30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Mengenal Apa Itu Technopreneurship: Perkembangan hingga Skill yang Wajib Dimiliki

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu technopreneurship?  Pada dasarnya, technopreneurship adalah istilah yang tengah berkembang dan semakin populer dalam dunia bisnis

Meskipun mungkin belum dikenal oleh semua orang, istilah ini menjadi perbincangan luas dan terus mendapatkan perhatian. 

Berikut adalah penjelasan mengenai konsep technopreneurship beserta aspek-aspek terkaitnya. Simak yuk di bawah ini!

Apa Itu Technopreneurship?

Technopreneurship merujuk pada bentuk kewirausahaan yang melibatkan pemanfaatan dan penggabungan antara keahlian wirausaha dengan pengetahuan teknologi. Ia merupakan simbiosis antara “technology” (teknologi) dan “entrepreneurship” (kewirausahaan), menciptakan entitas bisnis yang fokus pada inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi. 

Baca juga: Wajib Tahu! Ternyata Begini Cara Mudah Membaca Candlestick untuk Pemula

Perkembangan teknologi yang pesat telah menjadikan istilah ini semakin populer, terutama di kalangan perusahaan startup yang menjadikan teknologi sebagai fondasi utama bisnis mereka.

Aspek-aspek Penting Technopreneurship

  1. Inovasi Berkelanjutan

Fokus pada pengembangan produk atau layanan yang dapat berkelanjutan melalui terus-menerus mengadopsi teknologi terbaru.

  1. Manajemen Risiko

Kemampuan untuk mengelola risiko yang mungkin timbul dalam lingkungan teknologi yang dinamis.

  1. Global Market

Orientasi pada pasar global sebagai target potensial untuk produk atau layanan teknologi.

  1. Kemitraan Strategis

Kerja sama dengan lembaga riset, pemangku kepentingan, dan mitra teknologi untuk memperkuat pangsa pasar.

Skill yang Wajib Dimiliki Terkait Apa Itu Technopreneurship

1. Penyelesaian Masalah

Sebagai seorang technopreneur yang sukses, kemampuan untuk menyelesaikan masalah menjadi kunci penting. Dalam perjalanan membangun bisnis, tantangan tak terduga pasti akan muncul. Oleh karena itu, memiliki keterampilan penyelesaian masalah akan memastikan kelangsungan perusahaan dalam menghadapi berbagai kendala.

2. Kerja Sama Tim

Keberhasilan seorang technopreneur tidak hanya bergantung pada kemampuannya menjalankan bisnis secara mandiri. Sebaliknya, kemampuan untuk membangun dan memimpin tim yang solid menjadi kunci kesuksesan. Tim yang kuat, terdiri dari individu dengan latar belakang yang beragam, dapat bekerja bersama untuk mengembangkan perusahaan dan mewujudkan visi bersama.

3. Pengambilan Keputusan

Bisnis adalah lingkungan yang dinamis dan bergerak cepat. Seorang technopreneur perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk memanfaatkan peluang yang muncul, karena peluang tidak selalu datang dua kali. Dengan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat, seorang technopreneur dapat merespon perubahan pasar dan memanfaatkan momentum untuk pertumbuhan perusahaan.

Baca juga: Suku Bunga Fintech akan Turun Tahun Depan, Lender Masih Tertarik Investasi?

Apa Itu Technopreneurship

Perkembangan dari Apa Itu Technopreneurship di Indonesia

Perkembangan technopreneurship di Indonesia mengalami peningkatan sejalan dengan kemajuan ekonomi negara ini. Menurut penelitian, proyeksi pada tahun 2030 menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Pertumbuhan ini diprediksi terutama karena Indonesia akan mengalami puncak usia produktif pada tahun 2030, di mana masyarakat usia produktif akan mendominasi demografi. Faktor lain yang turut mendukung adalah peningkatan jumlah pengguna internet, menciptakan peluang bisnis yang besar di sektor teknologi.

Technopreneurship, sebagai kegiatan yang membutuhkan ketelatenan dan keterampilan bisnis tinggi, menuntut pemahaman mendalam terhadap peluang pasar. Oleh karena itu, kesuksesan dalam technopreneurship bergantung pada kemampuan untuk peka terhadap perubahan dan peluang yang muncul.

Pentingnya Technopreneurship

1. Meningkatkan Pemanfaatan Sumber Daya yang Ada

Seorang technopreneur berfokus pada menciptakan bisnis dengan menyediakan solusi untuk masalah sehari-hari. Mereka dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka, contohnya adalah ojek online yang menjadikan masyarakat sekitar sebagai mitra.

  1. Membuka Lapangan Kerja

Technopreneurship berkontribusi dalam pembukaan lapangan kerja melalui kerjasama dengan mitra. Kolaborasi ini bukan hanya menguntungkan technopreneur, tetapi juga mendukung pertumbuhan lapangan pekerjaan.

  1. Mendorong Perkembangan Teknologi

Keberadaan technopreneurship memiliki potensi besar untuk mendorong perkembangan teknologi. Dengan banyaknya bisnis berbasis teknologi, ini mendorong persaingan untuk menciptakan inovasi baru guna menarik perhatian konsumen.

Contoh Technopreneur

Berikut adalah beberapa contoh tokoh technopreneur yang telah sukses dan terus berkembang:

  • Nadiem Makarim
  • Bill Gates
  • Elon Musk

Baca juga: Investor Kripto Siap-siap! BlackRock Cs Segera Luncurkan ETF Bitcoin

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE