Site icon Dunia Fintech

ALASAN BANYAK ORANG GUNAKAN BITCOIN

ALASAN BANYAK ORANG GUNAKAN BITCOIN

duniafintech.com – Jaman terus berevolusi. Hingga tibalah kita pada abad serba teknologi. Rata-rata transaksi di era ini dilakukan secara online. Bahkan telah hadir pula alat pembayaran di jagat internet, yaitu mata uang digital atau cryptocurrency. Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual yang paling populer. Sejak kemunculannya pada tahun 2009, meskipun pada awalnnya mungkin masih ada beberapa orang yang skeptis dengan aset ini, kenyataannya sekarang Bitcoin semakin banyak penggunanya di seluruh dunia.

Seiring berjalannya waktu, nilai Bitcoin terus meninggi. Meroketnya harga tersebut, pada dasarnya tidak lepas dari bertumbuhnya tingkat permintaan sementara persediaan Bitcoin terbatas, yaitu hanya akan ada 21 juta BTC saja. Kenaikan level permintaan ini juga didorong oleh ketidakpercayaan pegiat teknologi akan sistem sentralisasi atau sistem terpusat. Sebaliknya, teknologi Blockchain yang menjadi tulang punggung mata uang digital merupakan sistem desentralisasi dan bersifat peer-to-peer yang tidak bergantung dengan pihak manapun. Dengan demikian memungkinkan terjadinya transaksi tanpa adanya pihak ketiga.

Dengan sebagian kecil keunggulan Bitcoin tersebut, maka tidak mengherankan apabila Blockchain dikatakan sebagai teknologi ajaib di abad milenium. Bahkan telah banyak negara yang mengadopsi teknologi ini, seperti Dubai, Singapura, Amerika, dll, untuk digunakan ke dalam sistem pemerintahan mereka di berbagai bidang. Baca : duniafintech.com/dubai-menggunakan-blockchain-untuk-membangun-kota-cerdas

Dari segi keamanan, Bitcoin menggunakan kode algoritma matematika untuk dipecahkan sehingga sulit untuk diretas. Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia (www.bitcoin.co.id), menuliskan dalam bukunya Bitcoin for Z Generation, setiap transaksi Bitcoin diproses dan dikonfirmasi secara otomatis di ratusan ribu komputer di dunia. Setelah transaksi itu dikonfirmasi oleh jaringan Bitcoin, hacker harus bisa setidaknya menghack 51% komputer dari ratusan ribu komputer yang tergabung dalam jaringan Bitcoin pada waktu yang sama, dan dengan cara yang sama untuk merombak transaksi. Hal itu dapat dikatakan mustahil dilakukan. Baca: duniafintech.com/ingin-jadi-trader-bitcoin-buku-ini-jawabannya

Dari sisi lain, Bitcoin juga membantu sekian banyak orang yang tidak memiliki akses perbankan. Pengiriman Bitcoin bisa dilakukan kapan saja kepada antar pemilik akun Bitcoin baik di dalam maupun di luar negeri tanpa membutuhkan persyaratan administrasi seperti di bank yang terkadang tidak semua bisa memenuhinya. Bitcoin bisa dikonversikan ke dalam mata uang yang berlaku di suatu negara untuk dilakukan penarikan dan dibelanjakan di negara tersebut. Bahkan telah banyak pula merchant atau pedagang yang mulai menerima pembayaran dengan Bitcoin seperti Dell, Microsoft, Overstock, Rakuten, pusat perbelanjaan Marui di Jepang, restoran dan hotel di Bali. Dengan demikian Bitcoin menjadi mata uang universal di dunia Baca: duniafintech.com/wow-pasar-elektronik-terkenal-ini-menerima-bitcoin

Dilansir dari riaupos.co, Dr H Irvandi Gustari Direktur Utama PT Bank Riau Kepri, menuliskan bahwa ditinjau dari syarat untuk menjadi uang maka sebenarnya Bitcoin pun memenuhi syarat-syarat sebagai uang karena bersifat lama, langka, bisa dibagi, dan bisa dikenali. Merupakan hal yang paling penting untuk menjadi sebuah mata uang universal pada sebuah komoditas agar memperoleh pengakuan sebagai uang, yaitu kepercayaan dan penerimaan masyarakat, kesemuanya itu dimiliki oleh Bitcoin. Tentunya sebagai mata uang, maka Bitcoin pun dapat digunakan sebagai alat tukar, alat satuan hitung, alat bayar, alat pembentukan dan pemindahan modal serta juga sebagai alat penimbun kekayaan.

Bitcoin didesain agar tidak mengalami inflasi karena persediannya yang terbatas. Beberapa kasus yang sempat terjadi karena keruntuhan mata uang kertas seperti di India, Cyprus, Venezuela, dll, baca: duniafintech.com/penduduk-venezuela-mengandalkan-bitcoin-untuk-memenuhi-kebutuhan-hidup-mereka, juga memicu peralihan masyarakat dari mata uang konvensional ke Bitcoin. Peralihan ini seakan menandai sistem perekonomian yang bisa dikontrol sendiri, dan Bitcoin menjadi pilihan mata uang digital yang terbaik di masa-masa kritis. Biaya transaksi menggunakan Bitcoin juga jauh lebih murah.

Baru-baru ini telah hadir pula Bitcoin Cash yang sempat ramai diperbincangkan di dunia mata uang digital. Bitcoin Cash yang merupakan hasil dari percabangan Bitcoin karena Hard Fork ini, nilainya jauh di bawah harga Bitcoin sehingga mereka yang baru saja berinvestasi dengan mata uang digital, menjadikan Bitcoin Cash sebagai pilihan baru dengan harga yang masih terjangkau.

Written By : Sintha Rosse

Exit mobile version