Perusahaan teknologi sekaligus treasury Bitcoin terbesar di dunia, MicroStrategy (kini dikenal sebagai Strategy), kembali mencatat lonjakan keuntungan dari investasi BTC.
Dalam tiga minggu pertama April 2026 saja, perusahaan berhasil memperoleh 47.079 BTC dengan nilai sekitar US$3,6 miliar—sebuah angka yang menunjukkan agresivitas strategi akumulasi mereka.
Total Kepemilikan Bitcoin Tembus 815.000 BTC
Saat ini, MicroStrategy memegang sekitar 815.061 BTC, dengan nilai total lebih dari US$62 miliar.
Jumlah ini sangat signifikan karena:
- Mewakili lebih dari 5% dari total suplai BTC (maksimal 21 juta BTC)
- Menjadikan perusahaan sebagai pemegang BTC korporasi terbesar di dunia
Dipimpin oleh Michael Saylor, perusahaan menjadikan Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca keuangannya.
Laju Pembelian 2026 Lebih Cepat dari 2025
Menariknya, dalam 110 hari pertama 2026, MicroStrategy sudah membeli sekitar 62,8% dari total pembelian sepanjang 2025.
Jika tren ini berlanjut, perusahaan berpotensi:
- Menembus 1 juta BTC sebelum akhir 2026
- Memperkuat dominasi sebagai “whale” terbesar di pasar kripto
Saylor bahkan memperkenalkan metrik baru bernama BTC Gain sebagai analog laba bersih dalam standar Bitcoin.
Dukungan Institusi Semakin Besar
Dukungan dari investor institusional juga terus meningkat. Capital Group, salah satu manajer aset terbesar dunia, menambah kepemilikan saham MicroStrategy secara signifikan.
Melalui fund American Funds, mereka kini memegang:
- 10,33 juta saham MSTR
- Nilai investasi sekitar US$1,78 miliar
Langkah ini menunjukkan kepercayaan besar institusi terhadap strategi Bitcoin perusahaan.
Tantangan ke Depan
Meski performa impresif, keberlanjutan strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor:
- Akses terhadap pendanaan murah
- Stabilitas atau kenaikan harga BTC
- Kondisi makroekonomi global
Namun sejauh ini, MicroStrategy berhasil membuktikan bahwa pendekatan “Bitcoin sebagai aset utama” bisa menghasilkan keuntungan besar—dan bahkan mengubah cara perusahaan publik mengelola kas mereka.