Dunia Fintech

Berita Startup Indonesia: Pemerintah-BUMN Sukses Kumpulkan Potensi Ratusan Startup Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Berita startup Indonesia terkait MDI Ventures dan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan mempersembahkan Partner Day Hub.id x Nex-BE Fest 2023 yang mengangkat tema “Fostering Synergy Network for Stronger Digital Economic Growth” pada Kamis (14/9) kemarin.

Berikut ini berita startup Indonesia selengkapnya, seperti dilangsir dari Jawapos.com, Jumat (13/9/2023).

Berita Startup Indonesia: Jembatani Peluang Solusi Digital

Nex-BE Fest atau Next Billion Ecosystem Festival merupakan acara tahunan dari MDI Ventures dan TMI yang diklaim bertujuan untuk menjembatani peluang solusi digital dan sinergi baru dari startup digital ke dalam ranah BUMN dan berbagai unit bisnis di lingkungan Telkom Group.

Tahun ini, MDI Ventures dan TMI memperluas kerja samanya dengan program akselerator Kemenkominfo, yakni Hub.id, untuk semakin memperbesar dampak sinergi BUMN dan startup digital.

Baca juga: Berita Startup Hari Ini: Startup Diingatkan soal “Tech Winter”

ISFF 2023 INDODAX

Acara tersebut dihadiri oleh 500 peserta, baik dari sektor privat, universitas, BUMN, dan lini bisnis Telkom Group yang mengikuti match-making dengan startup di portofolio MDI Ventures, TMI, dan Hub.id yang kemudian menghasilkan sekitar 750 sesi match-making yang menghubungkan 80 peserta startup dan 80 mitra bisnis yang hadir dalam total 12 sesi. 

Sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2019, Nex-BE Fest disebut telah berhasil mendukung pengembangan ekosistem digital BUMN dan startup melalui total 498 business match-making. Hingga pada pertengahan tahun 2023, tercatat nilai sinergi antara startup dan BUMN mencapai lebih dari USD 686 juta, begitupun dengan jumlah peserta yang meningkat sebesar 3,2x lipat, pertemuan bisnis meningkat sebesar 5,4x,dan nilai sinergi yang dihasilkan juga ikut meningkat 2,7x lipat dari awal penyelenggaraannya. 

“Inilah yang menjadi esensi utama dari Nex-BE Fest, yakni menggali peluang sinergi baru yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis startup dan juga perusahaan BUMN hingga swasta yang berpartisipasi,” kata Donald Wihardja, CEO MDI Ventures di Jakarta, Kamis (14/9).

Potensi kolaborasi strategis antara BUMN dan startup terwujud dalam penandatanganan proyek baru dari kedua belah pihak. Dalam acara tersebut, terdapat pula beberapa sinergi menarik seperti Cakap & PT Metra-Net yang menandatangani kerjasama pemasaran referral yakni FitAja dan Admedika yang bekerjasama dalam pengembangan ekosistem digital kesehatan, Opsigo dan Kimia Farma yang bersama mengelola kebutuhan pariwisata korporasi dan banyak lagi.

Hadir dalam acara tersebut, Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom Group mengungkapkan, pihaknya menyambut baik bentuk kolaborasi dengan Kemenkominfo sehingga Telkom Indonesia melalui MDI Ventures dan TMI dapat menggali potensi sinergi dan ide-ide inovatif yang diharapkan dapat memberi dampak yang real dan signifikan bagi ekonomi digital Indonesia. 

“Hal tersebut diwujudkan melalui business matchmaking antara startup-startup portfolio MDI & TMI, dengan berbagai perusahaan Telkom Group dan juga BUMN lainnya”, ungkap Fajrin.

Penyelenggaraan HUB.ID x Nex-BE Fest 2023 juga dimeriahkan dengan malam penganugerahan bagi sinergi terbaik yang berhasil terjalin. Pemenang untuk kategori The Best Synergy Collaboration diraih oleh Opsigo dan Mitra Tours (Patrajasa Pertamina) untuk mengelola kebutuhan pariwisata korporasi. 

Kolaborasi yang telah berjalan selama lebih dari satu tahun ini memiliki nilai sinergi sebesar Rp 7,6 miliar dan menguntungkan kedua belah pihak. Sementara itu, penghargaan The Best Synergy Performance diraih oleh Telkomsel (dari perwakilan Business Partner) dan Zenlayer (dari perwakilan Startup). Keduanya berhasil menjalankan lebih dari tiga proyek sinergi dengan jumlah nilai lebih dari Rp 1,5 triliun per tahun. 

Selain itu, acara tersebut juga menghadirkan dua diskusi panel, dengan tema “Accelerate Digital Ecosystem Building through startup x Enterprise Collaboration” dan sesi kedua yang mengusung tema “Moving Beyond Digital Experimentation to AI Initiatives at Scale”. 

