Dunia Fintech

Apa Itu Revenue: Sumber, Jenis, & Perbedaannya dengan Income

Apa itu revenue sangat penting untuk diketahui dalam dunia bisnis dan investasi. Dalam konteks dunia bisnis, apa itu revenue atau pendapatan memiliki peranan signifikan sebagai indikator keberhasilan dan kelangsungan usaha perusahaan. 

Secara umum, apa itu revenue mencakup total penerimaan finansial yang diperoleh oleh perusahaan dari penjualan produk atau jasa selama suatu periode tertentu. Keberhasilan dan kelangsungan perusahaan sangat bergantung pada apa itu revenue, dan hal ini dapat dilihat dari berbagai perspektif. 

Pertama, apa itu revenue berfungsi sebagai sumber utama untuk menutupi biaya operasional perusahaan, termasuk penggajian karyawan, pengeluaran operasional, dan investasi untuk pertumbuhan masa depan. 

Selanjutnya, memiliki apa itu revenue yang stabil dapat meningkatkan kepercayaan investor, memungkinkan perusahaan untuk mengakses dana eksternal guna melakukan ekspansi atau pengembangan bisnis.

Dalam konteks ini, investasi dalam aset kripto muncul sebagai suatu pendekatan inovatif untuk meningkatkan apa itu revenue perusahaan. Dengan tingkat volatilitas yang tinggi, kripto menawarkan peluang investasi yang menarik bagi perusahaan yang tertarik pada aset digital.

Baca juga: Apa Itu Revenue Stream: Jenis hingga Cara Kerja

apa itu revenue

Apa Itu Revenue?

Pendapatan, atau yang dikenal sebagai revenue, merujuk pada hasil yang diperoleh dari kegiatan operasional inti suatu bisnis atau perusahaan. Secara lebih spesifik, apa itu revenue merupakan penerimaan yang terkumpul melalui kegiatan atau aktivitas utama yang dilakukan oleh perusahaan.

Dalam konteks laporan keuangan, apa itu revenue mencerminkan hasil dari seluruh kegiatan bisnis yang dicatat selama suatu periode tertentu. Catatan ini mencakup total bruto sebelum dikurangi dengan biaya produksi dan elemen lainnya.

Nilai dari apa itu revenue menjadi pertimbangan penting bagi para investor, yang kemudian akan dikurangi dengan total nilai retur atau diskon yang diperoleh. Selain itu, revenue juga dapat diinterpretasikan sebagai keuntungan bersih yang dihasilkan dari kegiatan bisnis selama periode tertentu.

Sementara itu, berikut adalah beberapa definisi dari apa itu revenue menurut para ahli, di antaranya:

  1. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia 

Revenue diartikan sebagai penerimaan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas entitas yang normal dan dapat dikenal dengan sebutan lain, seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa.

  1. Menurut Kieso, Warfield, dan Weygandt  

Definisi dari apa itu revenue mereka menyebutkan bahwa revenue adalah aliran kas masuk dari aktiva dan/atau penyelesaian kewajiban yang timbul dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, dan aktivitas pencarian laba lainnya yang merupakan operasi utama atau besar yang berkesinambungan selama suatu periode.

  1. Menurut Martani, dkk.

Martani, dkk. mendefinisikan apa itu revenue sebagai penerimaan yang berasal dari aktivitas normal suatu entitas dan merujuk kepada berbagai istilah seperti penjualan, pendapatan jasa, bunga, dividen, dan royalti.

  1. Menurut Diana dan Setiawati  

Definisi apa itu revenue menurut Diana dan Setiawati mencakup aliran masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode, asalkan aliran masuk tersebut menyebabkan peningkatan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Revenue

Pendapatan sering dijadikan indikator keberhasilan suatu perusahaan, dan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan termasuk harga produk, manajemen hasil (yield management), dan strategi pemasaran. Berikut penjelasan mengenai masing-masing faktor:

  1. Harga Produk

Penentuan harga jual barang dan jasa merupakan faktor utama yang mempengaruhi apa itu revenue. Saat menetapkan harga, perusahaan perlu melakukan pertimbangan yang cermat. Keputusan ini memiliki dampak signifikan pada daya beli konsumen dan potensi laba yang dapat diperoleh oleh perusahaan.

  1. Yield Management

Manajemen Hasil (Yield Management) mencakup strategi penetapan harga, seperti memberikan diskon atau cashback saat konsumen melakukan pembelian dalam jumlah tertentu. Dengan mengelola hasil secara efektif, perusahaan dapat merangsang permintaan dan meningkatkan volume penjualan.

