Perusahaan kripto BitMine Immersion Technologies kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar aset digital dengan menambah kepemilikan Ethereum dalam jumlah besar.
Dalam sepekan terakhir, Bitmine mengakuisisi 71.524 ETH, yang menjadi pembelian terbesar sejak Desember lalu. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Ethereum perusahaan kini mencapai 4,87 juta ETH, atau sekitar 4,04% dari total suplai beredar.
Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$10,7 miliar, memperkuat posisi Bitmine sebagai salah satu pemegang ETH terbesar di dunia.
Akumulasi Besar, Tapi Masih Rugi Belum Direalisasi
Meski terus menambah aset, Bitmine saat ini masih mencatat kerugian belum direalisasi sebesar US$6,4 miliar, seiring pergerakan harga Ethereum yang masih terbatas dalam beberapa bulan terakhir.
Harga ETH sendiri masih bergerak dalam fase konsolidasi sejak koreksi besar yang terjadi antara Oktober 2025 hingga awal 2026.
Selain Ethereum, Bitmine juga memiliki portofolio lain, termasuk:
- 198 Bitcoin
- Dana tunai sekitar US$719 juta
- Investasi di Beast Industries dan Eightco Holdings
Secara keseluruhan, total nilai aset perusahaan diperkirakan mencapai US$11,8 miliar.
Strategi Staking Jadi Kunci
Tidak hanya membeli, Bitmine juga mengunci sebagian besar ETH mereka melalui mekanisme staking.
Saat ini:
- Sekitar 3,33 juta ETH (68%) telah di-stake
- Nilainya mencapai sekitar US$7,4 miliar
- Menghasilkan pendapatan tahunan sekitar US$212 juta
Jika seluruh ETH di-stake, potensi pendapatan tahunan bahkan bisa mencapai US$310 juta.
Strategi ini dijalankan melalui platform internal mereka bernama MAVAN (Made in America Validator Network), yang ditujukan untuk layanan staking tingkat institusional.
Staking membuat aset tidak likuid (tidak bisa langsung dijual), sehingga:
- Mengurangi suplai di pasar
- Berpotensi mendorong harga naik jika permintaan meningkat
Ethereum Disebut Jadi Aset Terbaik Saat Konflik
Ketua Bitmine, Thomas Lee, menegaskan bahwa Ethereum menunjukkan performa kuat di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya:
- ETH mengungguli indeks saham seperti S&P 500
- Juga mengalahkan emas sebagai aset lindung nilai
Ia bahkan menyebut Ethereum sebagai salah satu penyimpan nilai (store of value) yang relevan di tengah konflik geopolitik.
Pasokan Menyusut, Sinyal Bullish Jangka Panjang
Langkah agresif Bitmine memperkuat narasi bahwa:
- Suplai likuid Ethereum semakin menipis
- Permintaan institusional terus meningkat
Kombinasi ini sering dianggap sebagai sinyal bullish dalam jangka panjang, terutama jika:
- Minat investor besar terus naik
- Aset semakin banyak dikunci melalui staking
Kesimpulan
Bitmine menunjukkan strategi yang sangat agresif dengan terus mengakumulasi dan mengunci Ethereum dalam jumlah besar.
Meski masih menghadapi kerugian belum direalisasi, pendekatan ini berfokus pada:
- Pendapatan pasif dari staking
- Pengurangan suplai pasar
- Potensi kenaikan harga jangka panjang
Jika tren akumulasi institusional berlanjut, Ethereum bisa memasuki fase baru di mana keterbatasan suplai menjadi faktor utama penggerak harga.