27.2 C
Jakarta
Sabtu, 9 Desember, 2023

Bunga Pinjol Ilegal, Awas Jeratannya! Segini Besaran Bunga Pinjol Resmi

JAKARTA, duniafintech.com – Bunga pinjol ilegal tentu saja akan berbeda besarannya dengan bunga pinjol legal atau resmi. Seperti diketahui, saat ini kian banyak orang memanfaatkan layanan jasa pinjaman dana secara online

Hal itu karena memang banyak kemudahan yang ditawarkan. Namun, masih banyak pula yang belum paham cara kerjanya sehingga akhirnya semakin banyak juga yang terjebak pinjaman online, khususnya karena alasan bunga pinjol tinggi.

Terkait bunga pinjol ini, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang bisa memengaruhi besaran bunga sehingga bukan semata keuntungan bagi pemberi pinjaman, khususnya yang terjadi pada fintech pendanaan legal yang berizin dan terdaftar di OJK.

Nah, berikut ini ulasan selengkapnya yang perlu diketahui, seperti dikutip dari laman resmi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Baca juga: Bahaya Pinjaman Online, Kelola Resiko dan Jaga Kewaspadaan

Regulator Bunga Pinjol di Indonesia — Bunga Pinjol Ilegal 

Perlu diketahui, besaran bunga pinjol atau fintech pendanaan sudah disepakati bersama antara anggota AFPI selaku asosiasi yang menaungi platform fintech pendanaan yang sudah terdaftar maupun berizin dari OJK, dengan bekerja langsung di bawah OJK sendiri.

Artinya, OJK dapat dikatakan ikut mengatur besaran bunga pinjol ini meskipun secara tidak langsung. Hal itu karena setiap platform fintech pendanaan yang sudah terdaftar dan memiliki izin OJK diwajibkan untuk menjadi anggota AFPI.

Dalam hal ini, AFPI memang secara resmi sudah dibentuk dan ditunjuk oleh OJK untuk membuat berbagai aturan internal sesuai strategi bisnis fintech pendanaan itu sendiri. 

Pasalnya, anggota AFPI-lah yang dinilai paling tahu apa yang menjadi kebutuhan mereka, pun kebutuhan lender dan borrower secara riil, dan kemudian dapat mencari solusi sendiri bagi masalah yang timbul. 

Ditambah pula, dengan perkembangan teknologi industri keuangan sendiri yang demikian pesat, yang dilakukan dan dampaknya juga akan dirasakan sendiri oleh anggota AFPI. Metode itu dikenal dengan nama self regulatory function di dalam internal asosiasi.

Harapannya, dengan mengenali kebutuhan, memproyeksi masalah, hingga membuat kebijakan sendiri, masing-masing anggota AFPI akan dapat saling berkomitmen demi terciptanya ekosistem fintech yang sehat dan bermanfaat.

Bukan hanya bunga pinjol yang aturannya disepakati oleh anggota AFPI sendiri, melainkan juga mulai dari syarat dan ketentuan peminjaman dan pengembangan dana, transparansi mekanisme kerja, hingga cara penagihan pun, semua ada kesepakatannya. Kalau ada anggota AFPI yang melanggar kode etik yang sudah disepakati ini maka akan ada sanksi asosiasi yang dijatuhkan.

Besaran Bunga Pinjol Fintech Pendanaan Resmi Beda dengan Bunga Pinjol Ilegal 

Sesuai kesepakatan, bunga pinjol yang diberlakukan oleh fintech pendanaan resmi tidak boleh lebih dari 0.8 persen per harinya. Ini berarti maksimal banget 24% per bulan. Maka dari itu, kalau ada penawaran yang mengklaim, misalnya, “Bunga rendah 2%”, maka sebaiknya Anda telusur lebih jauh lagi: besaran 2% ini per bulan atau per hari? Kalau bunga yang diberlakukan sebesar 2% ini adalah per hari maka itu sudah pasti adalah pinjol ilegal.

Perlu dipahami, pinjol ilegal tidak memiliki kewajiban untuk tunduk kepada kesepakatan asosiasi, pun kepada OJK, sebab mereka berada di luar sistem. Oleh sebab itu, kalau Anda terjebak dengan pinjol ilegal maka pihak kepolisian adalah pihak yang tepat untuk pengaduan Anda. 

Akan tetapi, kalau ternyata platform yang melanggar kode etik ini adalah fintech pendanaan yang terdaftar ataupun berizin OJK maka Anda bisa membuat laporan ke OJK melalui website-nya, ataupun melalui website AFPI. Meski demikian, sebelum itu, Anda memang harus dapat membedakan mana pinjol ilegal dan mana fintech pendanaan yang legal.

Bunga Pinjol Lebih Tinggi daripada Bunga Bank

Adapun bunga pinjaman melalui platform fintech pendanaan memang akan lebih tinggi daripada bunga pinjaman bank. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhinya.

1. Risiko tinggi

Platform fintech pendanaan harus menanggung risiko yang cukup tinggi, terutama terkait kredit macet nasabah.

Dana yang dipinjamkan dalam fintech lending didapatkan dari masyarakat maupun perusahaan, kepada pihak yang mengajukan pinjaman dana untuk berbagai keperluan. Ketika dana sudah disalurkan, dan ternyata gagal bayar, maka platform fintech-lah yang akan menanggung risiko terbesarnya.

