Site icon Dunia Fintech

Aset Kripto Dianggap Ancam Stabilitas Keuangan Global?

aset kripto keuangan global

JAKARTA, duniafintech.com – Meningkatnya pengguna aset kripto membuat Bank Indonesia (BI) khawatir karena dianggap mengancam stabilitas keuangan global. Padahal banyak pihak menganggap kripto merupakan aset investasi dan bukanlah alat pembayaran.

Akibat aset kripto dianggap sebagai ancaman stabilitas keuangan global, Bank Indonesia menganggap keberadaan kripto termasuk salah satu isu strategis global hingga dibawa ke dalam pertemuan G20 Finance Track Finance and Central Bank Deputies (FCBD) and 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua Bali, beberapa hari yang lalu.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P.Joewono menjelaskan aset kripto memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi sistem keuangan. Namun disisi lain, aset kripto berpotensi menimbulkan sumber risiko baru yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter dan sistem keuangan.

Baca juga: Bank Indonesia Terbitkan Uang Digital, Uang Tunai Tetap Beredar

Selain itu, keberadaan aset kripto melatarbelakangi bank sentral dalam menjajaki desain dan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral. Mayoritas bank sentral dunia telah melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing.

“Guna mengatasi risiko stabilitas dari aset kripto tersebut, dibutuhkan kerangka regulasi untuk mengatasinya,” kata Doni.

Baca jugaPemerintah Belum Atur Suku Bunga Pinjaman Fintech, OJK: Diserahkan Mekanisme Pasar

Kembali ke topik aset kripto masuk dalam isu strategis global. Menurut Bank Indonesia, bagaimana CBDC dapat dirancang sehingga memfasilitasi konektivitas pembayaran lintas negara namun tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Kemudian, untuk meramu mitigasi dampak negatif dari aset kripto terhadap stabilitas sistem keuangan melalui kerangka pengaturan dan pengawasan yang efektif.

“Tujuan yang ingin dicapai adalah memitigasi risiko dari penggunaan aset kripto dan memastikan level playing field, dengan tanpa menghambat inovasi dan inklusi. Membangun kesadaran publik akan risiko penggunaan aset kripto merupakan hal penting,” kata Kepala Departemen Informasi Bank Indonesia, Erwin Haryono.

Baca jugaPinjaman Online Resmi OJK 2022, Cek di Sini

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Heronimus Ronito

Editor: Rahmat Fitranto

Exit mobile version