Dunia Fintech

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com – Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal. 

FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa takut merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya.

FOMO adalah sebuah istilah yang umum digunakan di dunia cryptocurrency. Istilah tersebut adalah ketakutan bahwa seorang trader akan kehilangan kesempatan untuk dapat memanfaatkan kenaikan kritis dalam harga kripto. 

Baca jugaApa Itu Blockchain? Teknologi Canggih di Balik Bitcoin dan Mata Uang Crypto

Dengan fluktuasi yang terbilang cukup besar dalam harga mata uang kripto, mungkin para trader akan merasa mereka sudah terlambat dan ketinggalan informasi jika melihat indikator harga positif dari koin tertentu yang bergerak secara signifikan.

Akibatnya akan memicu adanya ketakutan bagi para trader bahwa harga akan terus naik, sehingga nantinya akan memicu trader untuk menjual koin mereka dengan harga lebih rendah untuk membeli koin yang sedang naik daun karena takut kehilangan keuntungan yang lebih besar. Fear of Missing Out seringkali menjadi faktor naik dan turunnya harga dari sebuah aset crypto.

Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto– Tips Menghindarinya

Bahaya FOMO bagi trader kripto penting Anda ketahui dan apakah hal ini bisa dihindari oleh trader? Berikut ini adalah tips untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjebak. 

1. Jangan Terlalu Sering Membuka Internet dan Market– Bahaya FOMO bagi Trader Kripto

Ini adalah salah satu cara termudah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi Fear of Missing Out. Ketika kamu mulai merasa cemas dan gegabah dalam mengambil tindakan yang dikarenakan serangkaian berita crypto di luar sana, maka ada baiknya untuk memutuskan internet, tidak berselancar di dunia maya, jangan membuka media sosial dan jangan berfokus kepada market.

Baca jugaBerita Kripto Hari Ini: Aturan Bapebbti Perkuat Industri Aset Kripto, Simak Update Harga Berikut Ini

Cobalah untuk mengalihkan fokus ke hal lain, misalnya olahraga, baca buku, menonton film dan lain sebagainya.  Mengalihkan fokus bertujuan untuk meredakan kondisi emosional dan rasa cemas dari kepanikan dan ketakutan terhadap ketinggalan sesuatu.

2. Melihat Statistik untuk Mendapatkan Gambaran Nyata– Bahaya FOMO bagi Trader Kripto

Kisah BTC dan ETH yang telah membangkitkan imajinasi banyak pedagang dan investor tidak berpengalaman. Oleh karena itu, setiap koin yang memasarkan dirinya sendiri sebagai “Bitcoin baru” terlihat seperti peluang unik untuk menciptakan peluang kekayaan.

Agar kamu tidak ketinggalan dan tergiur dengan iming-iming “Bitcoin Baru” ada baiknya kamu lihat beberapa statistik untuk menyadari bahwa untuk di antara BTC atau ETH, ada ratusan shitcoin atau koin micin. Masing-masing juga dapat berpura-pura menjadi revolusioner atau inovatif untuk menarik investor yang digerakkan oleh Fear of Missing Out.

3. Jangan Bergantung Pada Intuisi

Banyak pemula yang cenderung akan mendengarkan nyali dan intuisi mereka dibandingkan dengan logika dalam hal menghasilkan uang. Jika kamu memiliki “perasaan” tentang beberapa koin yang ada di market, ada baiknya untuk ditahan keinginannya untuk segera membelinya. Terkadang alam bawah sadar bermaksud baik telah mengaburkan realitas kita dan memaksa untuk dapat membuat keputusan yang buruk.

4. Analisis Kesalahan

Setiap orang yang berdagang crypto pasti memiliki riwayat kegagalan akibat ketakutan mereka mengenai ketinggalan sebuah tren pasar. Karena itu ada baiknya apabila kamu dapat mengevaluasi sebuah kesalahan yang kamu lakukan karena FOMO. 

Hal ini bisa dilihat dari seberapa dana yang kamu hilangkan, apa tindakan yang kamu lakukan saat terjadi Fear of Missing Out dan lain sebagainya. Evaluasi kesalahan yang telah dilakukan dapat menjadi bagian penting untuk bisa memperbaiki kondisi emosi dan juga logika dalam menghadapi ketakutan akan ketinggalan tren pasar crypto yang sering terjadi.

5. Membaca Tentang Penipuan Berbasis FOMO

Salah satu jenis penipuan terkenal yang dimainkan melalui metode ini adalah dengan skema pump-and-dump. Singkat cerita, yakni kelompok di balik skema tersebut akan membuat harga beberapa shitcoin atau koin micin naik tajam. 

Hal ini dapat menarik banyak pedagang Fear of Missing Out yang percaya bahwa mereka telah melihat “hal besar berikutnya”. Ketika harga sudah mencapai tanda tertentu, maka penipu akan menjual koin mereka dan mendapatkan lebih banyak keuntungan, meski dengan mengorbankan pemain lain.

6. Mengingat Kembali Bahwa Tidak Selamanya Kamu Untung

Perlu diingat kembali bahwa dalam instrumen investasi apapun ada yang namanya untung dan rugi. Dengan demikian, maka tidak mungkin untuk terus untung ataupun sebaliknya. Jadi, bersikaplah secara realistis dan menerima kerugian jika memang melakukan kesalahan dalam memutuskan entry market yang sangat volatil. 

Cara untuk menghindari kerugian dan membuatmu tetap tenang dalam perdagangan adalah dengan membuat strategi trading dan tetap berpegang pada hal tersebut.

Terakhir adalah FOMO bisa untuk dihindari jika kamu sudah memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aset crypto, karena itu selain dengan melakukan tips yang sudah dijelaskan sebelumnya, akan lebih baik lagi apabila kamu terus belajar mengenai dunia crypto yang senantiasa berubah dengan cepat.

Demikianlah ulasan mengenai bahaya FOMO bagi trader kripto dan tips menghindarinya. Semoga bermanfaat.

Baca jugaGame Treasure of Monsters: Aplikasi Penghasil Uang Terbukti Membayar

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Exit mobile version