  1. Pemasaran Produk

Faktor ketiga yang memengaruhi apa itu revenue adalah pemasaran produk. Jika produk tidak dipasarkan dengan baik, konsumen akan kesulitan mengetahui keberadaannya. Dampaknya, nilai pendapatan perusahaan dapat mengalami penurunan karena kurangnya efektivitas dalam proses penjualan.

Apa Sajakah Sumber Revenue?

Penting untuk memberikan perhatian khusus pada sumber apa itu revenue, karena kesalahan dalam menetapkan sumber pendapatan yang tidak tepat dapat berdampak pada jumlah pendapatan yang diperoleh, dan hal ini berkaitan erat dengan isu pengukuran revenue.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), apa itu revenue dapat berasal dari transaksi dan kejadian tertentu, termasuk:

  1. Penjualan barang

Ini mencakup barang yang diproduksi oleh entitas untuk dijual, serta barang yang dijual kembali, seperti barang dagang yang dibeli oleh pengecer atau tanah yang dimiliki untuk dijual kembali.

  1. Penjualan jasa

Terhubung dengan pelaksanaan tugas entitas yang telah disepakati secara kontraktual untuk dilaksanakan selama satu periode. Layanan tersebut dapat diberikan dalam satu periode atau lebih dari satu periode.

  1. Penggunaan aset entitas oleh pihak lain

Pemanfaatan aset ini menghasilkan apa itu revenue dalam bentuk berikut:

Jenis-jenis Revenue secara Umum

Secara umum, pendapatan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan sumber penghasilannya, dengan dua kategori utama, yaitu operating revenue dan non-operating revenue. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  1. Operating Revenue

Operating revenue adalah pendapatan yang diperoleh secara langsung dari inti bisnis perusahaan. Pendapatan ini terkait dengan kegiatan utama perusahaan, seperti penjualan barang/produk dan penyediaan jasa.

  1. Non-operating Revenue

Non-operating revenue merupakan jenis pendapatan yang berasal dari sumber penghasilan tambahan. Ini mencakup keuntungan dari investasi saham, bunga dari deposito bank, dan kegiatan bisnis lain yang dilakukan oleh perusahaan, namun tidak terkait secara langsung dengan kegiatan bisnis inti.

Jenis-jenis Revenue dalam Dunia Kripto

Dalam ranah kripto, terdapat berbagai jenis pendapatan yang dapat diperoleh oleh individu atau perusahaan. Beberapa di antaranya berasal dari aktivitas yield farming, trading kripto, dan staking crypto. Berikut penjelasan terkait masing-masing jenis pendapatan di dunia kripto:

  1. Yield Farming

Yield farming merupakan kegiatan menyimpan dan mengunci aset kripto yang dilakukan oleh pemilik aset dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan tujuan memperoleh imbal hasil (yield). Biasanya, imbal hasil ini berasal dari bunga, reward token baru, atau keuntungan lain yang diperoleh dari protokol tersebut. Yield farming sering melibatkan penggunaan likuiditas dalam jumlah besar untuk mencapai imbal hasil yang maksimal.

Baca juga: Apa Itu Market Share? Inilah Jenis dan Cara Mengukurnya

  1. Trading Kripto

Trading kripto adalah kegiatan pembelian dan penjualan aset kripto dengan tujuan memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga. Para trader kripto dapat memanfaatkan perubahan pasar untuk melakukan transaksi jangka pendek (day trading) atau jangka panjang. Keuntungan diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual. Selain itu, trader juga dapat menggunakan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan.

  1. Staking Crypto

Staking merupakan tindakan menyimpan aset kripto dalam dompet atau smart contract khusus untuk mendukung operasi jaringan blockchain. Dalam praktek staking, pihak yang melakukan staking, atau staker, akan menerima imbal hasil berupa token kripto tambahan. Tujuan dari staking adalah untuk membantu menjaga keamanan jaringan dan memberikan insentif kepada pemegang aset agar tidak hanya menyimpannya, tetapi juga menggunakannya untuk mendukung konsensus jaringan.

Apakah Perbedaan Revenue dan Income?

Perlu dicatat bahwa revenue seringkali disamakan dengan penghasilan (income), meskipun keduanya memiliki perbedaan mendasar. Berikut penjelasan mengenai perbedaan antara revenue dan income:

  1. Berdasarkan Sumber Pendapatan

Revenue merujuk pada pendapatan kotor suatu perusahaan, sementara income diartikan sebagai laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan. Revenue mencakup total pendapatan perusahaan, sedangkan income baru dapat dihitung setelah semua biaya yang terkait dengan kegiatan usaha dikurangkan dari total revenue. Dengan demikian, income dapat dianggap sebagai bagian dari revenue. Di sisi lain, revenue dapat berasal dari penjualan produk, bunga deposito, dan investasi, sementara income hanya berasal dari kegiatan operasional perusahaan.

