Dunia Fintech

Berita Fintech Indonesia: Dua Perusahaan Fintech P2P Lending Pangkas Jumlah Karyawan, Begini Tanggapan AFPI

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terkait dua perusahaan Fintech Peer to Peer (P2P) Lending memangkas jumlah karyawannya.

Kedua perusahaan fintech P2P Lending tersebut adalah Akseleran dan Modalku. Sementara itu, pemangkasan jumlah karyawan ini dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut pada periode Juli—Agustus 2023.

Adapun perampingan ini dilakukan sebagai bentuk restrukturisasi internal untuk pengoptimalan finansial perusahaan dan untuk menyesuaikan prioritas bisnis saat ini dan di masa depan.

Berikut ini berita fintech Indonesia selengkapnya, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Jumat (18/8/2023).

Baca juga: Produk Fintech di Indonesia yang Patut Kamu Kenali

indodax

Berita Fintech Indonesia: Upaya agar Beroperasi Efektif dan Efisien

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan langkah yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut sebagai upaya agar perusahaan bisa beroperasi secara efektif dan efisien serta mampu bertumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan tetap sehat secara finansial.

“Upaya restrukturisasi ini merupakan hal yang wajar dan biasa dilakukan oleh perusahaan,” ujar Kuseryansyah.

Pengelolaan perusahaan tentu dari waktu ke waktu harus memastikan terjadinya efisiensi usaha pada satu sisi serta tetap bertumbuh pada sisi lainnya.

Kuseryansyah juga melihat bahwa bisnis Fintech P2P Lending saat ini masih cukup baik, meskipun secara pencairan memang terjadi perlambatan. Namun, disburse secara keseluruhan masih terjadi pertumbuhan dengan TKB90 berada di level 97%.

“Outstanding portofolio terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa penerimaan dan pengurangan karyawan merupakan hal yang lazim terjadi pada perusahaan, menurut Kuseryansyah jika saat ini perusahaan sedang lakukan pengurangan dalam beberapa waktu ke depan bisa ada penambahan dengan profil dan kriteria baru yang sesuai.

“Kriteria baru yang sesuai dengan strategi pertumbuhan perusahaan yang dari waktu ke waktu bisa berubah,” tandasnya.

Berita Fintech Indonesia: Ada Restrukturisasi Internal, Begini Kinerja Akseleran

Sebelumnya dilaporkan, perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending Akseleran mencatatkan pendapatan sampai akhir Juni 2023 atau di Semester I-2023 alami kenaikan sebesar 23% secara year on year (YoY).

Group CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyebutkan pendapatan Akseleran naik dari Rp 28 miliar di Semester I-2022 menjadi Rp 34,3 miliar di Semester I-2023.

Bukan hanya pendapatan, Akseleran juga mencatatkan kenaikan pada penyaluran pinjaman sebanyak 22% YoY dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu berhasil menyalurkan sekitar Rp 1,44 triliun per Juni 2023.

Ivan juga menyebutkan bahwa saat ini kinerja Akseleran masih dalam kategori on-track di mana untuk tingkat wanprestasi (TWP90) berada di angka 0,43% dari total outstanding. Angka ini terbilang masih cukup rendah karena batas wajar TWP90 sebesar 5%.

Baca juga: Berita Fintech Hari Ini: Kredit Macet Pinjol Meningkat Rp1,73 Triliun

“Kinerja kami masih on-track dan diharapkan bisa menyelesaikan sisa tahun ini dengan lebih agresif lagi,” ujar Ivan.

Akseleran menargetkan penyaluran pinjaman tahun ini bisa mencapai Rp 4 triliun. Dengan penetapan target tersebut, Akseleran optimis karena funding gap UKM di Indonesia masih cukup besar.

Fokus Pinjaman Cashflow

Selain itu, Ivan juga menyebutkan Akseleran saat ini fokus menyediakan pinjaman berbasis cashflow seperti invoice financing, PO financing, dan inventory financing yang memang tepat guna sesuai kebutuhan UKM.

“Namun selain bertumbuh, kami juga fokus untuk memastikan NPL atau TWP itu terjaga, dengan melakukan assesment pinjaman secara prudent, sehingga pemberi pinjaman di platform Akseleran bisa memiliki peace of mind,” papar Ivan.

Sebelumnya, Akseleran juga menjadi salah satu perusahaan fintech peer to peer lending yang melakukan pemangkasan karyawan di tahun 2023 ini. Akseleran melakukan PHK terhadap 60 karyawannya untuk membentuk restrukturisasi internal.

Ketika ditanya terkait kabar PHK dan perubahan apa saja yang terjadi pada bisnis, Ivan menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca juga: Prospek Bisnis Fintech di Masa Depan ini Jawabnya!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version