Dunia Fintech

Berita Startup Hari Ini: Wamenkominfo Ungkap Banyak Startup Inovatif Bertumbuh Andalkan Adopsi Teknologi

JAKARTA, duniafintech.com – Berita startup hari ini terkait Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menyatakan makin banyak perusahaan rintisan (startup) lokal inovatif dan kreatif tumbuh dan berkembang dengan mengandalkan adopsi teknologi digital terbaru seperti penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Berikut ini berita startup hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Antara, Jumat (29/92023).

Berita Startup Hari Ini: Peluang Menambah Unicorn dan Decacorn

Wamenkominfo melihat potensi startup lokal hampir di semua sektor berpeluang menambah kelahiran unicorn dan decacorn baru karya anak bangsa.

Pihaknya menilai startup digital Tanah Air memiliki kontribusi yang besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo akan terus memberikan dukungan secara masif.

Baca juga: Berita Startup Hari Ini: Mandiri Capital Buka Peluang Startup Kembangkan Bisnis Program Zenith

ISFF 2023 INDODAX

“Saya kira kalau sudah jadi unicorn pasti akan di-develop lebih besar lagi mungkin akan jadi decacorn. Akan banyak investor yang datang dan Kominfo dalam hal ini full backup kebutuhan apa saja (sesuai kebutuhan startup),” ucapnya usai mengunjungi kantor eFishery di Bandung.

Sebelumnya, Wamen Nezar mengunjungi dua perusahaan startup lainnya, yakni Feedloop AI dan Evermos. Setelah berdiskusi panjang dengan ketiga perusahaan rintisan itu, dia menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang inovasi agar karya anak bangsa terus berkembang.

Dia menyebut bahwa pihaknya akan mendukung penuh startup yang terkait dengan informatika, termasuk membuka jaringan dengan ekosistem masyarakat digital yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Kominfo, antara lain melalui literasi digital.

“Kita siapkan talenta digital yang cakap, karena rencananya (target) paling tidak ada 50 juta orang yang melek digital. Lalu ada 9 juta talent digital (Program Digital Talent Scholarship/DTS) dalam waktu lima tahun,” ujar dia.

Menurut Wamen Nezar, program pelatihan literasi digital dan DTS akan terus dilakukan dengan menargetkan lebih banyak masyarakat agar mampu mengambil peluang ekonomi digital, tidak terkecuali yang berkecimpung di industri startup.

“Program-program itu terus kita genjot dan kita bisa lihat hasilnya beberapa bertumbuh di dalam ekosistem ini membuka lapangan kerja baru, memberikan inovasi-inovasi yang sangat berguna membantu masyarakat. Saya kira ini salah satu dampak positif dan dampak yang produktif juga dari usaha-usaha yang dilakukan oleh usaha rintisan startup yang didukung oleh Kominfo,” pungkasnya.

Berita Startup Hari Ini: Mandiri Capital Buka Peluang Startup Kembangkan Bisnis Program Zenith

Sebelumnya diberitakan, PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) gemakan program Zenith Accelerator dan ajak seluruh startup di Indonesia untuk mengikuti program ini. Sebab, startup bisa mengembangkan bisnisnya dan berkolaborasi bersama ekosistem Mandiri Group.

Setelah melakukan pendaftaran program Zenith para peserta akan melewati beberapa tahapan seleksi online dan offline. Kemudian, sebanyak enam startup akan terpilih menjelang akhir Oktober ini.

Pendaftaran program Zenith masih berlangsung hingga 4 Oktober 2023, dan bisa diakses melalui www.mci-zenith.com. Kemudian, enam startup akan terpilih menjelang akhir Oktober ini, lalu akan masuk ke dalam program, mereka akan melewati program akselerasi bisnis dan penciptaan sinergi bersama ekosistem Mandiri Group. Program diperkirakan selesai pada awal Januari 2024.

Baca juga: Berita Startup Hari Ini: Ubah Skema Benefit Karyawan di Indonesia, Ini Langkah Startup Insurtech Rey

EVP Investment and Synergy MCI, Rabbi Givatama mengatakan ada beberapa kriteria utama yang perlu diperhatikan para founder startup agar bisa lolos seleksi program Zenith.

“Kami mencari startup yang sudah memiliki model bisnis yang cukup solid dan bisa dikembangkan (scalable), sudah mencapai Product-Market Fit (PMF), serta memiliki kesesuaian dengan fokus industri pada Zenith,” jelasnya melalui keterangan resmi, Selasa (26/9/2023).

Rabbi mengungkapkan, untuk memperkuat peluang lolos seleksi, peserta harus memiliki pitch deck yang jelas dari awal. Informasi esensial seperti bagaimana model bisnisnya, model partnership, serta keunggulannya dalam industri-sub-industri yang dicari oleh Zenith perlu tertera di dalamnya.

Tiga Sesi Utama

Direktur Investasi MCI, Dennis Pratistha menyebutkan program Zenith terdiri dari tiga sesi utama, pertama mentorship, akan membahas tentang pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis dari para pakar industrinya.

Kedua, workshop FGD dengan berbagai unit bisnis dan anak perusahaan Mandiri Group, serta eksplorasi peluang sinergi yang tersedia untuk para startup terpilih. Ketiga, penciptaan sinergi atau synergy creation dalam diskusi tatap muka one on one akan menjadi percepatan integrasi dan kolaborasi bagi kedua pihak.

“Yang membedakan program Zenith Accelerator dengan program akselerator lainnya adalah fokus kami pada product value serta impact yang dihasilkan startup, serta potensinya untuk berintegrasi dengan Mandiri Group. Hal ini tidak lain untuk mendorong sinergi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” kata Dennis.

Baca juga: Berita Startup Hari Ini: Kompetisi NEXSPACE 2023 Resmi Diluncurkan, Startup Merapat!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version