Site icon Dunia Fintech

BLT Minyak Goreng Rp300 ribu, Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga

blt minyak goreng rp300

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp300.000 per penerima manfaat untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas dunia, terutama kenaikan harga minyak goreng.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, BLT Minyak Goreng ini nantinya untuk tiga bulan, atau Rp100.000/bulan, yang akan diberikan pada saat Ramadhan ini. Sehingga total BLT minyak goreng yakni Rp300.000 untuk tiga bulan.

“Jadi pemerintah memberikan subsidi langsung untuk bantuan minyak goreng yang besarannya Rp300.000 untuk tiga bulan, diharapkan dalam bulan Ramadan ini bisa diberikan,” katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/4).

Nantinya, penerima manfaat BLT Minyak Goreng ini adalah  Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang jumlahnya 20,5 juta penerima. Lalu, Penerima Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan gorengan, jumlahnya 2,5 juta penerima.

Airlangga menjelaskan, pemberian BLT ini sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas peningkatan harga-harga komoditas dunia akibat dari situasi geopolitik yang dipicu konflik Rusia-Ukraina.

Pasalnya, Rusia merupakan eksportir berbagai komoditas dunia seperti minyak dan gas, dan juga komoditas lainnya, yang mana terbatasnya akses terhadap energi dari Rusia tersebut menyebabkan lonjakan harga komoditas lain dan memicu kenaikan inflasi.

Hal ini, juga turut menyebabkan harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia meningkat. Sehingga, biaya produksi untuk minyak goreng ikut naik.

“Berbagai harga komoditas food price dari Food and Agriculture Organization (FAO) juga meningkat secara global di atas indeks 140 dan komoditas vegetable oil juga sudah meningkat indeksnya lebih dari 200,” ujarnya.

Meskipun, kenaikan harga komoditas dunia tersebut turut mendorong peningkatan penerimaan negara dari sisi ekspor, namun dampak kenaikan harga komoditas tersebut tidak dapat ditransmisikan langsung ke masyarakat.

Karena itu pemerintah memberikan insentif atau subsidi dalam bentuk BLT kepada kelompok masyarakat yang terkena dampak langsung dari situasi geopolitik global ini.

“Arahan presiden, perlindungan sosial perlu dipertebal. Ada dampak ke dalam negeri yang tidak bisa seluruhnya ditransmisikan ke masyarakat,” ucapnya.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Rahmat Fitranto

Exit mobile version