30.5 C
Jakarta
Minggu, 31 Agustus, 2025

Kolaborasi BRI dan INDODAX: Gerbang Menuju Literasi Finansial yang Lebih Maju

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama INDODAX resmi meluncurkan kartu debit co-branding BRI X INDODAX. Kolaborasi dua market leader ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital...

Dirut Summarecon Sebut Pinjol Sulitkan KPR

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam mengakses...

Kolaborasi BRI dan INDODAX: Gerbang Menuju Literasi Finansial yang Lebih Maju

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama INDODAX resmi meluncurkan kartu debit co-branding BRI X INDODAX. Kolaborasi dua market leader ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital dan memperluas...

Dirut Summarecon Sebut Pinjol Sulitkan KPR

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan...

Asosiasi Fintech P2P Lending : KPPU Rugikan Member

ASOSIASI Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menanggapi tuduhan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal kartel bunga pinjaman online atau pinjol. Ketua Bidang Humas Kuseryansyah...

Join our community of SUBSCRIBERS and be part of the conversation.

To subscribe, simply enter your email address on our website or click the subscribe button below. Don't worry, we respect your privacy and won't spam your inbox. Your information is safe with us.

Kolaborasi BRI dan INDODAX: Gerbang Menuju Literasi Finansial yang Lebih Maju

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama INDODAX resmi meluncurkan kartu debit co-branding BRI X INDODAX. Kolaborasi dua market leader ini menjadi langkah...

Dirut Summarecon Sebut Pinjol Sulitkan KPR

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan...

Kolaborasi BRI dan INDODAX: Gerbang Menuju Literasi Finansial yang Lebih Maju

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama INDODAX resmi meluncurkan kartu debit co-branding BRI X INDODAX. Kolaborasi dua market leader ini menjadi langkah...

Dirut Summarecon Sebut Pinjol Sulitkan KPR

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan...

Join us today!

Get access to exclusive content

Are you ready to take your experience to the next level? Unlock a world of exclusive benefits by joining our premium content community. As a member, you'll gain access to a wealth of valuable resources, tailored specifically for you.

ARTIKUJT E FUNDIT

5 Langkah Mudah Melakukan Investasi bagi Anak Muda

0
Investasi menjadi salah satu bagian yang terpenting bagi anak muda yang melek dalam kondisi masa depan nanti. Sehingga banyak yang memulai untuk mempelajari apa saja yang terjadi di dalam investasi. Sebab investasi bisa menjadi salah satu hal terpenting untuk masa depan yang akan dipersiapkan mulai saat ini. Hal itu bisa membuat anak muda peduli terhadap dirinya sendiri dalam menyiapkan masa depan dengan kemampuannya. Maka akan ada tanggung jawab yang dimiliki, terutama dalam mengatur keuangan secara bijak. Berikut ini langkah mudah melakukan investasi bagi anak muda.

Cara Melakukan Investasi bagi Anak Muda

  • Kenali konsep dan resiko investasi
Mengetahui konsep dan resiko dari investasi penting dilakukan bagi anak muda. Sebab melakukan investasi bukanlah hal yang mudah dan perlu tanggung jawab serta pemikiran matang untuk melakukan hal ini. Oleh sebab itu, mengetahui investasi yang diinginkan terlebih dahulu bisa membantu untuk meminimalisir resiko dari investasi yang ada. Sebab segala investasi pasti memiliki resiko dengan tingkat yang berbeda-beda. Investasi yang cocok untuk anak muda bisa berupa asuransi kesehatan atau asuransi jiwa yang bisa digunakan disaat sakit maupun meninggal dunia. Memang, jika masih muda kesehatan masih cukup baik dan resiko untuk meninggal tidak besar. Tetapi perlu diketahui bahwa kesehatan dan kematian tidak mengenal kapan dan umur berapa. Sehingga investasi ini bisa menjadi kemudahan saat berobat ke rumah sakit. Selain itu, hindari melakukan investasi karena ikut-ikutan dengan teman agar terlihat mengerti tentang investasi. Hal itu bisa menjadi kesulitan bagi diri sendiri jika diteruskan dan memberikan masalah yang baru datang.
  • Memiliki tujuan keuangan yang jelas
Bukan hanya mengenali seperti apa investasi saat ini untuk dipelajari dan dipahami. Jangan lakukan investasi karena ingin terlihat keren saat diketahui memiliki investasi. Padahal setiap investasi harus memiliki alur keuangan dengan jelas dan tepat. Bahkan akan ada tanggung jawab dari apa yang dilakukan dalam investasi tersebut. Selain itu, investasi tidak bisa dilakukan secara keseluruhan dengan penghasilan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Hal itu bisa mempersulit keadaan karena kekurangan biaya. Maka cobalah untuk melakukan investasi dengan uang yang tidak terpakai untuk apapun. Melakukan investasi asuransi bisa memberikan kepuasan pada diri sendiri.
  • Tentukan jangka waktu investasi
Setiap investasi pasti memiliki waktu yang sudah ditentukan dari awal. Sehingga dapat diperkirakan berapa hasil yang akan didapatkan dari investasi tersebut. Setelah mengetahui jenis asuransi atau investasi apa yang Anda inginkan, cobalah untuk menentukan jangka waktu investasi dengan tepat. Jangka waktu investasi bisa terbagi dalam tiga jenis yaitu jangka waktu panjang, jangka waktu pendek, dan jangka waktu menengah. Ketiga jenis jangka waktu tersebut memiliki keuntungannya masing-masing yang banyak dibutuhkan oleh orang-orang.
  • Buka rekening investasi
Setelah sudah memahami resiko dan menetapkan jangka waktu investasi, hal yang perlu dilakukan adalah membuka rekening investasi melalui perusahaan atau bank yang terpercaya.  Jika kamu memilih untuk melakukan investasi dari bitcoin maupun saham pasar modal bisa menjadi salah satu kesulitan yang bisa terjadi saat kedaan sedang turun. Apalagi jika perusahaan tempat investasi tersebut belum memiliki tempat fisik dan hanya mengandalkan website atau aplikasi saja. Saat ini banyak yang sudah terkena tipu dari orang yang memberikan janji manis diawal untuk hasil yang banyak. Bahkan penipuan tersebut bisa membawa banyak uang dari investor yang melakukannya.
  • Jalankan investasi secara disiplin
Hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah dengan menjalankan investasi secara disiplin. Perilaku disiplin bukan hanya memberikan kemampuan dalam segala usaha yang telah dilakukan, tetapi bisa membuat orang lain menjadi bangga. Perilaku disiplin bukan hanya bisa membantu dalam membangun pekerjaan tetapi juga diperlukan dalam kegiatan investasi. Cara melakukan disiplin dengan investasi adalah memiliki strategi yang tepat dalam memaksimalkan keuangan yang sudah dikeluarkan untuk melakukan investasi. Saat mengetahui apa yang diperlukan dalam investasi bisa menjadi keuntungan yang baik untuk masa depan. Sebab investasi bisa memberikan banyak hal untuk pendapatan jangka panjang atau jangka pendek yang bisa disesuaikan dengan budget.   Penulis: Kontributor Editor: Anju Mahendra

Erik Voorhees, Tokoh Kunci Dibalik Pergerakan ShapeShift

0

DuniaFintech.com – Erik Tristan Voorhees adalah pendiri startup berdarah Amerika-Panama. Dia adalah salah satu pendiri perusahaan bitcoin Coinapult, bekerja sebagai Direktur Pemasaran di BitInstant, dan merupakan pendiri dan pemilik parsial situs judi bitcoin Satoshi Dice (kemudian dijual pada Juli 2013 ke pembeli yang tidak disebutkan namanya)

Dia didenda oleh AS Komisi Sekuritas dan Bursa untuk penawaran saham tidak terdaftar yang terkait dengan SatoshiDice. Dia juga pencipta dan CEO dari bitcoin instan dan pertukaran altcoin ShapeShift.io, setelah mendirikan dan mengoperasikannya di bawah nama alias Beorn Gonthier. Ia kemudian mengungkapkan keterlibatannya yang sebenarnya dengan perusahaan sebagai bagian dari pengumuman pendanaan awal, pada bulan Maret 2015 silam.

