34 C
Jakarta
Kamis, 22 Februari, 2024

AFPI Sebut Fintech Ilegal Masih Marak di Masyarakat, Ini Penyebabnya

JAKARTA, duniafintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut bahwa pinjaman fintech ilegal masih marak di kalangan masyarakat.

Terkait hal itu, AFPI pun mengungkap sejumlah penyebab utama masih maraknya fintech ilegal hingga saat ini. Menurut Plt. Direktur Eksekutif AFPI, Kawakibi Tito, salah satu penyebabnya, yakni masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan akses pendanaan. 

Ia menyebut, terdapat gap pendanaan yang besar mencapai Rp 1,65 triliun yang belum terlayani perbankan. 

“Ditambah masih banyak masyarakat yang berada di daerah yang belum layak mendapatkan pendanaan dari perbankan dan fintech peer to peer lending. Dengan demikian, fintech ilegal masih sangat tumbuh,” ucapnya dalam webinar Bijak Pakai Fintech, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (12/12).

Baca juga: Penipuan di Industri Fintech: Kenali Jenis, Ciri-ciri, dan Cara Menghindarinya

Diterangkannya, penyebab lainnya fintech ilegal masih marak, yaitu rendahnya literasi masyarakat. Ia memaparkan, bisa jadi orang-orang yang tidak mendapatkan akses informasi dengan baik, mereka bisa saja tergiur mendapatkan pinjaman dari fintech ilegal. 

Sebagian besar fintech ilegal menawarkan syarat yang mudah, tidak ada jaminan, 2 menit cair, dan lainnya. Dia pun mengatakan hal itu yang seharusnya diwaspadai oleh masyarakat. 

Tito menambahkan, penyebab lainnya adalah terdapatnya fenomena orang “gali lobang tutup lobang” sehingga membuka celah atau keinginan meminjam di fintech ilegal. 

“Ditambah, minimnya melakukan pengecekan legalitas fintech tersebut. Selain itu, penghasilan nasabah yang tidak cukup membuat keinginan meminjam di fintech ilegal makin besar,” jelasnya.

Ia menyatakan, penyebab lainnya, yaitu kemudahan membuat aplikasi atau situs. Kata Tito, tidak jarang nama dari fintech ilegal tersebut menunggangi nama dari fintech yang legal.

Baca juga: Tekan Pertumbuhan Fintech Ilegal, Ini Strategi OJK untuk Menghadapinya

AFPI Fintech Ilegal

“Ketika sudah diblokir dapat menggunakan nama lain dengan pelaku yang sama atau menyerupai dengan yang legal,” bebernya.

Berdasarkan hal itu, ditegaskannya bahwa fintech ilegal otomatis merusak fintech legal, yang mana sudah menjalankan sistem sesuai dengan regulasi. 

Karena itu, ia menyebut bahwa bukan hanya pemerintah, AFPI pun turut berperan untuk memerangi fintech ilegal.  Salah satu caranya, yakni dengan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Kominfo hingga Direktorat Cyber Crime Polri.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Satuan Petugas Pemberantasan Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah menghentikan atau memblokir 1.641 entitas keuangan ilegal sejak 1 Januari 2023 hingga 11 November 2023. Entitas tersebut terdiri dari 18 entitas investasi ilegal dan 1.623 entitas fintech ilegal.

Baca juga: Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Bagaimana Peluang dan Tantangannya?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE