Dunia Fintech

Berita Fintech Indonesia: Rekomendasi Pinjaman Online Syariah 2023 Berizin OJK

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini mengulas terkait rekomendasi pinjaman online syariah/pinjol berbasis syariat.

Belakangan ini, pinjol syariah memang mulai banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal itu karena jenis pembiayaan ini menawarkan aktivitas pinjam-meminjam sesuai dengan syariat Islam.

Pinjaman ini banyak diminati, utamanya, oleh mereka yang tidak mau membayar cicilan dengan bunga.

Sebagai gantinya, pinjaman syariah memakai sistem murabahah dan ijarah untuk memperoleh untung.

Untuk mengetahui lebih jauh soal jenis pinjaman online yang satu ini, berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Warga RI Bisa Utang ke Beberapa Pinjol Sekaligus, Ini Tanggapan AFPI

Berita Fintech Indonesia: Tips Memilih Pinjaman Online Syariah

  1. Legalitas status layanan

Situs pinjaman online syariah yang jelas haruslah sudah mengantongi izin usaha yang resmi dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

2. Rekomendasi terkait rekam jejak kualitas penyedia layanan

Pada era komunikasi digital saat ini, tentunya tidaklah sulit bagi kamu untuk mendapatkan informasi tentang rekam jejak suatu situs pinjaman online.

Maka dari itu, pilihlah situs yang telah memperoleh rekomendasi baik dari masyarakat, khususnya nasabah yang pernah menggunakannya.

3. Tujuan penggunaan dana pinjaman

Adapun situs pinjaman online berbasis syariat Islam biasanya akan mensyaratkan penggunaan dana harus untuk kepentingan yang halal.

Beberapa di antaranya bahkan memfokuskan diri untuk memberi pinjaman dengan tujuan spesifik, seperti haji atau wisata religi, modal usaha, kredit rumah, dan seterusnya.

Nah, supaya bisa memperoleh manfaat layanan pinjaman yang efektif, sebaiknya pilihlah situs yang selaras dengan tujuan kamu.

  1. Ketersediaan fasilitas layanan konsumen

Tersedianya fasilitas layanan konsumen yang sigap dan responsif tentunya akan sangat memudahkan kamu berkomunikasi dengan pihak pemberi pinjaman.

Dengan demikian, kamu dapat segera mendapatkan bantuan jika mengalami kendala selama menjalani masa kredit.

Jenis-jenis Akad pada Pinjaman Online Syariah

Adapun pada proses pengajuan pinjaman online berbasis syariat ini, terdapat akad yang diterapkan. Inilah jenis-jenis akad yang digunakan:

  1. Al-ba’i (jual – beli): Penjual dan pembeli menggunakan akad ini untuk perpindahan atau pertukaran kepemilikan barang dan harga;
  2. Ijarah: Akad ini digunakan untuk pemindahan hak guna atas barang atau jasa dengan waktu tertentu menggunakan upah;
  3. Mudharabah: Antara penjual dan pembeli menggunakan akad ini untuk pengelolaan modal dan keuntungan usaha berdasarkan nisbah;
  4. Musyarakah: Antara kedua pihak atau lebih dalam usaha menggunakan akad musyarakah untuk membagi keuntungan sesuai nisbah yang disepakati;
  5. Wakalah: Akad pelimpahan kuasa untuk melakukan perbuatan hukum tertentu dengan imbalan upah;
  6. Qardh: Akad pinjaman antara pemberi dan penerima dengan ketentuan penerima pinjaman harus mengembalikan uang dengan waktu dan cara yang disepakati. 

Berita Fintech Indonesia: Rekomendasi Pinjaman Online Syariah Berizin OJK

  1. Duha Syariah

Duha Syariah memberikan layanan pembiayaan untuk pembelian barang dan jasa serta kegiatan produktif sesuai prinsip syariah. Terdapat dua tipe pembiayaan di Duha Syariah, yakni tipe konsumtif (barang atau jasa) dan tipe perjalanan religi.

Masing-masing produk punya fitur dan persyaratan kredit yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:

Persyaratan pengajuan pinjaman di Duha Syariah adalah:

  1. Ammana

Ammana adalah fintech syariah pertama di Indonesia yang melayani pelaku usaha UMKM. Ammana memiliki program pendanaan bersama atau halal dengan sistem crowdfunding.

Imbal hasil yang diberikan Ammana untuk pendanaan juga cukup besar yakni sekitar 24% per tahun. Pinjaman syariah online langsung cair ini punya sistem non direct funding, yang artinya mewajibkan kamu menjadi anggota dari mitra keuangan syariah mikro yang telah terdaftar di Ammana.

Tujuannya agar Ammana tahu profil dan kualitas bisnismu sehingga dapat memastikan kamu menyelesaikan angsurannya tepat waktu. Inilah cara mengajukan pinjaman di Ammana:

  1. Pembiayaan Al Salaam Syariah (PAS)

Pembiayaan Al Salaam Syariah menyediakan pinjaman mulai dari Rp15 juta dan maksimal Rp1,5 miliar. Tenor atau jangka waktu pelunasannya mulai dari 60 bulan atau lima tahun.