Latar Belakang

Berasal dari Colorado, Voorhees kemudian pindah ke Dubai, New York City dan New Hampshire, menjadi peserta dalam Proyek Free State. Voorhees sekarang tinggal di Panama City, Panama. Menurut perintah pengadilan AS dalam kasus SEC, Voorhees adalah warga negara AS pada 3 Juni 2014. Ia bersekolah di Vail Mountain School, dan lulus pada 2007 dari University of Puget Sound.

Voorhees percaya sistem moneter saat ini memiliki masalah sistemik yang serius dengan risiko pihak lawan, bahwa Sistem Federal Reserve “curang” dan menganjurkan pemisahan antara uang dan negara.  Dia menyimpan aset dan keuangannya dalam Bitcoin, dan merupakan penentang perpajakan yang blak-blakan meskipun dia mengajukan ke IRS sebagai warga negara Amerika.

Baca Juga:

Perjalanan Karir

Voorhees adalah pendiri dan mantan CEO Coinapult, sebuah perusahaan yang mentransfer Bitcoin melalui SMS dan email. Dia sebelumnya mendirikan Satoshi Dice. SatoshiDice kemudian dikritik karena tingkat lalu lintas perjudiannya yang tinggi, dan menyebabkan peningkatan jumlah data yang disimpan dalam “rantai blok” Bitcoin.

Pada 8 Maret 2013, ia diwawancarai di podcast komentator keuangan terkenal Peter Schiff oleh Tom Woods tentang Bitcoin sebagai mata uang alternatif. Pada 30 Januari 2015 dia diwawancarai di Podcast Pengetahuan Bitcoin dan membahas karier Bitcoin-nya.

Pada Agustus 2012, sebagai Direktur Pemasaran Voorhees dan BitInstant (salah satu layanan pertukaran kripto pertama yang didirikan oleh Charlie Shrem)  berencana untuk meluncurkan kartu debit yang didanai Bitcoin, yang akan memungkinkan pembelian yang didanai Bitcoin ditransaksikan melalui jaringan bank standar.

Sejak 2014, ia telah menjadi CEO dari platform pertukaran aset kripto yang berbasis di Swiss Shapeshift. Sebelum ke Shapeshift, Voorhees memimpin upaya pemasaran di BitInstant. Voorhees juga ikut mendirikan dompet Bitcoin, prosesor pembayaran dan broker Coinapult.

Pada Januari 2019, Shapeshift memberhentikan sepertiga dari timnya dengan alasan kurangnya fokus pada produk mereka. Pada bulan Mei, Voorhees mengatakan bahwa Bitcoin tidak akan mencapai penilaian triliun dolar tanpa lebih banyak hype orang-orang tentang efek bubble-nya.

Pada bulan Juli, perusahaan miliknya meluncurkan platform pertukaran kripto noncustodial baru yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai cold storage wallet, termasuk KeepKey milik Shapeshift. Pada bulan November, Shapeshift mengumumkan peluncuran token FOX untuk memungkinkan perdagangan tanpa biaya di dalam platform mereka.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

Libra Dapat Dukungan BUMN Singapura Setelah Ditinggal Banyak Partner

0

DuniaFintech.com – Organisasi pendukung mata uang digital global Facebook, Asosiasi Libra dapat dukungan tiga anggota baru. Salah satu dukungan tersebut berasal dari investor milik pemerintah Singapura Tamasek Holding. Selain itu, dua anggota baru Asosiasi lainnya adalah firma investasi Cryptocurrency Paradigm dan grup ekuitas swasta Slow Ventures yang keduanya berbasis di Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari laman KrAsia, Wakil Ketua Asosiasi Libra dan Kepala Kebijakan dan Komunikasi, Dante Disparte mengatakan “Libra dapat dukungan dari tiga anggota baru ini sebagai upaya menunjukan komitmen kami untuk membangun beragam kelompok organisasi yang akan berkontribusi tata kelola, roadmap teknologi, dan kesiapan peluncuran sistem pembayaran Libra.”

Tahun lalu, Facebook memperkenalkan visinya untuk Libra sebagai sistem pembayaran digital alternatif, yang awalnya direncanakan sebagai token tunggal seperti Bitcoin. Namun, Regulator di seluruh dunia mempunyai kekhawatiran bahwa Libra akan memanfaatkan basis para pengguna Facebook yang sangat besar. Sehingga akan membentuk bank sentral swasta global secara de facto yang tentunya akan mengurangi otonomi moneter bank-bank sentral yang ada.

Baca Juga:

Lantas, raksasa media sosial itu memperkecil usulannya pada bulan April, Facebook merencanakan pendekatan yang lebih tradisional menggunakan beberapa koin digital yang masing-masing terkait dengan mata uang yang ada, seperti dolar AS untuk memenangkan persetujuan regulator.

Para ahli mengklaim bahwa skema baru dapat bergabung dengan lebih mudah dengan kerangka moneter, keuangan, dan peraturan domestik, dan tidak mengancam otonomi moneter yang ada.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan pembayaran besar menarik diri dari proyek tersebut. Ini termasuk Visa, Mastercard, eBay, Stripe, dan Paypal. Namun, Asosiasi Libra masih memiliki perusahaan nirlaba dan e-commerce lainnya sebagai anggota.

Libra Asosiasi menambahkan Temasek adalah lembaga investasi milik negara Singapura yang mengelola portofolio dana SG$ 313 iliar atau setara US$219 miliar. Libra dapat dukungan dari tiga anggota yang salah satunya Temasek sebagai investor yang fokus di Asia memberi posisi yang berbeda pada kami.

“Partisipasi kami dalam Libra Association akan memungkinkan kami berkontribusi pada jaringan pembayaran ritel global berbiaya efisien dan efektif,” ujar Chia Song Hwee, vice CEO di Temasek.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

Kolaborasi BRI dan INDODAX: Gerbang Menuju Literasi Finansial yang Lebih Maju

0

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama INDODAX resmi meluncurkan kartu debit co-branding BRI X INDODAX. Kolaborasi dua market leader ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital dan memperluas akses ke layanan finansial modern.

Melalui program ini, BRI sebagai salah satu bank dengan jumlah rekening terbanyak di Indonesia dengan lebih dari 221 juta rekening simpanan dan sebagai bank terbaik nomor satu di Indonesia versi The Banker 2025, semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan solusi finansial yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan kerja sama ini, nasabah INDODAX yang membuka rekening di BRI akan mendapatkan kartu debit khusus dengan berbagai fitur unggulan. Antara lain bebas biaya transfer antarbank real-time, akses multi-currency hingga 12 mata uang, serta beragam keuntungan berupa diskon dan cashback hingga Rp125.000 untuk top-up wallet maupun transaksi harian.

CEO INDODAX, William Sutanto, menekankan bahwa kolaborasi ini akan membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari sinergi dua perusahaan terbesar dalam industrinya masing-masing di Indonesia.

“Dengan jaringan BRI yang luas hingga ke pelosok negeri, kami melihat kesempatan untuk memperkenalkan layanan keuangan digital kepada lebih banyak orang. Kartu debit ini bukan hanya alat transaksi, tetapi juga gerbang menuju literasi finansial yang lebih maju, di mana masyarakat dapat mengenal layanan digital dan kripto secara bertahap,” ungkapnya.

Tak hanya itu, nasabah yang bergabung akan memperoleh perlindungan tambahan berupa asuransi kecelakaan hingga 250% dari saldo rekening, serta akses program loyalitas BRI. Proses aktivasi dilakukan secara seamless, mulai dari pembukaan rekening dengan flagging khusus, integrasi data ke INDODAX, hingga penerbitan reward token.

Kolaborasi strategis ini juga diperkuat dengan kehadiran BRI dan INDODAX sebagai co-host di Coinfest Asia 2025 di Bali, yang menjadi ajang utama komunitas blockchain, startup, dan digital enthusiasts di Asia.

Menyinggung partisipasi tersebut, William menambahkan, “Coinfest Asia menjadi momentum penting untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi antara bank dan kripto bisa berdampak nyata. Kami ingin menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa Indonesia siap menjadi salah satu pemain utama dalam adopsi keuangan digital.”

Program ini diproyeksikan dapat menciptakan potensi Dana Pihak Ketiga (CASA) serta fee-based income baru, sekaligus memperluas penetrasi inklusi finansial di Indonesia melalui kanal digital.

