Banyak investor pemula bertanya-tanya bagaimana Bitcoin naik dan turun dengan pergerakan yang begitu cepat. Dalam hitungan jam, harga bisa melonjak tinggi atau terkoreksi tajam.
Untuk memahami bagaimana Bitcoin naik dan turun, kita perlu melihat faktor permintaan, penawaran, sentimen pasar, hingga kondisi ekonomi global.
1. Mekanisme Supply dan Demand
Faktor utama yang menjelaskan bagaimana Bitcoin naik dan turun adalah hukum dasar ekonomi: supply dan demand.
Bitcoin memiliki suplai terbatas maksimal 21 juta koin. Ketika permintaan meningkat sementara suplai terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika banyak investor menjual secara bersamaan, harga bisa turun drastis.
2. Pengaruh Sentimen Pasar

Sebaliknya, isu negatif seperti larangan pemerintah atau kebangkrutan perusahaan kripto dapat memicu panic selling.
3. Pergerakan Whale Bitcoin
Investor besar atau “whale” memiliki pengaruh signifikan terhadap bagaimana Bitcoin naik dan turun. Ketika whale membeli dalam jumlah besar, harga bisa terdorong naik karena permintaan meningkat.
Namun jika mereka menjual dalam jumlah besar, tekanan jual dapat memicu penurunan harga secara cepat.
4. Faktor Makroekonomi Global
Kondisi ekonomi global juga menjelaskan bagaimana Bitcoin naik dan turun. Kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi, hingga kondisi geopolitik dapat memengaruhi aliran dana ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Saat suku bunga naik, investor cenderung mengurangi aset berisiko sehingga harga bisa turun.
5. Siklus Pasar Kripto
Pasar kripto memiliki siklus bullish dan bearish. Dalam siklus bullish, euforia investor membuat harga naik signifikan. Dalam fase bearish, tekanan jual lebih dominan.
Memahami siklus ini membantu menjelaskan bagaimana Bitcoin naik dan turun dalam jangka panjang.
6. Faktor Teknis dan Level Psikologis
Analisis teknikal juga berperan dalam memahami bagaimana Bitcoin naik dan turun. Level support dan resistance sering menjadi titik pembalikan harga.
Level psikologis seperti USD 50.000 atau USD 100.000 sering menjadi area penting karena banyak trader memasang order di angka bulat tersebut.
Baca juga :
7. Pengaruh Regulasi dan Kebijakan
Regulasi dari berbagai negara sangat memengaruhi bagaimana Bitcoin naik dan turun. Legalitas, pajak, atau kebijakan pembatasan dapat memicu lonjakan atau penurunan harga.
Kepastian regulasi biasanya memberi sentimen positif bagi pasar.
8. Peran Platform Perdagangan
Pergerakan harga juga dipengaruhi aktivitas di berbagai exchange. Di Indonesia, investor bisa memantau dan memperdagangkan Bitcoin melalui Indodax.
Volume transaksi di platform trading turut mencerminkan minat pasar terhadap Bitcoin.
Kesimpulan
Memahami bagaimana Bitcoin naik dan turun membutuhkan pemahaman tentang supply-demand, sentimen pasar, pergerakan whale, faktor makroekonomi, hingga analisis teknikal. Harga Bitcoin tidak bergerak secara acak, melainkan dipengaruhi kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan. Dengan memahami mekanisme ini, investor dapat mengambil keputusan yang lebih rasional di tengah volatilitas pasar kripto.