Dunia Fintech

Di Tengah Gejolak Pasar, Aset Kripto Ini Cocok Untuk Jangka Panjang

JAKARTA, duniafintech.com – Aset kripto untuk jangka panjang bisa menjadi pilihan tepat dalam berinvestasi. Sebab, aset kripto untuk jangka panjang tentunya memiliki peluang cuan yang lebih menjanjikan. 

Kripto merupakan jenis aset yang cukup berbeda dengan aset tradisional seperti saham, properti, dan sebagainya. Sebab kripto memiliki pergerakan harga yang naik dan turun secara signifikan dalam hitungan jam atau bahkan menit sekalipun. 

Atas dasar tersebut, aset kripto mungkin bisa cukup menguntungkan namun juga bisa memberi kerugian besar saat harganya jatuh. Oleh sebab itu, Anda mungkin memerlukan strategi khusus untuk mengurangi risiko kerugian.

Cara yang bisa Anda terapkan adalah diversifikasi aset kripto yaitu membagi dana investasi aset kripto ke beberapa aset atau mata uang kripto yang berbeda. Nah, untuk melakukan strategi ini Anda sebaiknya mengkombinasikan beberapa aset kripto dengan karakter, risiko, dan teknologi yang berbeda-beda.

Sementara melansir Investopedia, cryptocurrency atau mata uang kripto adalah sebuah mata uang digital atau virtual yang dijamin oleh cryptography. Dengan adanya cryptography, mata uang digital ini menjadi hampir tidak mungkin dipalsukan.

Pencatatan semua transaksi yang dilakukan tersimpan pada teknologi blockchain. Blockchain tersebar luas antara satu komputer dengan komputer lain dan terkoneksi di dalam satu jaringan yang tersebar luas sehingga tidak terpusat pada satu tempat, atau dikenal dengan istilah desentralisasi.

Baca jugaRegulasi Aset Kripto, Bitcoin Cs Legal Sebagai Instrumen Investasi

Sederhananya, kripto adalah mata uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi antar pengguna tanpa perlu melewati pihak ketiga.

Selain digunakan sebagai alat transaksi, banyak pengguna yang memanfaatkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi. Hal ini disebabkan oleh naik turunnya nilai mata uang virtual tersebut.

Aset Kripto Untuk Jangka Panjang

Aset Kripto Untuk Jangka Panjang

Berikut ini ada 5 koin kripto yang cukup banyak diminati, tentunya ini bisa jadi aset kripto untuk jangka panjang, berikut ulasannya:

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin yang disebut sebagai ’emas digital’ karena jumlahnya terbatas namun memiliki banyak peminat. Persediaan koin kripto satu ini hanya dibatasi 21 juta saja dan pada April 2022 setidaknya sudah ada 19 juta Bitcoin yang diperedarkan di pasar. 

Bitcoin kini menjadi salah satu aset kripto dengan nilai paling tinggi dan jumlah pengguna terbanyak. Bisa digunakan untuk berbagai pembayaran jadi salah satu alasan Bitcoin banyak diminati yang membuat nilainya juga makin tinggi. Untuk menekan kerugian aset kripto, investasi pada Bitcoin pun paling menguntungkan dalam jangka panjang.

2. Ethereum (ETH)

Ether adalah koin yang dirilis oleh Ethereum dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar setelah Bitcoin. Koin kripto ini kerap disebut sebagai ‘perak digital’ karena dibangun pada blockchain Ethereum yang dapat diaplikasikan dalam banyak hal.

Baca jugaApa itu Bitcoin Halving? Begini Penjelasan Lengkap Hingga Efeknya pada Pasar

Ether memfasilitasi pembayaran tidak terpusat dan memiliki teknologi smart contract yang dapat diaplikasikan di berbagai industri. Ini menjadi keunggulan blockchain Ethereum dibandingkan Bitcoin. Agar investasi kripto lebih sedikit aman dari kerugian besar, Ether bisa jadi rekomendasi yang cocok sebab tingginya peminat juga membuat harganya kerap naik.

3. Litecoin (LTC)

Rekomendasi koin ke-3 yaitu Litecoin yang merupakan modifikasi dari Bitcoin. Untuk membagi tingginya transaksi Bitcoin maka diciptakanlah Litecoin untuk membagi kapasitas transaksi tersebut.

Jumlah Litecoin juga dibatasi hanya sebesar 84 juta saja dan masuk dalam salah satu koin yang paling banyak diperjual-belikan. Ini mungkin cocok jadi diversifikasi aset kripto.

4. Ripple (XRP)

Ripple diciptakan agar kompatibel dengan sistem perbankan yang fungsinya untuk membuat sistem transfer uang, penyelesaian pembayaran (payment settlement), dan pertukaran mata uang lebih aman dan cepat. Ripple dianggap lebih efisien jika dibandingkan dengan platform pembayaran seperti SWIFT.

Jaringan Ripple sudah digunakan di beberapa bank besar di dunia, sehingga potensi adopsinya masih bisa lebih luas lagi. Saat performa aset kripto lainnya sedang menurun performanya Ripple mungkin tidak mengalami risiko serupa.

5. USD Coin (USDC)

USD Coin bukanlah aset kripto yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat. Koin berkode USDC ini adalah mata uang digital yang harganya diatur untuk memiliki nilai yang sama dengan dolar Amerika. USDC tergolong dalam stablecoin atau koin yang didesain agar harganya tetap stabil jika dibandingkan dengan aset kripto pada umumnya.

Demikianlah ulasan mengenai aset kripto untuk jangka panjang yang mesti Anda pahami. Tunggu apalagi, segera miliki. 

Baca jugaPerbedaan Crypto Crash dan Koreksi Bitcoin, Trader Wajib Paham

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

Exit mobile version