“Bagi INDODAX, sinergi ini bukan hanya soal produk, tetapi soal membangun ekosistem. Kami ingin mengajak generasi muda Indonesia untuk lebih percaya diri dalam memanfaatkan layanan digital yang aman dan terintegrasi. Bersama BRI, kami percaya langkah ini akan memperkuat pondasi ekonomi digital Indonesia di masa depan,” pungkas William.

Hal senada dikatakan Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa BRI sebagai bank dengan jangkauan terluas di Indonesia terus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasabah modern.

“Kartu debit co-branding BRI X INDODAX hadir sebagai jembatan antara layanan perbankan konvensional dengan ekosistem aset digital, sehingga memberikan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan generasi muda,” ungkapnya.

BRI dan INDODAX sepakat bahwa kolaborasi bank dan crypto bukan sekadar tren, melainkan langkah nyata membangun masa depan layanan keuangan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.

Dirut Summarecon Sebut Pinjol Sulitkan KPR

0
Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) dan layanan instan lain yang justru menyulitkan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Adhi menjelaskan, saat ini tantangan utama dari industri real estate yaitu daya beli masyarakat yang melemah serta fenomena pinjol. Menurutnya, banyak calon konsumen gagal mengajukan KPR karena terhambat proses pengecekan kemampuan bayar (pay checking) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Selain ekonomi yang melemah, sebenarnya ada ancaman yang lebih besar yaitu pinjol. Kadang masih ada cicilan perangkat rumah tangga atau pinjaman kecil yang belum lunas, sehingga tercatat sebagai tanggungan. Itu akhirnya membuat pengajuan KPR terhambat,” kata Adhi dikutip dari Bloomberg Technoz, Kamis 28 Agustus 2025. Meski demikian, Bos Summarecon menegaskan, hal itu bukan berarti banyak pembeli di proyek Summarecon gagal memperoleh KPR, melainkan adanya persoalan umum di masyarakat terkait pinjaman konsumtif. “Saya tidak mengatakan di Summarecon banyak yang gagal KPR. Hanya saja memang kami selalu selektif sejak dulu, bahkan sebelum ada sistem pay checking,” katanya. Menurutnya, pinjol dan layanan sejenis yang menawarkan kemudahan instan perlu ditertibkan. Sebab, jika konsumen gagal membayar cicilan KPR, risiko pembayaran balik (payback) akan ditanggung pengembang sesuai perjanjian dengan bank. Adhi menyebut pihaknya ingin kendalikan risiko tersebut.

PPN DTP dan Penurunan Suku Bunga Jadi Angin Segar

Di sisi lain, industri properti dan real estate mendapatkan angin segar dengan perpanjangan kebijakan insentif bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah tapak dan rumah susun sebesar 100% serta penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. Adhi menyampaikan PPN DTP menjadi stimulus yang sangat besar bagi sektor properti sekaligus perekonomian nasional. Dia menyebut keunggulan utama program ini adalah manfaatnya langsung dirasakan konsumen, bukan pengembang. Namun demikian, dampaknya justru turut mendorong geliat pembangunan dari sisi developer. “Syarat rumah yang bisa mendapatkan fasilitas PPN DTP adalah yang sudah selesai dan dilunasi. Artinya, developer akan mengeluarkan stok yang siap jual sekaligus membangun proyek baru untuk mengejar target,” ujarnya. Dia menyambut baik keputusan pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP hingga 100% di paruh kedua tahun ini, meski semestinya tinggal 50%. Asosiasi pengembang, menurutnya, masih berharap program ini bisa dilanjutkan lebih lama.Adapun untuk suku bunga sendiri SMRA menilai tingkat bunga kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini sudah berada pada level yang cukup kompetitif bagi konsumen. Bahkan, sejumlah program promosi menawarkan bunga hingga 4% per tahun. Adhi menyebut tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang berpotensi turun, diharapkan bunga KPR bisa semakin stabil.

Targetkan Marketing Sales Rp5 Triliun

Sepanjang 2025, SMRA sendiri menargetkan marketing sales (pendapatan prapenjualan) mencapai Rp5 triliun. Angka ini sama dengan target pada 2024. Sampai dengan pertengahan Agustus 2025, SMRA berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp3,1 triliun. “Agustus sudah di Rp3,1 triliun, itu sudah sekitar 60%. Kita optimis. Kita bersyukur bahwa market yang middle up itu masih cukup,” jelasnya. Sementara itu, pada 2024 membukukan marketing sales senilai Rp4,36 triliun sepanjang 2024, lebih rendah dibandingkan target sebesar Rp5 triliun. Dari total capaian tersebut, sekitar 41% dikontribusikan oleh produk yang mendapatkan insentif PPN DTP.

Asosiasi Fintech P2P Lending : KPPU Rugikan Member

0
ASOSIASI Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menanggapi tuduhan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal kartel bunga pinjaman online atau pinjol. Ketua Bidang Humas Kuseryansyah menilai tuduhan tersebut membentuk opini publik yang merugikan para anggota asosiasi.
Kasus dugaan kartel pinjol bermula dari penyelidikan KPPU pada 2023 soal monopoli bunga utang yang diduga diatur oleh asosiasi pinjaman daring (pindar) itu. Pada 2025, komisi menetapkan puluhan anggota AFPI sebagai terlapor dugaan pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang melarang pelaku usaha fintech peer to peer lending melakukan perjanjian penetapan harga.
Dalam sesi diskusi dengan media di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025, seperti dikutip dari Tempo, Kuseryansyah menjelaskan soal kasus tersebut. Ia memaparkan, sejak asosiasi dibentuk 2018, AFPI memandang perlu menetapkan panduan tertulis atau code of conduct soal besaran bunga.
Menurut dia, langkah tersebut merupakan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya untuk melindungi konsumen dari bunga tinggi yang diterapkan pinjol ilegal karena banyak kasus yang merugikan konsumen. “Pada saat itu untuk melindungi konsumen dari predatory lending, waktu itu ada proses hukum di Polres Sleman. Waktu itu bunga yang dikenakan 4 persen,” kata Kuseryansyah.
Predatory lending adalah praktik pemberian pinjaman dengan syarat, bunga, dan biaya yang tidak wajar dan menipu. Misal, pinjaman Rp 3 juta dalam beberapa bulan jadi Rp 30 juta. AFPI dilarang menetapkan itu. “Karena itu kami bikin pembatasan,” ujarnya lagi.
Mulanya, AFPI menerapkan batas bunga pinjaman sebesar maksimal 0,8 persen lalu asosiasi menurunkannya menjadi 0,4 persen pada 2021. Alasannya, jika batas bunga lebih dari nilai tersebut, maka akan dianggap sebagai predatory lending dan kurang pro terhadap konsumen. Namun surat keputusan kode etik itu kemudian dicabut pada Oktober 2023 setelah OJK menerbitkan aturan baru soal batas bunga pinjaman.
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/SEOJK.06/2023 mengatur penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Untuk pinjaman produktif ditetapkan maksimal manfaat bunga sebesar 0,1 persen, sedangkan pendanaan konsumtif maksimal 0,3 persen.
Kuseryansyah menjelaskan sejak aturan itu terbit, code of conduct atau kode etik tak lagi jadi acuan AFPI. Sehingga, kata dia, yang dianggap bukti oleh KPPU semestinya sudah tidak berlaku lagi. Namun kasus dugaan kartel bunga pinjol tetap diteruskan KPPU.
Tahun ini sebanyak 97 pindar anggota asosiasi ditetapkan sebagai terlapor. Mengutip laman KPPU, pada 14 Agustus 2025 komisi menggelar sidang beragendakan pembacaan laporan dugaan pelanggaran (LDP) oleh Investigator. Sidang juga akan kembali digelar pada 28 Agustus dengan agenda pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian alat bukti.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Persaingan dan Kebijakan Usaha Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKPU-FHUI) Ditha Wiradiputra mengatakan pelanggaran yang dituduhkan cukup serius yakni masalah kartel. “Namun ketika proses persidangan dimulai ternyata tuduhan yang diarahkan kepada perusahaan-perusahaan ini  adalah pelanggaran pasal 5, dugaan pelanggaran praktek penetapan harga atau price fixing,” ucapnya.
Ditha meminta KPPU menelaah kembali latar belakang penetapan bunga oleh AFPI. Menurut dia asosiasi memang perlu menetapkan bunga karena belum ada kebijakan dari OJK.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan pengaturan batas maksimum suku bunga yang diberlakukan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan arahan dari OJK.
“Penetapan batas maksimum manfaat ekonomi atau suku bunga tersebut ditujukan demi memberikan pelindungan kepada masyarakat dari suku bunga tinggi, sekaligus untuk membedakan pinjaman online legal dengan yang ilegal,” kata Agusman.
Pengaturan tersebut ditetapkan sebelum terbitnya SE OJK Tahun 2023 tentang penyelenggaraan pinjaman online. Setelah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) disahkan, ketentuan batas maksimum yang ditetapkan AFPI tidak lagi berlaku dan sepenuhnya mengacu pada regulasi OJK.
Meski demikian, Agusman menegaskan bahwa lembaganya tetap menghormati proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh KPPU. “OJK mencermati dan menghormati jalannya proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPPU,” ucapnya.

