Dunia Fintech

Berita Bitcoin Hari Ini: BTC Masih Loyo, Disusul ETH yang Lesu

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini masih mengulas seputar perdagangan aset kripto yang masih lesu. 

Pasar kripto tampak loyo pada perdagangan akhir pekan ini. Pada Minggu 21 Agustus 2022 ini, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dua kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini tampak belum bergairah. 

Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor yang mendorong hal tersebut. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak berita Bitcoin hari ini. 

Berita Bitcoin Hari Ini

Pasar Kripto Belum Bergairah– Berita Bitcoin Hari Ini

Inilah berita Bitcoin hari ini:

1. Berita Bitcoin Hari Ini: Update Harga 21 Agustus 2022.

Harga kripto jajaran teratas cenderung bergerak beragam pada perdagangan Minggu, 21 Agustus 2022. Namun, bitcoin kembali berbalik arah ke zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Minggu (21/8/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC) menguat 0,65 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan, harga bitcoin anjlok 13,59 persen. 

Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 21.195,11 atau sekitar Rp 315 juta (asumsi kurs Rp 14.862 per dolar AS).

Sementara itu, harga ethereum (ETH) berada di zona merah. Dalam 24 jam terakhir, harga ethereum merosot 2,96 persen. Selama sepekan terakhir, harga ethereum rontok 20,59 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.580,59 atau sekitar Rp 23,48 juta.

Di sisi lain, harga binance coin (BNB) menguat tipis 0,34 persen selama 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BNB jatuh 13,02 persen. Saat ini, harga BNB di posisi USD 284,71 atau sekitar Rp 4,22 juta.

Kemudian harga cardano (ADA) berada di zona merah dengan merosot 1,07 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga cardano jatuh 22,66 persen. Kini, harga cardano berada di posisi USD 0,4508.

Sementara itu, harga XRP melemah 0,76 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga XRP turun 11,55 persen. Kini harga XRP berada di posisi USD 0,3371.

Harga solana juga berada di zona merah. Harga solana (SOL) susut 3,49 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga solana jatuh 24,15 persen. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 35,31.

Baca juga: Karakteristik Bitcoin, “Emas Digital” yang Jadi Investasi Populer 

Harga dogecoin (DOGE) melemah tipis 0,23 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga dogecoin anjlok 6 persen. Kini harga dogecoin berada di posisi USD 0,06917.

Stablecoin seperti tether (USDT) berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga tether berada di zona merah dengan turun 0,03 persen. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) turun tipis 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga USDC menguat terbatas 0,02 persen. Saat ini, harga USD Coin berada di posisi USD 1,00.

Sementara itu, harga binance USD (BUSD) melemah terbatas 0,03 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BUSD turun 0,02 persen. Kini harga binance USD berada di posisi USD 0,9998.

2. Pasar Kripto Turun, Bitcoin Sentuh Rp 314,30 Juta

Sebelumnya, melansir dari liputan6.com, bitcoin terpantau merosot pada perdagangan Jumat, 19 Agustus 2022. 

Bitcoin jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu terakhir ke posisi di bawah USD 22.000 atau sekitar Rp 327,33 juta (asumsi kurs Rp 14.878 per dolar Amerika Serikat). Hal itu terjadi di tengah aksi jual crypto yang tiba-tiba di awal perdagangan Eropa.

Melansir CNBC, Sabtu (20/8/2022) kemarin, bitcoin jatuh dari USD 22.738 atau Rp 338,32 juta menjadi di bawah USD 21,1234 atau sekitar Rp 314,30 juta pada pukul 4:00 sore waktu setempat berdasarkan data CoinDesk. Sebelumnya, cryptocurrency berfluktuasi antara USD 21.500 dan USD 22.000. 

Penurunan terjadi tak lama setelah koin digital terbesar di dunia itu melampaui level USD 25.000 untuk pertama kalinya sejak Juni.

Sementara ether turun dari USD 1.808 menjadi USD 1.728 atau sekitar Rp 25,71 juta pada saat yang sama sebelum sempat rebound terbatas, dan harus tergelincir lebih jauh lagi ke posisi USD 1.683,90 atau sekitar Rp 25,04 juta pada pukul 4:00 sore waktu setempat.

“Ini tidak menunjukkan pola flash crash, karena aset tidak segera rebound tajam tetapi tenggelam lebih rendah pada jam-jam berikutnya. Tampaknya hal itu terjadi sebagai akibat dari transaksi penjualan yang besar, tanpa adanya faktor eksternal lainnya,” kata analis pasar dan investasi senior di Hargreaves Lansdown, Susannah Streeter, dikutip dari CNBC, Sabtu (20/8/2022).

Baca jugaSering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Trading Kripto dan Forex

Streeter mengatakan, tampaknya cardano membuat penurunan pertama, diikuti oleh bitcoin dan ether. Lalu disusul koin yang lebih kecil seperti dogecoin.

3. Ikuti Gerak Pasar Saham? 

Koin digital mungkin juga mengikuti pergerakan pasar ekuitas yang berada pada tren lebih rendah. 

Analis pasar crypto, Simon Peters mencermati pasar ekuitas AS mulai loyo usai The Fed mengumumkan risalah pertemuan dengan hasil bank sentral itu akan melanjutkan kenaikkan suku bunga hingga inflasi mulai terkendali.

Sementara The Fed juga tidak memiliki panduan mengenai kenaikan suku bunga di masa mendatang.

“Dengan korelasi yang erat antara ekuitas AS dan crypto dalam beberapa bulan terakhir, saya menduga ini telah disaring ke pasar crypto dan itulah mengapa kami melihat aksi jual. Tren ini mungkin juga diperburuk oleh likuidasi posisi buy di pasar berjangka bitcoin abadi,” kata dia.

Mengutip data Coinglass, Peters mengatakan telah menjadi likuidasi terbesar dari posisi beli berjangka sejak 18 Juni, bersamaan dengan momentum bitcoin mencapai harga terendah tahun ini sekitar USD 17.500.

Bitcoin dan eter berakhir pada hari Kamis dengan merah, tetapi eter telah melonjak lebih dari 100 persen sejak pertengahan Juni karena investor bersiap untuk peningkatan besar-besaran ke jaringan ethereum.

Baca jugaWaktu Terbaik untuk Trading Kripto Agar Profit, Ternyata Begini Lho! 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Exit mobile version