BlackRock menjadi kontributor terbesar ETF menyerap sekitar US$45,3 juta, atau hampir seluruh dana yang masuk ke kategori ETF Ether pada hari tersebut.
Ethereum (ETH) menunjukkan performa yang lebih kuat dibandingkan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap produk ETF spot Ether di Amerika Serikat, dengan sebagian besar dana baru mengalir ke produk investasi milik BlackRock.
Ethereum Tampil Lebih Kuat Dibanding Bitcoin
Sepanjang pekan ini, Ether menjadi aset kripto berkapitalisasi besar dengan kinerja paling menonjol. Harga ETH bergerak di kisaran US$1.920, menguat sekitar 2,2% dalam sehari dan lebih dari 11% dalam tujuh hari terakhir.
Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$64.600, dengan kenaikan mingguan sekitar 4,2%. Di sisi lain, sejumlah altcoin seperti Solana dan TRON justru mencatat pelemahan sehingga membuat Ethereum menjadi pusat perhatian investor.

ETF Ether Mencatat Arus Dana Positif
Salah satu pendorong utama penguatan Ethereum adalah meningkatnya aliran dana ke ETF spot Ether di Amerika Serikat. Dalam tiga hari pertama pekan ini, ETF Ether berhasil menghimpun dana sekitar US$96 juta, melampaui total dana yang masuk sepanjang minggu sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa minat investor institusional terhadap Ethereum kembali meningkat setelah sempat mengalami tekanan pada akhir Juni.
BlackRock Mendominasi Dana Masuk
Dari total arus dana yang masuk pada Rabu, produk iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock menjadi kontributor terbesar. ETF tersebut menyerap sekitar US$45,3 juta, atau hampir seluruh dana yang masuk ke kategori ETF Ether pada hari tersebut.
Sebaliknya, sejumlah ETF lain hanya memperoleh porsi dana yang relatif kecil. Sementara itu, produk Ether Trust milik Grayscale masih menghadapi tekanan arus keluar akibat biaya pengelolaan yang lebih tinggi dibandingkan ETF milik BlackRock.
Robinhood Chain Ikut Mendorong Permintaan ETH
Selain faktor ETF, permintaan terhadap Ether juga mendapat dukungan dari peluncuran Robinhood Chain, jaringan Layer-2 yang mulai beroperasi pada awal Juli.
Jaringan tersebut menggunakan Ether sebagai biaya transaksi (gas fee) dan melakukan penyelesaian transaksi di blockchain Ethereum. Aktivitas perdagangan di jaringan baru ini dilaporkan telah mencatat volume harian lebih dari US$800 juta, yang turut meningkatkan kebutuhan terhadap ETH.
Bitcoin Masih Stabil Meski ETF Berfluktuasi
Di sisi lain, ETF spot Bitcoin masih menunjukkan pergerakan dana yang tidak konsisten. Setelah sempat mengalami arus keluar besar, dana kembali masuk pada hari berikutnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum membentuk tren akumulasi yang kuat.
Meski demikian, data pasar menunjukkan Bitcoin tetap relatif stabil. Arus keluar dari bursa kripto masih berlanjut, sementara tingkat pendanaan (funding rate) mendekati titik netral, mengindikasikan bahwa posisi leverage berlebihan mulai berkurang.
Prospek Ethereum Masih Menarik
Menguatnya arus dana ke ETF Ether, dominasi BlackRock dalam menarik investasi baru, serta meningkatnya aktivitas di ekosistem Ethereum menjadi kombinasi faktor yang memperkuat sentimen positif terhadap aset digital terbesar kedua di dunia tersebut.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan bank sentral, dan pergerakan dana institusional karena faktor-faktor tersebut masih menjadi penentu utama arah pasar kripto dalam jangka pendek.