Ethereum Diborong, Whale Investor Persiapkan untuk Oktober 2025

0
Ethereum kembali menjadi bintang di pasar kripto. Setelah sempat anjlok lebih dari 10 persen usai menyentuh rekor tertinggi baru, harga ETH berhasil pulih dan kini diperdagangkan di kisaran USD 4.500 atau setara Rp 73,3 juta. Sentimen pasar pun tetap bullish, bahkan semakin kuat setelah aksi salah satu whale terbesar yang memborong Ethereum senilai lebih dari USD 2,5 miliar atau sekitar Rp 40,7 triliun. Dikutip dari Decrypt, Rabu (27/8), para trader di platform prediksi Myriad memperkirakan peluang Ethereum menembus harga USD 5.000 atau Rp 81,5 juta dalam empat bulan ke depan mencapai 80 persen. Angka ini memang sempat turun dari puncaknya di 95 persen saat ETH menyentuh USD 4.950, tapi tidak pernah anjlok di bawah 70 persen. Artinya, kepercayaan investor terhadap potensi kenaikan ETH tetap solid. Secara teknikal, indikator utama pasar mendukung pandangan bullish ini. Average Directional Index (ADX) Ethereum saat ini berada di angka 39, mengindikasikan tren kuat. Sementara Relative Strength Index (RSI) berada di 58, posisi ideal yang menandakan ETH belum overbought dan masih punya ruang untuk naik lebih lanjut. Formasi golden cross antara EMA 50 dan EMA 200 masih bertahan, memperkuat tren jangka panjang. Bahkan indikator Squeeze Momentum menunjukkan sinyal bahwa ETH sedang dalam fase breakout menuju tren baru setelah masa konsolidasi.
Namun, pasar tetap waspada terhadap potensi koreksi. Dalam analisis teknikal Decrypt, area USD 4.000 atau Rp 65,2 juta menjadi level support penting, sementara resistensi kuat ada di kisaran USD 5.000–5.200.Jika ETH bisa mempertahankan dukungan di atas Rp 65 juta selama September, yang dikenal sebagai bulan merah di pasar kripto, maka peluang reli besar di bulan Oktober akan terbuka lebar. Berdasarkan data historis dari 2015 hingga 2024, rata-rata harga Bitcoin turun 4,89 persen selama September. Fenomena ini disebut “Red September”. Sebaliknya, Oktober dikenal sebagai “Uptober” dengan rata-rata kenaikan mencapai 22 persen, bahkan pernah melonjak hingga 60 persen dalam beberapa tahun terakhir. Pola ini bisa ikut membawa ETH ke level tertingginya. Di tengah optimisme ini, ada kabar mengejutkan dari Bitcoinist. Arkham Intelligence mengungkap bahwa seorang whale membeli Ethereum senilai USD 2,55 miliar dari Hyperunit dan langsung melakukan staking penuh melalui satu kontrak. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang dan bukan sekadar aksi spekulasi jangka pendek. Menariknya, akumulasi ini terjadi di saat Bitcoin justru sedang kehilangan momentumnya. BTC beberapa kali gagal menembus level USD 115.000 atau sekitar Rp 1,87 miliar, dan kini bergerak datar tanpa kekuatan beli baru. Sementara ETH bertahan di atas Rp 73 juta, menunjukkan kekuatan relatif dan mulai menarik rotasi modal dari investor besar yang sebelumnya fokus di Bitcoin. “Staking dalam jumlah besar seperti ini artinya tekanan jual terhadap ETH semakin berkurang,” tulis analis Arkham di platform X. “Ini memperkuat fundamental Ethereum karena pasokan yang dikunci tidak bisa langsung dijual kembali ke pasar.” Secara teknikal, struktur harga ETH saat ini masih bullish. Harga berhasil bertahan di atas tiga rata-rata pergerakan penting: EMA 50 di USD 3.837 (Rp 62,5 juta), EMA 100 di USD 3.184 (Rp 51,9 juta), dan EMA 200 di USD 2.634 (Rp 42,9 juta). Artinya, tren naik masih sangat kuat meski ada risiko volatilitas dalam jangka pendek. Bagi investor, level psikologis USD 4.700 (Rp 76,6 juta) dan USD 4.900 (Rp 79,9 juta) menjadi titik penting. Jika berhasil ditembus, ETH kemungkinan besar akan kembali menguji zona Rp 81 juta. Namun bila turun ke bawah USD 4.400 (Rp 71,7 juta), pasar bisa melihat koreksi lanjutan ke USD 4.200 (Rp 68,5 juta).

Dengan RSI yang belum menunjukkan sinyal jenuh beli dan sentimen institusi yang tetap positif, Ethereum masih punya potensi besar untuk menutup September dengan kekuatan, dan mengawali Oktober dengan ledakan harga. Satu hal yang pasti: selama para whale terus akumulasi dan staking, tekanan jual ETH akan semakin berkurang—dan ruang untuk naik akan semakin terbuka.

Harga Bitcoin di Antara Persimpangan, Antara Naik Apa Turun

0
Bitcoin kembali berada di zona krusial. Pada Rabu (27/8), harga Bitcoin tercatat di level USD 111.036 atau sekitar Rp 1,8 miliar, setelah sempat menyentuh titik tertinggi harian di USD 112.279 atau setara Rp 1,82 miliar. Namun, pergerakan harga ini masih dibayangi oleh tren pelemahan jangka menengah dan sinyal teknikal yang saling bertolak belakang. Dalam pantauan news.bitcoin, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat USD 39,66 miliar atau sekitar Rp 645 triliun, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 2,21 triliun atau sekitar Rp 35.923 triliun. Meski sempat rebound dari level USD 108.717 (Rp 1,77 miliar), tekanan jual masih terasa karena harga belum mampu menembus resistance kuat di atas USD 112.400 atau Rp 1,82 miliar. Secara teknikal, grafik per jam menunjukkan adanya akumulasi di bawah level tersebut, namun struktur harga pada grafik 4 jam tetap menunjukkan pola sideways hingga cenderung bearish. Kenaikan sebelumnya yang membawa harga menyentuh USD 117.421 (Rp 1,9 miliar) kini terlihat seperti jebakan bullish atau bull trap. Harga kini kembali bergerak dalam rentang USD 110.000 hingga USD 112.000 (Rp 1,78 miliar–Rp 1,82 miliar). Support kuat masih bertahan di kisaran USD 108.700 (Rp 1,76 miliar), dan jika level ini jebol, Bitcoin berisiko melanjutkan penurunan. Sebaliknya, bila mampu menembus USD 112.400, harga berpotensi naik ke USD 114.000–116.000 (Rp 1,85 miliar–Rp 1,88 miliar). Sementara itu, grafik harian Bitcoin menunjukkan pola lower highs dan lower lows sejak puncaknya di USD 124.517 (Rp 2,02 miliar). Di tengah tekanan ini, ada dukungan pembelian di rentang USD 109.000–111.000 (Rp 1,78 miliar–Rp 1,81 miliar), dengan kemungkinan sinyal beli jika muncul pola candle bullish disertai volume tinggi. Namun, indikator teknikal masih mengisyaratkan kehati-hatian. RSI berada di angka 41 (netral), Stochastic di level 13 (oversold), dan ADX di 17 (tren lemah). CCI menunjukkan sinyal bullish, tapi momentum oscillator dan MACD masih negatif, memperkuat sentimen bearish. Kombinasi sinyal yang saling bertolak belakang ini menandakan pasar sedang dalam fase ketidakpastian. Dari sisi moving average, tekanan bearish masih mendominasi. Hampir semua MA jangka pendek hingga menengah, dari EMA hingga SMA 10 hingga 50, menunjukkan arah turun. Hanya EMA 100 yang sedikit menguat di level USD 110.859 (Rp 1,79 miliar), sedangkan SMA 100 di USD 111.663 (Rp 1,81 miliar) menjadi resistance. Di sisi lain, EMA dan SMA 200 masih di atas USD 100.000 (Rp 1,63 miliar), memberi gambaran bahwa tren jangka panjang tetap bullish meski dalam jangka pendek terjadi pelemahan. Ini berarti, kalau harga mampu menembus USD 112.400 dan disertai volume kuat serta pola bullish, potensi kenaikan ke USD 114.000–116.000 terbuka lebar. Namun kalau gagal, Bitcoin kemungkinan besar akan kembali ke zona support USD 110.000–108.700 dan memperkuat dominasi seller. Bagi investor, saat ini adalah fase penuh spekulasi. Posisi long sebaiknya hanya diambil jika konfirmasi breakout muncul, sedangkan posisi short perlu mempertimbangkan stop-loss ketat karena volatilitas tinggi. Pasar sedang menanti kejelasan arah—apakah Bitcoin siap bangkit, atau malah masuk fase koreksi lebih dalam.

