup, manajemen BRI menyatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penataan jaringan kantor cabang. Upaya ini berlangsung di tengah adanya tren pergeseran transaksi nasabah ke arah digital.

Dalam hal ini, salah satu bank Himbara tersebut terus melakukan optimalisasi terhadap jaringan kantor yang dimilikinya. Bagi kantor yang dianggap kurang optimal maka diputuskan bakal ditutup.

Menurut Kepala Divisi Distribusi dan Jaringan BRI, Aris Hartanto, dalam tiga bulan pertama tahun 2022, BRI sudah melakukan optimalisasi dengan menutup kantor cabang lebih dari 100 unit kerja.

“Penutupan unit kerja operasional tersebut mengakibatkan perubahan posisi jumlah jaringan kantor BRI dari 8.600-an pada Desember 2021 menjadi kurang lebih 8.500-an pada Maret 2022,” ucap Aris, dikutip pada Rabu (13/4).

Diterangkannya, sebagai bank dengan jaringan terbesar di Indonesia, BRI bakal terus mengoptimalkan jangkauan jaringan kantor cabang dan elektronik yang dimilikinya agar dapat melayani nasabah dengan baik.

Di samping itu, sejalan adanya perubahan preferensi nasabah, digitalisasi dan perubahan kebijakan regulator menjadi katalis perubahan dalam lini distribution channel di BRI. Kata Aris lagi, saat ini transaksi di unit kerja diperkirakan hanya tinggal sekitar 8 persen dari total transaksi di BRI.

Ke depannya, imbuhnya, BRI bakal mendorong lagi adanya migrasi transaksi dari channel fisik ke elektronik channel, misalnya BRIMO, ATM, CRM, termasuk juga ke Agen BRILink.

Channel fisik nantinya akan difokuskan pada layanan nasabah yang kompleks,” tutupnya.

Tren penutupan terus berlanjut

Sebelumnya dilaporkan, tren penutupan kantor cabang bank memang terus berlanjut hingga tahun 2022 ini. Hal itu terjadi dalam upaya penataan jaringan kantor bank.

Beberapa bank yang sudah menyampaikan rencana penutupan atau relokasi kantor cabangnya untuk tahun ini, antara lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk. Bank ini mengaku berencana untuk menutup sebanyak 8 kantor cabangnya di sejumlah wilayah pada tahun ini.

Adapun bank pelat merah lainnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, juga masih akan melanjutkan penataan jaringan unit kerjanya tahun ini. Disebutkan, kantor-kantor yang berlokasi di tempat kurang strategis, bakal ditutup.

Sementara itu, mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak tahun 2017 hingga Agustus 2021 lalu, sudah ada sebanyak 2.593 jaringan kantor cabang yang ditutup. Salah satu alasan perbankan menutup kantor cabangnya adalah perkembangan digitalisasi.

Hal itu terjadi lantaran jumlah transaksi kantor cabang terus menurun sehingga efisiensi menjadi tidak terelakkan. Di lain sisi, transaksi SMS atau mobile banking malah terus meningkat, dari Rp1.159 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp4.684 pada Agustus 2021 atau atau naik lebih dari 300 persen.

Di samping itu, transaksi internet banking pun meningkat dari Rp13.223 triliun pada 2016 menjadi Rp 20.096 triliun di Agustus 2021 atau naik hampir 50 persen. Sementara itu, transaksi uang elektronik meningkat dari Rp5,28 triliun pada 2015 menjadi Rp204,9 triliun di 2020 atau naik hampir 4.000 persen.

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

Exit mobile version