Dunia Fintech

Berita Kripto Hari Ini: Harga Bitcoin Cs Mulai Bergairah, Ternyata Ini Pemicunya

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini datang membawa kabar baik terkait dengan naiknya harga aset mata uang digital tersebut.

Bitcoin Cs mengalami pergerakan harga yang makin bergairah. Beberapa analis menilai beberapa faktor menjadi pemicu harga kripto mulai bergairah. Pada pergerakan harga, Bitcoin Cs memang sudah tampak menguat. 

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berita kripto hari ini. 

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Indodax Nilai Potensi Kemajuan Investasi Kripto Domestik Sangat Besar

Berita Kripto Hari Ini: Penyebab Naiknya Harga Bitcoin Cs

Berikut ulasan mengenai berita kripto hari ini:

1. Penyebab Harga Bitcoin Cs Menguat Akhir-akhir Ini

Beberapa analis telah melihat penyebab di balik menguatnya harga Bitcoin (BTC) dan kripto lainnya akhir-akhir ini.

Sebelumnya, pasar kripto telah terdorong jatuh dalam arus bearish di sepanjang semester pertama tahun ini, tanpa ada sedikit celah untuk pulih.

Melansir Blockchain Media, kebijakan bank sentral AS, the Fed, yang terus meningkatkan suku bunga dengan agresif guna melawan inflasi telah menjadi salah satu faktor kuat yang menghantam pasar kripto.

Namun, pada awal semester kedua tahun ini, harga Bitcoin dan kripto lainnya mulai mencoba pulih, yang telah dilihat beberapa penyebabnya oleh para analis.

Berdasarkan laporan Forbes, beberapa analis melihat pasar saham yang membangun reli, menjadi dasar pemulihan di pasar kripto.

Beberapa bulan ini, pasar saham dan kripto memang tampak memiliki relasi yang kuat, sehingga pertumbuhan pasar saham benar-benar mempengaruhi pandangan investor ke aset kripto.

“Ekuitas AS terus ditutup dengan keuntungan besar karena lebih banyak perusahaan melaporkan pendapatan dan mengalahkan perkiraan. Ini menenangkan investor yang khawatir dengan inflasi dan kenaikan biaya produksi yang bisa merugikan bottom line… Ini memberikan sentimen bullish bagi investor yang mungkin memiliki selera untuk aset berisiko,” ujar Analis aset kripto independen, Armando Aguilar.

Khususnya saham teknologi, pergerakan sektor ini memang terlihat bergandengan tangan dengan pasar kripto, sehingga selera risiko yang tumbuh menjadi penopang kembalinya minat investor ke aset digital.

Selain itu, CEO dari Zilliqa Capital, Michael Conn, telah melihat penurunan pada indeks dolar AS dan harga gas, turut menjadi penopang kembalinya selera risiko investor ke aset kripto.

“Ini bersama dengan ekspektasi ‘dipanggang’ bahwa the Fed akan terus menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi [yang] membantu meningkatkan sentimen investor,” tambah Conn.

Selain itu, co-Founder dari Tacen, Budd White, sebenarnya telah melihat tanda oversold yang kuat di pasar kripto setelah kasus ekosistem Terra.

Dari situ, Budd menilai bahwa harga Bitcoin sebenarnya telah turun lebih jauh dari nilai wajar, karena aksi jual terus “dipaksa” untuk terbentuk karena masalah likuiditas Terra.

berita kripto hari ini

“Inilah yang menjelaskan mengapa kini ada kekuatan besar untuk Bitcoin untuk melampaui US$24.000, dan resistance level berikutnya akan ada di US$28.000,” ujar Budd.

Pada intinya, kini telah ada peningkatan selera risiko ke aset kripto, serta peningkatan jumlah investor jangka panjang di pasar. Sehingga, pasar kripto mulai bertumbuh secara konsisten dan perlahan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Sedang Turun, Bisa Beli Kripto Mulai Rp 10 Ribu di Sini

2. Pergerakan yang Mulai Bergairah, Sebagian Koreksi

Pada perdagangan Kamis (21/7/2022) kemarin saja, dapat kita lihat mayoritas kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 0,09 persen dalam 24 jam dan 18,53 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.582 per koin atau setara Rp 353,1 juta (asumsi kurs Rp 14.974 per dolar AS). 

Namun Ethereum (ETH) sayangnya harus kembali ke zona merah. Selama 24 jam terakhir, ETH ambles 1,77 persen, tetapi masih menguat 42,19 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.546 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah hari ini. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah 3,24 persen. Namun masih menguat 15,94 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 261,95 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini juga harus kembali ke zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA turun 4,22 persen, tetapi masih menguat 17,34 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4988 per koin.

Adapun Solana (SOL) yang tak kuat menahan penguatan sehingga harus kembali melemah. Sepanjang satu hari terakhir SOL terkoreksi 5,91 persen, tetapi masih meroket 26,50 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 43,13 per koin.

XRP juga kembali terkoreksi pagi ini. XRP melemah 2,71 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat cukup tinggi yaitu 13,36 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3649 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Dengan begitu membuat harga USDC turun sedikit ke level USD 0,9999 dan USDT masih bertahan di level USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,18 persen dalam 24 jam terakhir, yang membuat harganya turun sedikit ke level USD 0,9987.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir masih bertahan di angka USD 1 miliar.

Itulah ulasan mengenai berita kripto hari ini. 

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Perbedaan Koin dan Token Kripto yang Perlu Diketahui

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Exit mobile version