Demo Buruh 28 Agustus Buat Harga Rupiah Melemah

Rupiah tercatat melemah karena akan ada aksi demo buruh yang akan berlangsung pada 28 Agustus 2025.

Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (27/8/2025). Rupiah parkir di level Rp16.368 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 69 poin atau 0,43 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp16.298,50. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat terkoreksi hingga 75 poin sebelum akhirnya ditutup melemah

1. Pasar antisipasi demo buruh

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah tidak lepas dari faktor domestik. Pasar tengah mengantisipasi aksi demonstrasi buruh yang akan berlangsung Kamis (28/8/2025).

“Pasar mengantisipasi demontrasi buruh di hari Kamis,” ujar Ibrahim, dari keterangannya Rabu (27 Agustus 2025).

Aksi tersebut akan dipusatkan di depan DPR RI atau Istana Kepresidenan Jakarta dengan perkiraan jumlah massa mencapai 10 ribu orang. Aksi serupa juga akan digelar serentak di sejumlah provinsi dan kota industri besar di Indonesia.

2. Gejolak politik AS bayangi pasar

Selain faktor domestik, pasar global juga diguncang isu politik di AS. Presiden AS Donald Trump menyatakan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook akan dicopot dari jabatannya atas tuduhan penipuan hipotek.

Namun, Cook menolak mundur dan berencana menggugat keputusan tersebut di pengadilan. The Fed juga menegaskan Trump tidak memiliki kewenangan langsung untuk memecat pejabat bank sentral.

“Gagasan ini menjadi perhatian utama pasar, mengingat The Fed telah mempertahankan sikap yang relatif hati-hati terhadap pelonggaran lebih lanjut, dengan alasan kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif Trump,” tuturnya.

Di sisi lain, meskipun Ketua The Fed Jerome Powell mengisyaratkan peluang pemangkasan suku bunga pada September, sikapnya dinilai masih berhati-hati karena mempertimbangkan risiko inflasi dari kebijakan tarif Trump.

3. Proyeksi pergerakan rupiah Kamis

Ibrahim memprediksi pada perdagangan Kamis (28/8/2025), rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Mata uang garuda diperkirakan berada dalam kisaran Rp16.360 hingga Rp16.420 per dolar AS.

1. Dampak Demo Buruh Terhadap Lalu Lintas & Aktivitas Ekonomi Harian

Demo yang digelar di titik-titik strategis seperti DPR dan Istana di Jakarta, serta sejumlah kota industri, diperkirakan menyebabkan gangguan lalu lintas cukup signifikan. Rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Polda Metro Jaya dan Dishub DKI, tetapi potensi kemacetan dan ketidaknyamanan tetap ada, terutama di rute-rute padat seperti tol Cikarang, Jalan Raya Bogor, dan akses ke pusat ibu kota. Efek ekonomi jangka pendek:
  • Pengiriman barang dan logistik bisa terhambat.
  • Aktivitas bisnis, terutama di pusat kota, bisa melambat.
  • Mobilitas pekerja terganggu, mempengaruhi produktivitas.

2. Tuntutan Ekonomi dan Potensi Dampaknya

Para buruh mengusung beberapa tuntutan penting:
  1. Kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5%–10,5%, berdasarkan formula MK (inflasi ~3,26%, pertumbuhan ekonomi ~5,1–5,2%).
  2. Hapus sistem outsourcing serta penolakan upah murah.
  3. Reformasi pajak perburuhan, termasuk menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan serta penghapusan pajak atas pesangon, THR, JHT, dan diskriminasi terhadap perempuan menikah.
  4. Tuntutan legislative: sahkan RUU Ketenagakerjaan baru (tanpa Omnibus Law), RUU Perampasan Aset, serta revisi RUU Pemilu.
Dampak ekonomi potensial:
  • Kenaikan upah bisa mendorong konsumsi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan biaya usaha, terutama sektor manufaktur.
  • Hapus outsourcing bisa memperkuat perlindungan pekerja, namun menaikkan beban biaya perusahaan (jika harus mengontrak langsung).
  • Kebijakan pajak pro-buruh (seperti kenaikan PTKP dan penghapusan pajak tunjangan) dapat mendorong daya beli, tetapi juga mengurangi basis pajak negara.

3. Sentimen Pasar dan Keuangan

Walaupun belum ada data langsung terkait demo ini dan pergerakan pasar, dari pengalaman sebelumnya: protes besar (misalnya revisi RUU di awal 2025) pernah memicu penurunan tajam indeks (lebih dari 7%) dan menciptakan kekhawatiran investor. Jika demo 28 Agustus ini menciptakan ketidakpastian sektor politik, terutama jika berkelanjutan atau menimbulkan konflik, pasar modal berisiko terganggu, seperti:
  • Penurunan indeks saham (IHSG/JCI).
  • Penurunan minat investor asing.
  • Depresiasi Rupiah jika kepanikan menyebar.
Namun jika aksi berjalan damai dan tuntutan mulai ditanggapi, potensi kecemasan pasar bisa teredam.

4. Ringkasan Dampak Ekonomi

Aspek Potensi Dampak Positif Potensi Dampak Negatif
Lalu Lintas & Operasional – Konsumsi meningkat jika upah naik- Kepuasan pekerja – Kemacetan menghambat logistik- Turunnya produktivitas
– Upah dan Outsourcing – Konsumsi rumah tangga meningkat- Pembayaran lebih adil – Biaya tenaga kerja meningkat- Tekanan pada SMEs
– Kebijakan Pajak – Daya beli meningkat- Stimulus konsumsi domestik – Penurunan penerimaan pajak- Tekanan APBN
Sentimen Pasar – Tuntutan direspons pemerintah => stabilitas – Ketidakpastian ke depan => fluktuasi pasar

Kesimpulan

Demo buruh 28 Agustus 2025 memiliki potensi dampak ganda terhadap perekonomian Indonesia:
  • Jangka pendek: gangguan logistik, mobilitas, dan operasi bisnis akibat kemacetan dan konsentrasi massa.
  • Menengah: tuntutan kenaikan upah dan reformasi pajak bisa mendorong konsumsi namun memberatkan biaya perusahaan dan fiskal.
  • Dalam perspektif pasar keuangan, jika aksi berjalan damai dan respons pemerintah dianggap memadai, pasar bisa tenang. Namun ketidakpastian atau eskalasi konflik dapat memicu volatilitas dan tekanan pada IHSG serta Rupiah.
Jika Anda berminat, saya bisa bantu menganalisis potensi dampak lebih lanjut terhadap indikator ekonomi seperti inflasi, neraca perdagangan, atau sektor usaha tertentu.

.

Bank DBS Singapura Tawarkan Crypto Lewat Blockchain Ethereum

0
DBS Bank, lembaga keuangan terbesar di Singapura, meluncurkan produk investasi berbasis crypto dalam bentuk structured notes (sejenis obligasi) yang ditokenisasi di jaringan Ethereum (ETH). Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi digital DBS untuk memperluas akses terhadap instrumen keuangan eksklusif bagi kalangan investor institusional dan terakreditasi.