Karena adanya risiko yang cukup tinggi inilah, maka bunga pinjol juga jadi lebih tinggi.

2. Berbagai kemudahan yang ditawarkan

Layanan fintech pendanaan memang menawarkan proses yang mudah. Hanya bermodalkan KTP atau identitas lainnya, dan mengisi data diri dalam aplikasi, maka seseorang sudah dapat meminjam dana setelah melalui proses verifikasi.

Pinjaman dari fintech pendanaan memang sangat terbuka. Sasarannya adalah masyarakat yang tidak mampu menjangkau pinjaman dari bank, karena kondisi apa pun. Misalnya seperti pedagang kecil, UMKM, dan lain sebagainya.

Baca juga: Bayar Tagihan Akulaku Lewat OVO, Praktis dan Mudah Banget

Bunga Pinjol Ilegal

Apalagi layanan jasa keuangan oleh fintech pendanaan juga tidak mensyaratkan jaminan aset, tidak seperti pinjaman bank yang kadang kita harus punya sejumlah tabungan atau deposito dulu di rekening bank yang sama. Atau, punya aset seperti rumah atau tanah yang bisa menjadi agunan. Tak adanya jaminan ini akan membuat bunga pinjol menjadi tinggi.

Karena proses verifikasi melalui online dan tanpa jaminan juga, maka proses pencairan pun menjadi lebih cepat. Hal ini tentu akan sangat membantu bagi mereka yang butuh dana cepat. Nah, ini juga kadang menjadi hal yang luput dari perhatian orang. Padahal, jelas, proses yang cepat akan ada “harga”-nya juga.

3. Tenor pendek

Lamanya pinjaman juga dapat memengaruhi besarnya bunga pinjol. Rerata pinjaman online hanya punya tenor paling lama dalam hitungan bulan. Tidak sampai bertahun-tahun seperti halnya pinjaman bank. Maka, hal ini juga akan mempengaruhi besaran bunga pinjol yang diminta.

Besaran pinjaman juga akan mempengaruhi. Semakin tinggi pinjaman, maka akan semakin tinggi pula besar bunganya.

Perhitungan Bunga Pinjol

Sebenarnya, seperti apa sih ilustrasi perhitungan bunga pinjol itu? Cukup simpel kok. Begini kurang lebihnya:

Misalnya Anda meminjam dana sebesar Rp500.000, dengan tenor 20 hari. Maka, total biaya dan bunga dalam tenor 20 hari adalah sebagai berikut:

  • Rp500.000 x 0,8% x 20 hari = Rp80.000

Nah, mari kita lihat untuk pinjaman dana sebesar Rp1.000.000 dan Rp1.500.000. Ilustrasinya akan seperti ini:

  • Rp1.000.000 x 0,8% x 20 hari = Rp160.000
  • Rp1.500.000 x 0,8% x 20 hari = Rp240.000

Cukup sederhana kan? Ditambah dengan pinjaman pokok, maka itulah yang harus Anda kembalikan kepada pihak lender melalui platform fintech pendanaan.

Penting untuk diperhatikan sebelum Anda meminjam dana secara daring:

  • Cari tahu dulu informasi mengenai biaya dan bunga suatu platform fintech pendanaan sebelum Anda mulai meminjam dana, lalu buat ilustrasi lebih dulu
  • Hanya pinjam dana dari fintech pendanaan legal, yang sudah terdaftar ataupun berizin dari OJK. Hindari meminjam dana dari pinjol ilegal, apalagi yang menawarkan pinjaman melalui SMS ataupun WhatsApp.
  • Bayarlah sesuai skema yang sudah disepakati bersama, untuk menghindarkan adanya denda dan biaya tambahan yang hanya akan menambah beban Anda.

Baca juga: Cara Mengumpulkan Modal Usaha: Tabungan Pribadi hingga Pinjaman Online

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Link Pinjol Ilegal Mudah Cair yang Perlu Diwaspadai, Teliti sebelum Meminjam!

JAKARTA, duniafintech.com – Link pinjol ilegal mudah cair tentunya perlu diwaspadai. Pinjaman online ilegal masih menjadi masalah yang serius di Indonesia.  Banyak aplikasi pinjaman online...

Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk dengan Baik dan Benar

JAKAARTA, duniafintech.com - Perkara hutang ini tidak bisa dihindari pada suatu kondisi, mau tidak mau, Anda harus siap untuk melunasi tepat waktu agar tidak...

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Bagaimana Peluang dan Tantangannya?

JAKARTA, duniafintech.com – Kualitas layanan fintech di Indonesia adalah hal penting yang perlu diketahui terkait perkembangan financial technology di tanah air. Pada zaman sekarang, peran...

Produk Investasi Syariah yang Halal dan Menguntungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Produk investasi syariah merupakan pilihan investasi yang mengacu pada prinsip-prinsip ekonomi dan bisnis yang sesuai dengan syariat Islam. Di Indonesia, terdapat beberapa...

Sah! OJK Pastikan Pinjol Jembatan Emas Tutup, Ini Alasannya

JAKARTA, duniafintech.com – Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjaman online (pinjol) PT Akur Dana Abadi atau Jembatan Emas resmi tutup.  Hal ini...
LANGUAGE