Kamu bisa mendapatkan keuntungan bila menggunakan layanan pinjaman syariah langsung cair ini, yaitu angsurannya tetap hingga lunas, pembayaran cicilan bisa ditransfer lewat rekening bank lain, memberikan beragam promo, dan yang paling penting terdaftar adalah di OJK.

Adapun besaran margin keuntungan pinjaman tergantung dari tenor yang kamu pilih. Semakin lama tenornya, makin besar total cicilan yang kamu bayar.

Kamu bisa mengajukan pinjaman di situsnya bila tertarik mengajukan pinjaman di Pembiayaan Al Salaam Syariah. Syarat-syaratnya sebagai berikut:

  1. BSM Implan

Kamu juga bisa memeprtimbangkan BSM Implan (pinjaman online syariah dari Bank Mandiri Syariah) yang menawarkan pinjaman dana mulai dari Rp5 juta—Rp250 juta. Kamu bisa memilih jangka waktu pelunasan atau tenornya mulai dari 3 tahun, 5 tahun, hingga 10 tahun.

Contohnya, kamu menggunakan pinjaman dana BSM Implan dengan batas maksimal pembiayaan Rp50 juta dan tenor maksimal tiga tahun. Khusus untuk PNS, karyawan BUMN atau TNI/Polri diberi limit sampai Rp100 juta dengan tenor maksimal lima tahun.

Inilah syarat-syarat pinjaman syariah BSM Implan:

  1. Alamisharia

Alamisharia adalah perusahaan fintech penyedia dana pinjaman online yang mengkhususkan dananya untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Kamu bisa mendapat pinjaman mulai dari Rp50 juta hingga Rp2 miliar dan akan dibiayai oleh Alami maksimal 80% dari nilai pengajuan.

Sebagai pinjaman online dengan prinsip Islami, Alami memberi syarat khusus yakni usaha yang dijalankan bebas dari unsur haram seperti alkohol, narkoba, peternakan, atau perniagaan babi, rokok, atau usaha lain yang bertentangan dengan syariat Islam.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: OJK Ungkap 57 Pinjol Masih Merugi

Syarat mengajukan pinjaman syariah Alamisharia sebagai berikut:

Cara mengajukan pembiayaan pinjaman syariah online langsung cair ini sebagai berikut:

  1. Dana Syariah

Dana Syariah adalah P2P lending yang mempertemukan pendana dengan peminjam. Namun, untuk aplikasi pinjaman syariah online ini lebih ditujukan pada bisnis properti. 

Pinjaman islamic ini menawarkan hasil pendanaan sekitar 20% per tahun dan hingga saat ini total pendana di Dana Syariah ada 115.610 pendana dengan total pendanaan sebesar Rp643,40 miliar sejak berdiri. Kamu bisa mendapatkan pinjaman dengan melakukan penggalangan dana melalui situs Dana Syariah.

Selanjutnya, kamu bisa ajukan proposal proyek properti untuk verifikasi yang dilakukan tim Dana Syariah. Berikut cara jadi penerima pembiayaan online Dana Syariah:

  1. SyarQ

Produk pinjaman SyarQ sebetulnya hampir sama dengan solusi pembiayaan yang ditawarkan Kredivo. Namun, bedanya adalah aplikasi pinjaman syariah online ini menjalankan prinsip-prinsip syariah.

Pinjaman ini punya berbagai keuntungan mulai dari bebas ongkos kirim dan menjadi solusi pembayaran cicilan kalau kamu enggan pakai kartu kredit. Terkait margin keuntungan yang diambil SyarQ dari debiturnya, sebagai gambaran, jika kamu beli TV LCD seharga Rp3.650.000 tanpa DP dengan fasilitas SyarQ maka cicilan yang kamu ayar adalah:

  1. Qazwa

Selanjutnya ada aplikasi Qazwa yang memberi pembiayaan khusus untuk UMKM dengan usaha seperti perdagangan, peternakan, produksi, dan berbagai sektor lainnya. Karena berbasis syariah, dana pinjaman hanya akan diberikan pada jenis usaha yang sesuai syariat Islam.

Akan tetapi, produk pembiayaan Qazwa terbatas untuk pelaku UMKM di Jabodetabek. Aplikasi ini memberikan jangka waktu mulai dari 1 hingga 6 bulan, dengan metode pembayaran langsung lunas.

Syarat pinjamannya berupa:

  1. Danakoo Syariah

Danakoo Syariah adalah pinjaman online besutan PT Danakoo Mitra Artha yang memiliki dua jenis pembiayaan yakni konvensional dan syariah. Dana pinjaman syariah memiliki dua produk, yaitu sebagai berikut.

Multigunakoo

Pinjaman ini khusus untuk nasabah yang memiliki kebutuhan membeli rumah, kendaraan atau barang konsumtif lainnya dengan akad murabahah.