Tokenisasi Structured Notes Buka Akses Baru

Produk structured notes DBS selama ini memiliki batas minimum investasi yang tinggi, sekitar $100.000. Namun melalui tokenisasi, produk ini dipecah menjadi unit lebih kecil senilai $1.000, memungkinkan investor mengelola portofolio dengan lebih fleksibel dan efisien. Token ini dibangun di atas jaringan Ethereum dan hanya didistribusikan melalui tiga platform digital berlisensi di Singapura, seperti ADDX, DigiFT, dan HydraX.

Cuan Tanpa Harus Pegang Aset Crypto

Structured notes crypto dari DBS berbentuk cash-settled participation notes, di mana investor akan mendapatkan imbal hasil dalam bentuk tunai saat harga crypto mengalami kenaikan. Dalam skema ini, investor tidak perlu memiliki atau menyimpan aset crypto secara langsung. Selain itu, struktur produk dirancang untuk membatasi kerugian apabila terjadi penurunan harga aset, menjadikannya alternatif bagi investor institusi yang ingin eksposur terhadap crypto dengan risiko lebih terkendali.  

Transaksi Menembus $1 Miliar dalam Enam Bulan

Melansir dari Cointelegraph, produk ini sebenarnya telah diluncurkan sejak 17 September 2024, bersamaan dengan pembukaan layanan opsi crypto bagi klien institusional. DBS melaporkan bahwa volume transaksi structured notes crypto mencapai lebih dari $1 miliar pada semester pertama 2025, dengan pertumbuhan hampir 60% dari kuartal sebelumnya. Bank menyatakan akan memperluas tokenisasi ke jenis structured notes lain, seperti equity-linked notes dan credit-linked notes, seiring meningkatnya minat terhadap digital asset di pasar keuangan tradisional.  

Ethereum Jadi Fondasi Teknologi

Meski DBS tidak menjelaskan secara rinci alasan pemilihan Ethereum, keputusan ini mencerminkan dominasi jaringan tersebut dalam mendukung smart contract dan tokenisasi aset. Ethereum juga sudah banyak digunakan oleh platform investasi teregulasi dan memiliki dukungan ekosistem yang kuat, menjadikannya pilihan logis untuk produk hybrid seperti ini.

Singapura Kian Dominan dalam Adopsi Tokenisasi

Dengan lebih dari 2.000 family office yang terdaftar di Singapura, negara ini semakin dikenal sebagai pusat adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan. Inisiatif tokenisasi structured notes DBS menjadi bagian dari dorongan lebih luas untuk menghadirkan produk investasi yang teregulasi namun tetap inovatif. Head of FX & Digital Markets di DBS, Menurut Li Zhen, tokenisasi adalah frontier berikutnya dalam infrastruktur keuangan global.
“Tokenisasi aset adalah frontier berikutnya dalam infrastruktur pasar keuangan. Produk tokenisasi pertama kami, yakni crypto-linked note, hadir untuk menjawab tingginya minat investor institusi terhadap aset digital,” ujar Li Zhen dikutip dari Bitcoinsistemi.
Peluncuran produk ini, menurutnya, merupakan bentuk respon terhadap lonjakan permintaan dari investor institusi terhadap aset digital. Peluncuran structured notes crypto oleh DBS menandai babak baru dalam integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Dengan menurunkan batas masuk investasi menjadi $1.000 dan menggunakan Ethereum sebagai infrastruktur, DBS menjawab tantangan aksesibilitas tanpa mengorbankan aspek regulasi. Langkah ini berpotensi menjadi cetak biru bagi institusi keuangan lain yang ingin masuk ke ruang digital asset secara aman dan terkendali, tanpa meninggalkan kerangka hukum yang berlaku.

Apa itu Blockchain Ethereum

Blockchain Ethereum adalah sebuah jaringan blockchain terdesentralisasi yang dirancang tidak hanya sebagai “uang digital” seperti Bitcoin, tetapi juga sebagai platform komputasi global. Ethereum memungkinkan siapa saja membuat dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi (dApps) serta kontrak pintar (smart contracts) di atas jaringannya. Berikut poin pentingnya:
  1. Dibuat oleh Vitalik Buterin (2015) Ethereum lahir sebagai pengembangan dari keterbatasan Bitcoin. Kalau Bitcoin fokus sebagai penyimpan nilai dan sistem pembayaran, Ethereum diperluas menjadi platform untuk aplikasi blockchain.
  2. Smart Contracts Smart contract adalah program yang otomatis berjalan di blockchain sesuai syarat yang sudah ditentukan, tanpa perlu pihak ketiga. Contohnya: perjanjian pinjam-meminjam, pembayaran otomatis, hingga sistem voting.
  3. Ether (ETH) ETH adalah aset kripto asli Ethereum yang digunakan untuk:
    • Membayar biaya transaksi (gas fee).
    • Menjalankan aplikasi di jaringan.
    • Instrumen investasi, sama seperti Bitcoin.
  4. Ekosistem Ethereum
    • DeFi (Decentralized Finance): aplikasi keuangan seperti pinjam, staking, trading tanpa bank.
    • NFT (Non-Fungible Token): token unik untuk seni digital, game, atau koleksi.
    • DAO (Decentralized Autonomous Organization): organisasi yang dikelola komunitas lewat smart contract.
  5. Proof of Stake (PoS) Sejak The Merge (September 2022), Ethereum tidak lagi menggunakan sistem Proof of Work (seperti Bitcoin), melainkan Proof of Stake. Artinya, jaringan diamankan oleh validator yang mengunci ETH mereka, bukan oleh penambang yang menggunakan perangkat keras.
  6. Kelebihan Ethereum
    • Fleksibel untuk banyak aplikasi.
    • Komunitas developer terbesar di dunia blockchain.
    • Menjadi standar utama untuk NFT dan DeFi.
  7. Kekurangan Ethereum
    • Gas fee masih tinggi pada saat jaringan padat.
    • Skalabilitas masih jadi tantangan, meskipun sedang dikembangkan solusi seperti Layer 2 (Optimism, Arbitrum, zkSync).

Bukan Cuma Istilah, Ini Bedanya Pindar dan Pinjol Menurut OJK

0
Istilah pinjol sudah diganti menjadi pindar. Tapi, ini bukan hanya sekedar istilah. Apalagi yang komentar adalah OJK. Apa bedanya pindar dan pinjol? Merdeka finansial di era digital bukan hanya soal bebas mengatur uang, tetapi juga bagaimana kita cermat dalam memilih layanan keuangan yang tepat. Salah satu layanan yang kini banyak digunakan masyarakat adalah pinjaman daring atau yang dikenal dengan istilah pindar. Namun, sering kali istilah ini disalahartikan sama dengan pinjol atau pinjaman online ilegal. Padahal keduanya berbeda secara mendasar. Pindar adalah singkatan dari Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Indonesia, sebuah layanan fintech lending yang legal dan berizin OJK. Sementara itu, pinjol lebih merujuk pada pinjaman online ilegal yang biasanya gencar menawarkan jasa lewat SMS, WhatsApp, atau media sosial tanpa izin. Agar lebih jelas, berikut penjelasan perbedaan pindar dan pinjol sebagaimana mengutip dari akun Instagram resmi Otoritas Jasa Keuangan:

1. Status Hukum Pindar dan Pinjol

Pindar sudah terdaftar dan diawasi secara resmi oleh OJK, sementara Pinjol tidak memiliki izin resmi sehingga keberadaannya ilegal.

2. Identitas Pengelola

Pada pindar, identitas pengurus dan alamat kantor jelas, sehingga pengguna bisa melakukan pengecekan jika perlu. Sebaliknya, pinjol biasanya tidak memiliki identitas yang transparan sehingga sulit dipertanggungjawabkan.

3. Proses Pemberian Pinjaman

Pemberian pinjaman pada pindar dilakukan dengan seleksi tertentu. Artinya, tidak semua orang bisa langsung mendapatkan pinjaman karena ada proses verifikasi. Berbeda dengan pinjol yang memberikan pinjaman sangat mudah tanpa seleksi ketat.

