JAKARTA, duniafintech.com – Seperti diketahui bahwa beberapa tahun terakhir tak sedikit UMKM atau bisnis lokal yang sudah paham mengenai cara ekspor barang dan sukses mengirimkan barangnya keluar negeri.
Nah, bagi yang belum mengerti dan ingin mempelajari cara ekspor barang, ada baiknya untuk menyimak ulasan lengkap artikel DuniaFintech kali ini ya!

Membuka Peluang Baru, Mengapa Ekspor?
Ekspor, kegiatan memasarkan produk ke luar negeri, membuka gerbang peluang bagi para pengusaha Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan keuntungan. Dengan populasi global yang mencapai miliaran, potensi untuk meraih konsumen baru dan meningkatkan skala bisnis melalui ekspor sangatlah besar.
Langkah Menuju Sukses, Ketahui Cara Ekspor Barang
Berikut panduan lengkap cara ekspor barang:
-
Riset Pasar dan Penentuan Produk
- Pahami Permintaan Global: Lakukan riset pasar untuk memahami tren dan permintaan di negara tujuan.
- Pilih Produk Unggulan: Identifikasi produk yang memiliki daya saing dan potensi pasar yang besar.
- Analisis Persaingan: Pelajari pesaing di negara tujuan dan temukan strategi untuk bersaing.
-
Persiapan Legalitas dan Dokumen
- Daftar sebagai Eksportir: Dapatkan izin usaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Kementerian Investasi/BKPM.
- Siapkan Dokumen Ekspor: Lengkapi dokumen seperti Surat Keterangan Asal (SKA), Packing List, Invoice, dan Bill of Lading.
- Pahami Regulasi: Pelajari regulasi dan persyaratan ekspor di negara tujuan.
-
Menemukan Pembeli dan Membangun Jaringan
- Gunakan Platform Online: Manfaatkan platform B2B seperti <URL yang tidak valid dihapus> dan <URL yang tidak valid dihapus>.
- Ikuti Pameran Internasional: Perkenalkan produk Anda di pameran dagang internasional.
- Jalin Kerjasama dengan Importir: Bangun hubungan dengan importir di negara tujuan.
-
Logistik dan Pengiriman Barang
- Pilih Jasa Pengiriman: Pilihlah perusahaan ekspedisi terpercaya dengan layanan yang sesuai kebutuhan.
- Perhitungkan Biaya Pengiriman: Pahami biaya freight, asuransi, dan bea cukai.
- Persiapkan Kemasan yang Tepat: Pastikan kemasan produk aman dan sesuai dengan regulasi.
-
Pembayaran dan Asuransi
- Pilih Metode Pembayaran: Gunakan metode pembayaran yang aman dan terpercaya seperti Letter of Credit (L/C) atau Transfer Bank.
- Pertimbangkan Asuransi: Lindungi produk Anda dari risiko kerusakan atau kehilangan selama pengiriman.
Memahami Biaya Ekspor
Berikut beberapa biaya yang dihitung dalam ekspor:
- Biaya Produk: Biaya produksi, pengemasan, dan branding.
- Biaya Pengiriman: Biaya freight, asuransi, dan bea cukai.
- Biaya Dokumentasi: Biaya pembuatan dokumen seperti SKA, Packing List, dan Invoice.
- Biaya Pemasaran: Biaya promosi dan pameran dagang.
- Biaya Lainnya: Biaya legalitas, agen, dan komisi.
Dokumen Penting dalam Ekspor
Berikut beberapa dokumen yang diperlukan untuk ekspor:
- Surat Keterangan Asal (SKA): Bukti bahwa produk berasal dari Indonesia.
- Packing List: Daftar detail barang yang diekspor.
- Invoice: Faktur yang berisi informasi produk, harga, dan total biaya.
- Bill of Lading: Bukti kontrak pengiriman barang.
- Sertifikat Produk: Sertifikat yang menunjukkan kualitas dan keamanan produk (opsional).
- Dokumen Lainnya: Dokumen tambahan yang mungkin diperlukan tergantung pada negara tujuan (seperti izin khusus, lisensi, dan fumigasi).
Memulai Ekspor dengan Keyakinan
Proses ekspor memang kompleks, namun dengan persiapan yang matang dan pengetahuan yang memadai, Anda dapat membuka peluang baru dan meraih kesuksesan di pasar global. Gunakan panduan ini sebagai langkah awal untuk memulai perjalanan ekspor Anda.
Baca juga: Pemerintah Buka Pasar Luas untuk Ekspor Industri Furniture
Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com