Sesi pertama membahas cara menavigasi tantangan kolaborasi hingga pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang, serta mengeksplorasi studi kasus tentang bagaimana kemitraan lintas sektor dapat mendorong transformasi digital. 

Sementara itu, diskusi panel kedua menggali lebih dalam tentang transisi penting dari eksperimen digital ke implementasi strategis inisiatif AI yang dapat menentukan arah perkembangan industri kedepannya.

Pemerintah Indonesia sendiri diketahui terus mendorong BUMN dari berbagai sektor untuk menggali peluang sinergi, kolaborasi, dan inovasi dengan startup. Hingga saat ini, baru tercatat lima BUMN yang memiliki perpanjangan tangan modal ventura dan aktif berinvestasi di startup lokal. 

Ajang berkelanjutan seperti Nex-BE diharapkan dapat mendorong perusahaan BUMN lainnya untuk memperluas pengembangan bisnisnya melalui proses sinergi dengan startup-startup yang berpotensial, agar dapat mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Berita Startup Indonesia: Startup Diingatkan soal “Tech Winter”

Sebelumnya dilaporkan, data Indosat and Twimbit 2023 menunjukkan nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai angka US$220 miliar sampai US$360 miliar (Rp3.400 triliun hingga Rp5.500 triliun) pada 2030. 

Bahkan, ekonomi digital diprediksi akan menyumbang 14 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia di 2027. Meski begitu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengingatkan perusahaan rintisan (startup) harus memiliki fondasi yang kuat di tengah fenomena tech winter yang mengubah peta strategi bisnis pelaku startup di Indonesia.

Baca juga: Berita Startup Indonesia: Startup Legaltech Hukumku Umumkan Pendanaan Awal Dipimpin East Ventures

ilustrasi

Masa tech winter mengacu pada berjatuhannya perusahaan-perusahaan teknologi dan rintisan akibat menurunnya kinerja serta minat investor untuk melakukan pendanaan dan fenomena ini tengah dialami banyak startup di Indonesia. Dalam upaya untuk mencapai operasional yang efisien dan berfokus pada keuntungan, perusahaan rintisan harus menjalankan sejumlah langkah strategis. 

“Pertama, startup harus terus berinovasi untuk menghasilkan produk yang mencapai product-market-fit,” kata Nezar Patria, dalam siaran pers, Rabu, 13 September 2023. 

Wamenkominfo menilai perusahaan rintisan harus tetap berinovasi secara berkelanjutan, guna menghasilkan produk yang mampu mencapai tingkat kesesuaian pasar.

Lalu, produk yang tepat juga harus didukung oleh model bisnis yang tidak hanya menguntungkan tapi juga dapat berkembang dengan skala yang besar. 

Selain itu, Nezar Patria menyampaikan pentingnya memiliki tim yang kuat dalam menghadapi tantangan bisnis startup. Menyerap talenta digital terbaik dan meningkatkan kinerja tim adalah langkah berikutnya yang harus dilakukan pelaku startup untuk mencapai kesuksesan. 

Terakhir, Wamenkominfo mengingatkan bahwa membangun jejaring yang kuat dengan mitra strategis adalah hal yang tak kalah penting. Kolaborasi dengan pihak-pihak yang dapat mendukung pertumbuhan startup menjadi langkah strategis dalam menghadapi perubahan peta bisnis di era tech winter. 

Peningkatan Kualitas

Ia juga menyatakan Indonesia menjadi negara dengan jumlah startup paling banyak di Asia Tenggara, dan terbanyak keenam di dunia pada tahun ini. Dengan capaian tersebut, kata dia, sudah seharusnya Indonesia memperkuat upaya untuk peningkatan kualitas para pelaku startup.

Lebih lanjut, Wamenkominfo juga mendorong pelaku startup untuk dapat mengembangkan inovasi dalam berbagai aspek, termasuk pendanaan. Baca Juga : Don’t Share Personal Data on Social Media Menurutnya, keberagaman inovasi akan menjanjikan keberlanjutan peluang pertumbuhan usaha bagi industri startup. 

“Jika tren pendanaan sebelumnya secara umum bersumber pada pendanaan oleh venture capital, saat ini bentuk pendanaan lain diproyeksikan muncul, seperti melalui crowdfunding, angel investor, inkubator, dan fokus pendanaan yang didasarkan kepada dampak sosial dan lingkungan,” ungkap Nezar Patria.

Baca juga: Berita Startup Hari Ini: Program Residensi untuk Startup Tahap Awal dari Antler, Pendanaan hingga Rp1,9 M

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version