4. Transparansi Biaya

Pindar memiliki informasi biaya pinjaman dan denda yang transparan serta terdapat ketentuan mengenai total biaya pinjaman maksimal. Sementara itu, pinjol cenderung tidak jelas dalam memberikan informasi bunga maupun biaya lain, bahkan bunga yang dikenakan bisa tidak terbatas.

5. Akses Data Pribadi

Pindar hanya meminta akses terbatas seperti kamera, mikrofon, dan lokasi. Sebaliknya, pinjol sering meminta akses ke seluruh data di ponsel, termasuk kontak dan galeri, yang berpotensi disalahgunakan.

6. Layanan Pengaduan

Pindar menyediakan layanan pengaduan konsumen yang bisa membantu pengguna jika terjadi masalah. Sedangkan pinjol sama sekali tidak memiliki mekanisme layanan pengaduan.

7. Penawaran Layanan

Pindar dilarang melakukan penawaran ke saluran komunikasi pribadi tanpa izin dari pengguna. Sementara pinjol justru sering menawarkan layanan melalui SMS, WhatsApp, atau saluran pribadi lainnya tanpa persetujuan.

8. Penagihan Utang

Pindar dan pinjol secara penagihan juga berbeda. Pada pindar, penagihan hanya boleh dilakukan oleh pihak yang sudah memiliki sertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi atau asosiasi penyelenggara yang terdaftar di OJK. Di sisi lain, pinjol kerap melakukan penagihan secara kasar melalui pihak yang tidak memiliki sertifikasi resmi.

Waspada dan Jadi Pengguna Cerdas

Jelas sekali perbedaan pindar dan pinjol. Dari perbedaan tersebut, jelas bahwa pindar adalah layanan yang legal dan diawasi, sementara pinjol cenderung merugikan karena beroperasi tanpa izin. Pesan dari OJK: jadilah pengguna layanan keuangan yang cerdas dan selalu waspada. Pastikan untuk selalu memeriksa legalitas layanan pinjaman daring sebelum menggunakannya agar tidak terjebak dalam praktik pinjol ilegal.

Istilah Kripto yang Wajib Dipahami Pemula dan Investor, Biar Ga Bingung

0
  Ada banyak istilah kripto yang bikin kamu bingung. Sini, kita bahas satu per satu di artikel ini. Istilah-istilah kripto merupakan bagian penting yang perlu dipahami oleh siapa pun yang ingin terjun ke dunia aset digital. Sama halnya dengan dunia keuangan tradisional, ekosistem kripto memiliki bahasa tersendiri yang sering membingungkan pemula. Dengan memahami istilah dalam dunia kripto, investor dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, membaca analisa, hingga menghindari kesalahan dalam transaksi. Artikel ini akan membahas berbagai istilah dalam dunia kripto yang paling sering digunakan, mulai dari yang mendasar hingga yang lebih teknis. Mari kita kupas tuntas.

1. Mengapa Penting Memahami Istilah Kripto?

Pasar kripto terkenal sangat dinamis, dengan harga yang bisa naik turun dalam hitungan menit. Informasi dan analisa sering kali disampaikan dalam bentuk singkatan atau istilah tertentu. Tanpa pemahaman tentang istilah-istilah kripto, investor bisa kehilangan arah. Contoh sederhana, ketika seseorang membaca berita bahwa “BTC sedang bullish karena adanya FOMO dari investor ritel,” orang yang belum mengenal istilah kripto mungkin tidak mengerti bahwa maksudnya adalah harga Bitcoin sedang naik akibat ketakutan orang ketinggalan membeli.

2. Istilah Kripto Dasar yang Sering Digunakan

a. Bitcoin (BTC)

Mata uang kripto pertama dan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Sering disebut “emas digital.”

b. Altcoin

Singkatan dari “alternative coin,” yaitu semua koin selain Bitcoin, seperti Ethereum, Solana, atau Ripple.

c. Wallet

Dompet digital tempat menyimpan aset kripto. Ada dua jenis: hot wallet (terhubung internet) dan cold wallet (offline, lebih aman).

d. Exchange

Platform untuk membeli, menjual, atau menukar aset kripto, misalnya Binance, Coinbase, atau Indodax. Dengan memahami istilah-istilah kripto dasar ini, pemula sudah bisa lebih mudah beradaptasi dalam percakapan atau diskusi seputar blockchain.

3. Istilah Kripto yang Berkaitan dengan Trading

a. Bullish dan Bearish

  • Bullish: kondisi ketika pasar cenderung naik.
  • Bearish: kondisi pasar cenderung turun.

b. FOMO (Fear of Missing Out)

Rasa takut ketinggalan momen sehingga membeli aset tanpa perhitungan.

c. FUD (Fear, Uncertainty, Doubt)

Berita negatif atau rumor yang membuat orang panik menjual.

d. HODL

Awalnya salah ketik dari kata “hold,” yang kini menjadi istilah populer untuk menyimpan kripto dalam jangka panjang.

e. ATH (All Time High)

Harga tertinggi sepanjang masa suatu koin. Semua ini merupakan istilah kripto yang sangat sering muncul di forum, media sosial, maupun analisa teknikal.

4. Istilah Kripto dalam Analisa Pasar

a. Market Cap (Kapitalisasi Pasar)

Total nilai aset kripto yang beredar, dihitung dari harga dikali jumlah koin beredar.

b. Liquidity (Likuiditas)

Kemudahan sebuah aset untuk diperjualbelikan tanpa mengubah harga secara signifikan.

c. Volume

Jumlah aset yang diperdagangkan dalam periode tertentu, biasanya 24 jam.

d. Pump and Dump

Strategi manipulasi harga, di mana sekelompok orang menaikkan harga aset lalu menjualnya besar-besaran. Memahami istilah kripto ini sangat penting agar investor tidak terjebak dalam hype atau bahkan penipuan.

5. Istilah Kripto dalam Dunia Blockchain dan Teknologi

a. Blockchain

Teknologi buku besar terdesentralisasi yang menjadi dasar dari semua aset kripto.

b. Smart Contract

Kontrak digital otomatis yang berjalan di atas blockchain, tanpa perlu pihak ketiga.

c. DeFi (Decentralized Finance)

Layanan keuangan berbasis blockchain yang tidak membutuhkan bank atau perantara.

d. NFT (Non-Fungible Token)

Token unik yang mewakili kepemilikan aset digital seperti seni, musik, atau koleksi game. Semua ini adalah istilah di dunia kripto yang sering muncul dalam berita atau artikel tentang perkembangan teknologi.

6. Istilah Kripto dalam Keamanan

a. Private Key

Kunci rahasia yang digunakan untuk mengakses dan mengontrol aset kripto. Harus dijaga kerahasiaannya.

b. Public Key

Alamat publik untuk menerima transaksi, mirip seperti nomor rekening.

c. Seed Phrase

Kumpulan kata yang digunakan untuk memulihkan akses ke dompet kripto.

d. Rug Pull

Penipuan dalam proyek kripto, di mana developer tiba-tiba kabur membawa dana investor. Tanpa memahami istilah dalam kripto seputar keamanan, investor sangat rentan terhadap pencurian atau scam.

7. Istilah Kripto dalam Siklus Pasar

a. Halving

Proses pemotongan reward penambangan Bitcoin setiap empat tahun, yang biasanya memicu kenaikan harga.

b. Altseason

Masa ketika altcoin naik signifikan, sering kali setelah Bitcoin stagnan.

c. Whale

Individu atau institusi yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar dan bisa memengaruhi harga. Istilah-istilah ini sering dipakai analis untuk memprediksi arah pasar.

8. Bagaimana Cara Menguasai Istilah Kripto?

Ada beberapa cara agar pemula cepat memahami istilah kripto, antara lain:
  1. Membaca artikel edukasi di media terpercaya.
  2. Mengikuti komunitas kripto di Telegram, Discord, atau Twitter.
  3. Mempraktikkan langsung dengan nominal kecil agar terbiasa dengan istilah teknis.
  4. Menggunakan glosarium kripto atau kamus blockchain.
Semakin sering terpapar, pemahaman terhadap istilah dalam dunia kripto akan semakin kuat.

