Harga Bitcoin kembali melemah setelah gagal mempertahankan reli di atas $81.000. BTC turun ke area $79.000 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu aksi ambil untung di pasar aset berisiko.
Meski demikian, Bitcoin masih mencatat kenaikan mingguan dan tetap menunjukkan daya tahan dibandingkan banyak aset kripto dan aset global lainnya.
Bitcoin Turun Setelah Ketegangan AS-Iran Memanas
Penurunan pasar kripto terjadi setelah laporan mengenai serangan militer Amerika Serikat terhadap target Iran.
Ketegangan meningkat usai:
- Kapal perang AS dilaporkan diserang di Selat Hormuz
- Pasukan AS membalas dengan serangan ke sasaran Iran
- Pasar global mulai menghindari aset berisiko
Situasi ini langsung memengaruhi:
- Pasar saham global
- Harga minyak
- Pasar kripto
Minyak mentah Brent bahkan sempat naik:
- +1,2%
- Mendekati US$101 per barel
Ketidakpastian geopolitik seperti ini biasanya mendorong investor untuk lebih berhati-hati terhadap aset volatil seperti kripto.
Harga Bitcoin dan Altcoin Hari Ini
Selama perdagangan Asia hari Jumat:
- Bitcoin turun 1,6% → $79.614
- Ethereum turun 2% → $2.278
- Dogecoin anjlok 3,8% → $0,1063
- XRP melemah 1,7% → $1,38
- BNB turun 0,7% → $638
Sementara itu:
- Solana masih bertahan di zona hijau
- TRON juga mencatat penguatan ringan
DOGE menjadi aset dengan performa terburuk di antara koin utama dalam sepekan terakhir.
Funding Rate Negatif 67 Hari: Potensi Short Squeeze Meningkat
Di balik koreksi harga, pasar derivatif justru menunjukkan sinyal menarik.
Menurut K33 Research:
- Funding rate futures Bitcoin telah negatif selama:
- 67 hari berturut-turut
- Menjadi periode terpanjang dalam 10 tahun terakhir
Funding rate negatif berarti:
Trader short membayar trader long
Banyak pelaku pasar masih bertaruh harga turun
Namun kondisi seperti ini sering menjadi bahan bakar:
Potensi “Short Squeeze”
Jika BTC berhasil breakout:
- Posisi short dipaksa ditutup
- Pembelian otomatis meningkat
- Harga bisa melonjak sangat cepat
Level Kunci Bitcoin: $83.200 Jadi Penentu
Analis pasar dari FxPro, Alex Kuptsikevich, menilai bahwa koreksi saat ini belum menandakan berakhirnya tren bullish.
Menurutnya:
- Bitcoin sempat menyentuh $82.800
- Namun gagal menembus:
- EMA / Moving Average 200-hari
- Di sekitar $83.200
Level ini kini menjadi resistance paling penting bagi BTC.
RSI Overbought Picu Aksi Ambil Untung
Indikator teknikal juga menunjukkan pasar mulai jenuh beli.
Kondisi RSI:
- RSI harian Bitcoin berada di atas 70
- Menandakan kondisi overbought
Secara historis:
- Kondisi serupa pernah terjadi:
- Agustus
- Oktober
- Januari
- Ketiganya diikuti koreksi tajam
Karena itu, banyak trader memilih:
- Mengunci profit
- Menunggu arah pasar berikutnya
- Mengurangi risiko jangka pendek
Target Bitcoin Masih Bisa ke $93.000?
Meski volatilitas meningkat, beberapa analis masih melihat peluang bullish jangka menengah.
Skenario optimistis:
- BTC berhasil breakout di atas $83.200
- Short squeeze terjadi
- Momentum institusional kembali masuk
Jika semua faktor tersebut mendukung:
Bitcoin berpotensi menuju area $93.000
Namun analis mengingatkan:
- Koreksi tambahan masih mungkin terjadi
- Geopolitik global tetap menjadi risiko utama
Kesimpulan: Bitcoin Melemah, Tapi Potensi Reli Belum Hilang
Penurunan Bitcoin ke area $79.000 dipicu kombinasi:
- Ketegangan geopolitik AS-Iran
- Aksi ambil untung
- Kondisi teknikal overbought
Namun di sisi lain:
- Funding rate negatif ekstrem
- Posisi short yang besar
- Struktur bullish mingguan
masih membuka peluang terjadinya rally lanjutan jika BTC mampu menembus resistance utama di sekitar $83.200.