Ethereum (ETH) masih tertinggal dari Bitcoin (BTC) di 2026, meski aktivitas jaringannya mencetak rekor tertinggi.
Harga ETH berada di sekitar $2.000 – $2.200, turun sekitar 55% dari puncaknya di 2025. Sementara itu, Bitcoin bertahan di kisaran $68.000 – $70.000, turun sekitar 43% dari all-time high-nya.
Performa ini tercermin dari ETH/BTC ratio yang turun ke level 0,031, mendekati titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini menegaskan bahwa Ethereum masih kalah dari si Raja Kripto Bitcoin dalam siklus pasar saat ini.
ETH/BTC Ratio Turun, Dominasi Bitcoin Menguat
ETH/BTC ratio menjadi indikator utama untuk melihat siapa yang outperform. Saat ini, dominasi Bitcoin berada di kisaran 56–58%. Kondisi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase “Bitcoin season”.
Beberapa analis menyebut, Ethereum baru bisa mengejar jika rasio menembus 0,06. Namun sejauh ini, belum ada sinyal kuat ke arah tersebut.
Aktivitas Naik, Harga Tidak Mengikuti
Di sisi fundamental, Ethereum justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Alamat aktif harian mendekati 2 juta
Total stablecoin di jaringan mencapai $162 miliar
Transaksi meningkat sepanjang 2026
Namun, harga ETH justru turun sekitar 30% dalam enam bulan terakhir.
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa harga Ethereum kini lebih dipengaruhi arus modal dibanding aktivitas jaringan. Artinya, penggunaan tinggi tidak otomatis mendorong harga naik.
Masalah Utama: Nilai Tidak Terkunci di ETH
Sebagian besar aktivitas Ethereum kini berpindah ke layer-2 seperti Base dan Polygon.
Jaringan ini memproses transaksi dalam jumlah besar, tetapi tidak memberikan kontribusi signifikan ke pendapatan Ethereum.
Dalam 30 hari terakhir, pendapatan protokol Ethereum hanya sekitar $1,22 juta, tertinggal dari beberapa jaringan lain, termasuk layer-2 miliknya sendiri.
Kondisi ini menunjukkan adanya masalah dalam distribusi nilai, di mana pertumbuhan ekosistem tidak langsung berdampak pada harga ETH.
Tekanan Pasar Masih Berat
Sentimen pasar terhadap Ethereum masih cenderung bearish.
Data menunjukkan posisi short ETH mencapai sekitar $491 juta, dibandingkan long yang hanya sekitar $68 juta.
Selain itu, kondisi makro seperti harga minyak di atas $100, konflik geopolitik, dan indeks Fear & Greed di level rendah mendorong investor lebih memilih Bitcoin.
Bitcoin dinilai lebih stabil karena narasinya sebagai aset lindung nilai.
Sinyal Positif Mulai Muncul
Meski tertinggal, ada beberapa faktor yang berpotensi mendorong Ethereum.
Perusahaan seperti BitMine mengakumulasi 4,59 juta ETH
ETF Ethereum mencatat inflow sekitar $26,7 juta
Upgrade “Glamsterdam” dijadwalkan meningkatkan performa jaringan
Namun, faktor ini belum cukup kuat tanpa dukungan arus dana yang lebih besar.
Kesimpulan
Ethereum menunjukkan fundamental yang kuat, tetapi belum didukung capital inflow yang cukup.
Selama arus dana masih terfokus ke Bitcoin, peluang ETH untuk mengungguli BTC di 2026 masih terbatas.
Perubahan arah baru akan terjadi jika terjadi rotasi modal dari Bitcoin ke Ethereum.