Dunia Fintech

Bitcoin Masih Bertahan di Rp1,2 Miliar, Pasar Waspadai Short Squeeze

Harga Bitcoin masih bertahan di kisaran US$75.000 (sekitar Rp1,2–1,3 miliar) menjelang akhir pekan. Namun, di balik stabilitas ini, terdapat ketegangan besar antara market kripto di pasar spot dan pasar derivatif.

Salah satu sinyal paling mencolok adalah funding rate negatif selama 46 hari berturut-turut di pasar futures—menandakan bahwa banyak trader justru bertaruh harga akan turun.

Trader Leverage Masih Bearish

Fenomena ini menunjukkan:

Kondisi seperti ini terakhir terjadi pada periode krisis besar, termasuk saat runtuhnya FTX.

Namun, situasi ini bisa berbalik menjadi bahan bakar kenaikan.

Potensi Short Squeeze Menguat

bitcoin

Ketika harga terus naik sementara banyak trader bertaruh turun, risiko short squeeze meningkat.

Artinya:

Menurut Vetle Lunde dari K33:

Kondisi ini membuat lonjakan harga lebih mungkin terjadi jika momentum bullish berlanjut.

Didukung Arus ETF dan Aksi Institusi

Kenaikan BTC saat ini tidak terjadi tanpa alasan. Beberapa faktor utama:

Bahkan dalam dua minggu terakhir, Strategy membeli BTC senilai US$2,6 miliar, memperkuat support harga.

Institusi Besar Mulai Masuk

Minat institusi juga semakin kuat:

Langkah ini dinilai sebagai sinyal penting bahwa Bitcoin semakin diterima di dunia keuangan tradisional.

Level Kunci dan Prediksi Harga Bitcoin

Saat ini, BTC berada di titik krusial:

Namun ada juga risiko:

Kesimpulan

Bitcoin saat ini berada dalam kondisi unik:

Jika harga berhasil menembus US$76.000, pasar berpotensi memasuki fase kenaikan cepat. Namun, jika gagal, tekanan dari pasar derivatif bisa kembali menahan laju Bitcoin dalam jangka pendek.

Exit mobile version