9. Kesalahan Umum Akibat Tidak Memahami Istilah Kripto

  • Salah membaca sinyal: mengira “bearish” adalah positif.
  • Panik jual karena salah menafsirkan berita FUD.
  • Tertipu rug pull karena tidak tahu arti proyek “pump and dump.”
  • Salah menyimpan private key karena tidak paham risikonya.
Hal-hal ini membuktikan bahwa menguasai istilah dalam dunia kripto bukan hanya untuk gaya, tetapi juga demi keselamatan investasi.

10. Kesimpulan

Dunia kripto berkembang sangat cepat, dan bahasa yang digunakan pun khas serta penuh singkatan. Dengan memahami istilah kripto, investor bisa lebih siap menghadapi dinamika pasar, membaca analisa, serta menghindari jebakan. Beberapa istilah seperti HODL, FOMO, ATH, DeFi, NFT, hingga rug pull kini sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dalam komunitas aset digital. Menguasai semuanya akan membuat perjalanan investasi jauh lebih aman dan menguntungkan. Jadi, jangan remehkan pentingnya belajar istilah dalam dunia kripto. Anggaplah ini sebagai investasi awal sebelum benar-benar menaruh modal di pasar aset digital.

Bagaimana Bisa Kenaikan Ethereum Pertanda Altseason?

0
Kenaikan ethereum pertanda altseason, demikian ungkapan yang kini ramai diperbincangkan di kalangan investor dan analis kripto. Fenomena penguatan Ethereum akhir-akhir ini dianggap bukan sekadar rally harga biasa, melainkan sinyal awal dari musim altcoin—altseason—yang ditunggu-tunggu. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam bagaimana kenaikan ethereum pertanda altseason, faktor-faktor pendukung, analisis teknikal dan fundamental, serta pandangan dari para ahli terpercaya di industri.

1. Apa itu Altseason dan Kenapa Kenaikan Ethereum Pertanda AltSeason?

Altseason atau altcoin season menggambarkan periode ketika mayoritas altcoin (selain Bitcoin) mengalami pertumbuhan signifikan dan outperformance terhadap Bitcoin dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, altseason dipicu oleh stagnasi atau konsolidasi harga Bitcoin, sehingga dana mulai beralih ke altcoin yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi. Kenapa Ethereum menjadi pusat perhatian? Karena selain sebagai altcoin terbesar, Ethereum juga menjadi fondasi banyak ekosistem DeFi, NFT, dan RWA (real-world assets). Ketika Ethereum naik, hal itu kerap menjadi pemicu rotasi modal ke altcoin lain

2. Indikator Kunci: ETH/BTC, Altcoin Season Index, dan Dominasi Bitcoin

Beberapa indikator teknikal dan on-chain yang sering digunakan untuk mengukur momentum altseason meliputi:
  • Rasio ETH/BTC. Menurut analisa sejarah, penutupan mingguan ETH/BTC di atas 0,058 BTC sering kali mendahului altseason besar sejak 2017.
  • Altcoin Season Index (ASI). Indeks ini memperlihatkan seberapa banyak altcoin yang outperform Bitcoin dalam jangka waktu 90 hari. Misalnya, saat ini ASI berada di berbagai level (CoinMarketCap sekitar 38; BlockchainCenter sekitar 53), menunjukkan altseason mungkin sudah mulai berlangsung.
  • Dominasi Bitcoin (BTC.D). Penurunan dominasi BTC menunjukkan modal bergerak ke altcoin. Saat ini, dominasi BTC turun hingga sekitar 59–60%, yang merupakan indikator klasik awal altseason.

3. Bukti Terbaru: Kenaikan Ethereum Pertanda Altseason

3.1. Rally Harga Ethereum dan ETF-Inflow

Ethereum baru saja mencetak rekor tertinggi baru, mendekati atau bahkan melampaui US$4.800–4.900. Lonjakan tersebut didorong oleh arus masuk dana besar ke ETF Ether—lebih dari US$2,5 miliar hanya dalam Agustus.

3.2. Pandangan Para Analis : Kenaikan Ethereum Pertanda Altseason

  • Joao Wedson (CEO Alphractal) menyatakan: “The Altcoin Season Index is flashing signs of opportunity; make sure you are prepared.” Ini menjadi sinyal bahwa altseason bisa segera dimulai.
  • Analis teknikal Mikybull menggunakan metode Wyckoff dan menyatakan: “Ethereum is done with ‘test’ … Big rally incoming.” Proyeksinya ETH bisa tembus US$10.000 di siklus ini.
  • Menurut laporan CryptoQuant, ETH telah naik sekitar 170% dari titik terendahnya dan kini sekitar 23% di bawah all-time high; dominasi Bitcoin turun ke sekitar 58%.
  • Merlijn (trader & analis) menyebut: “Ethereum is doing what it always does before altseason … Outperforms $BTC in Q3 → leads rotation → ignites altcoin mania.” Return Q3 Ethereum sudah +50,76%, konsisten dengan pola altseason historis.
  • CEO NoOnes, Ray Youssef, menyatakan altseason mungkin sudah setengah jalan: rebound Ethereum dari US$1.500 sejak April 2025 jadi sinyal awal altcoin season.
  • Namun analis Cas Abbé menilai kondisi saat ini masih dalam “Ethereum Season”, bukan altseason penuh—altseason penuh baru bisa terjadi jika ETH mencetak harga tertinggi baru, mungkin pada Oktober–November.

3.3. Narasi Pasar Global

Menurut Tangem (Awal Agustus 2025), altseason sedang berjalan karena: dominasi Bitcoin turun ke ~59%, ASI meningkat (CoinMarketCap ke 38), dan Ethereum outperform Bitcoin dengan kenaikan 54% dalam sebulan terakhir; ditambah minat institusional terhadap ETF Ethereum.

4. Analisis: Apakah kenaikan ethereum pertanda altseason?

Faktor utama Kondisi Saat Ini Relevansi sebagai Tanda Altseason
Harga ETH mendaki rekor historis Terjadi Sangat kuat sebagai trigger awal
Arus masuk kapital institusional Signifikan via ETF Mendukung momentum jangka menengah–panjang
Penurunan dominasi Bitcoin Sedang menurun (≈59–60%) Sinyal modal bergerak ke altcoin
Naiknya ETH/BTC ratio Masih di fase rebound Belum menembus puncak historis tetapi naik
Altcoin Season Index (ASI) 35–53 (pending full zone) Progresif tapi belum 75% threshold
Pola historis Q3 Ethereum surging Konsisten & sudah terlihat Memposisikan Ethereum sebagai pemimpin alt
Dari tabel di atas terlihat bahwa kenaikan ethereum pertanda altseason cukup kredibel berdasarkan analisis teknikal dan on-chain saat ini. Ethereum mengambil alih dinamika pasar sebagai pemimpin rotasi modal. Meski indikator seperti ASI dan ETH/BTC belum sepenuhnya mencapai puncak historis, momentum yang terbentuk cukup menguat dan bisa menjadi pelatuk altseason jika dikonfirmasi.

5. Kutipan Ahli

Joao Wedson (CEO Alphractal): “The Altcoin Season Index is flashing signs of opportunity; make sure you are prepared.” (Cointelegraph, FastBull)
Merlijn (trader): “Ethereum is doing what it always does before altseason … Outperforms $BTC in Q3 → leads rotation → ignites altcoin mania.” (CryptoDnes.bg)
Ray Youssef (CEO NoOnes): “April adalah awalnya. Juni memang sempat melambat, tapi sejak akhir Juli, pasar altcoin mulai panas.” (Jawa Pos)

6. Kesimpulan : Kenaikan Ethereum Pertanda Altseason?

Secara keseluruhan, kenaikan ethereum pertanda altseason adalah premis yang valid—karena Ethereum menunjukkan performa menonjol dan menjadi pusat perhatian institusi, modal sedang bergerak dari Bitcoin ke altcoin, dan sejumlah indikator teknikal menunjukkan momentum kuat. Namun, beberapa sinyal seperti ASI dan ETH/BTC masih perlu diramaikan lebih lanjut untuk menyatakan altseason secara penuh. Strategi bagi investor:
  • Pantau breakout ETH/BTC dan penurunan dominasi BTC.
  • Amati perkembangan ETF Ethereum dan volume masuk institusional.
  • Identifikasi altcoin berpotensi untuk rotasi selanjutnya setelah Ethereum—seperti Solana, XRP, memecoin, L2, dsb.
  • Tetap waspada: altseason penuh belum dikonfirmasi, tapi gelombangnya sudah mulai terasa.