Plafon multiguna syariah ini mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta, dengan tenor 3, 6, 9 dan 12 bulan.

Pencairan dana yang dijanjikan sekitar 3—14 hari dengan imbal hasil 1,5%—2,5% per bulan.

Multijasakoo

Produk multijasa menggunakan akad wakalah bil ujrah, khusus buat kamu yang butuh uang tunai.

Besaran dananya dari Rp1 juta—Rp10 juta, dengan jangka waktu dan imbal hasil nilai yang sama dengan produk multiguna.

Misalnya, kamu pinjam uang Rp5 juta dengan tenor 12 bulan dan asumsi imbal hasil per tahun 12%.

Dengan demikian, cicilan yang harus kamu bayar per bulannya sebesar Rp487.500. Total pembiayaan di Danakoo berjumlah Rp5.850.000 atau imbal hasil yang kamu bayar sebesar Rp850 ribu.

Orang yang hendak mengajukan pinjaman syariah online langsung cair ini harus karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan atau anggota komunitas yang menjadi mitra Danakoo.

Ketentuan pinjaman ke karyawan sebagai berikut:

Sementara itu, ketentuan pinjaman ke Mitra Anggota Komunitas sebagai berikut:

  1. Investree

Pinjaman selanjutnya adalah Investree yang tanpa agunan atau jaminan. Investree adalah marketplace online yang mempertemukan pemilik dana (lender) dan peminjam dana (borrower) dengan pinjaman yang terjangkau dan mudah diakses.

Keuntungan bagi lender di Investree syariah berupa imbal hasil berupa ujrah wakalah atau jasa penagihan yang dibayarkan peminjam dana tanpa beban biaya apapun. Investree mematok besaran dana pinjaman mulai dari Rp5 juta untuk pembiayaan bisnis.

Sementara itu, bagi penerima dana, pinjaman yang didapat adalah bebas bunga dan hanya membayar administrasi tanpa biaya terselubung. Investree saat ini sudah terdaftar sebagai pinjaman online di OJK.

Berikut fitur pinjamannya:

Cara mengajukan pinjaman:

berita fintech indonesia

  1. Berkah Fintek Syariah (BFS)

Berkah Fintek Syariah (BFS) memberikan pembiayaan untuk usaha kecil menengah (UKM) dan indsutri kecil menengah (IKM) di bidang peternakan, perikanan, dan properti syariah bersubsidi. Pembiayaan Berkah Fintek Syariah menggunakan akad wakalah bi al ujrah, akad murabahah, akad mudharabah, serta akad musyarakah.

Pengguna bisa mengajukan pinjaman secara online melalui aplikasi Berkah Fintek Syariah dan dana pinjaman bisa digunakan untuk membeli dan menyewa barang, seperti rumah subsidi syariah, mobil, sepeda, serta barang lainnya. Aplikasi pinjaman syariah online ini memiliki pembiayaan Ijarah Multiguna yang bisa digunakan untuk pembayaran biaya pendidikan dan biaya rumah sakit.

  1. Bsalam

Bsalam adalah perusahaan P2P khusus untuk penyelenggara ibadah umroh dan haji yang butuh pinjaman online. Bsalam berperan mempertemukan investor dengan pelaku usaha jasa perjalanan haji, dan umroh ini melalui pembiayaan syariah.

Adapun proses pengajuan pembiayaannya tidak rumit. Pertama, kamu penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mendaftar di website resmi Bsalam dan melengkapi data yang dibutuhkan.

Selanjutnya isi formulir pengajuan pembiayaan serta berkas yang disyaratkan. Meski sudah mengisi formulir dengan benar dan berkas lengkap, bukan berarti pengajuan kamu langsung diterima.

Pasalnya, aplikasi yang kamu ajukan akan diseleksi dan analisis yang ketat. Bsalam hanya bertindak sebagai jembatan antara PPIU dan investor penyedia dana. Jika lolos maka kebutuhan dana kamu akan langsung dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

  1. Ethis Indonesia

Ethis Indonesia adalah perusahaan finansial teknologi khusus untuk pengembang properti atau usaha konstruksi. Pembiayaannya bisa kamu gunakan sebagai tambahan modal kerja usaha.

Syarat pinjamannya adalah:

  1. Papitupi Syariah

Papitupi Syariah memberikan pemenuhan kebutuhan konsumtif pembelian barang dan jasa. Platform fintek besutan PT Piranti Alphabet Perkasa ini punya dua produk pinjaman, yaitu Papifund dan Papiplafond.

Papifund adalah pinjaman syariah online untuk pembelian barang dan jasa dengan maksimal limit Rp10 juta. Sementara itu, Papiplafond khusus untuk pembayaran dan belanja kebutuhan harian.

Syarat penerima fasilitas pinjaman:

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Fintech Lending Raup Keuntungan Rp50,48 M pada Januari

Sekian berita fintech Indonesia hari ini. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version