  1. Berdasarkan Perhitungannya

Pendapatan (revenue) dihitung dengan menjumlahkan komponen biaya, termasuk biaya pokok penjualan, biaya operasional bisnis, dan beban pajak. Sebaliknya, pendapatan (income) dapat dihitung melalui dua metode, yaitu laba bersih (net profit) dan laba kotor (gross profit). Dalam perhitungan laba kotor, perusahaan mengurangkan nilai pendapatan dengan harga pokok penjualan (HPP). Sementara itu, pada perhitungan laba bersih, laba kotor dikurangi dengan biaya lain yang terkait dengan proses produksi.

Bagaimanakah Cara Menghitung Revenue?

Bagi para pemula yang sedang memulai bisnis, langkah awal dalam memperkirakan pendapatan adalah dengan menghitung total dana yang diperoleh dari kegiatan perusahaan. Berikut adalah beberapa metode perhitungan pendapatan dengan tiga jenis cara yang berbeda:

  1. Total Pendapatan atau Total Revenue (TR)

Metode ini merupakan perhitungan pendapatan yang paling dasar. Total pendapatan pada jenis ini menjadi dasar dalam perhitungan pendapatan pada jenis uang lainnya. Rumus yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi mengenai total pendapatan perusahaan, yaitu:

Total Revenue (TR) = harga jual x total produksi

  1. Pendapatan Rata-Rata atau Average Revenue (AR)

Metode kedua melibatkan pengetahuan mengenai rata-rata pendapatan perusahaan. Perhitungannya dilakukan dengan membagi total pendapatan dengan nilai jumlah produk yang terjual, atau dapat menggunakan rumus berikut:

Average Revenue (AR) = Total Pendapatan : Jumlah Produk Terjual

  1. Pendapatan Marginal atau Marginal Revenue (MR)

Metode terakhir melibatkan perhitungan pendapatan marjinal (MR), yang merupakan pendapatan tambahan yang diperoleh dari setiap unit tambahan barang yang dijual. Rumus untuk menghitungnya adalah:

Marginal Revenue (MR) = Tambahan TR : Tambahan Jumlah Barang yang Terjual

Tips Cerdas Meningkatkan Revenue

Untuk meningkatkan pendapatan, terdapat beberapa strategi cerdas yang bisa diimplementasikan. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua tips ini selalu berhasil di setiap bisnis karena risiko dan tantangan bisnis dapat bervariasi. Berikut beberapa tips cerdas untuk meningkatkan pendapatan:

  1. Tawarkan diskon

Menurut FreshBooks, memberikan diskon dapat membuat produk atau layanan lebih menarik bagi pelanggan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan secara otomatis. Namun, perlu berhati-hati agar tidak mengalami kerugian karena penjualan produk terlalu murah.

  1. Pakai strategi bundling

Glenn Smith Executive Coaching menyoroti bahwa strategi bundling dapat meningkatkan pendapatan. Selain itu, strategi ini juga dapat membantu pelanggan dengan menawarkan paket barang yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai contoh, daripada menjual HP seharga Rp5 juta tanpa headset dan charger, dapat dipertimbangkan untuk menjual semuanya dalam paket bundling dengan harga yang lebih terjangkau bagi pelanggan.

  1. Tawarkan sistem berlangganan

Tips terakhir untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan menerapkan sistem berlangganan. Menurut Indeed, sistem ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan perangkat lunak atau media, tetapi juga dapat dirancang oleh penjual barang. Sebagai contoh, The Body Shop telah mengimplementasikan sistem pengisian ulang di mana pelanggan dapat membeli satu botol produk dan mengisinya ulang saat habis di toko The Body Shop.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, terdapat berbagai cara untuk memanfaatkan investasi kripto guna meningkatkan pendapatan perusahaan, di antaranya adalah melalui (1) yield farming, (2) trading kripto, dan (3) staking crypto.

Yield farming adalah praktik menyimpan dan mengunci aset kripto yang dilakukan oleh pemilik aset dalam protokol keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi) untuk mendapatkan imbal hasil (yield).

Sementara itu, trading kripto melibatkan aktivitas pembelian dan penjualan aset kripto dengan tujuan memperoleh keuntungan dari perubahan harga. Di sisi lain, staking adalah tindakan menyimpan aset kripto dalam dompet (wallet)/smart contract khusus untuk mendukung operasi jaringan blockchain.

Lebih lanjut, perlu diingat bahwa setiap strategi harus disesuaikan dengan tujuan jangka panjang perusahaan dan profil risiko yang telah ditentukan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa investasi kripto melibatkan tingkat volatilitas yang tinggi, dan keputusan harus diambil dengan hati-hati.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Segera Digelar! Ajang Apresiasi Industri Keuangan Syariah dan Fintech Lending

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version