26.7 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Belajar Yuk! Ini Tips Penting dan Cara Investasi Saham yang Tepat

JAKARTA, duniafintech.com – Bagi sejumlah orang yang melek soal keuangan, cara Investasi saham merupakan hal yang penting untuk dipahami. 

Saham bukanlah sekedar soal cuan, beli saat harga murah, dan jual ketika harganya tinggi, bukan itu saja guys. 

Investasi saham menuntut pemiliknya agar mampu menganalisis, seperti membaca laporan keuangan, membaca grafik saham, mengetahui pola di masa lalu, memprediksi pola di masa depan, dan membuat strategi tepat dalam mengurangi risiko.

Semua kemampuan dan keahlian tersebut bisa didapatkan dengan langkah belajar. Baik oleh trader maupun investor saham. Berikut ini pengertian investasi saham hingga cara mudah belajar investasi saham, seperti dikutip dari Cermati.com.

Mengenal Apa Itu Investasi Saham

Secara garis besarnya, saham bisa diartikan sebagai tanda penyertaan modal dari seseorang atau pihak, yang meliputi badan usaha, dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. 

Dengan penyertaan modal yang terdaftar itu, maka pihak tersebut berhak memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Baca juga: Aplikasi Trading Terbaik dan Terpercaya, Ini 7 Pilihannya

Jadi, jika kamu telah menjalankan bentuk invstasi saham, secara tidak langsung Anda dapat mendapatkan keuntungan terhadap modal awal yang digunakan untuk membeli saham dari satu atau lebih perusahaan. 

Meskipun begitu, kamu perlu memahami bahwa modal yang Anda salurkan untuk investasi tersebut memiliki peran untuk mendukung keperluan dalam peningkatan ekonomi pada suatu perusahaan atau perseroan. Keuntungan yang didapat dari peningkatan ekonomi tersebutlah yang nantinya akan dibagi kepada para penanam modal atau investor dalam instrumen saham ini. 

cara Investasi saham

Cara Investasi Saham, Perhatian Hal Penting Ini

1. Tentukan tujuan investasi

Belajar investasi saham harus tahu dulu tujuannya. Tidak asal taruh duit, selesai. Tujuannya untuk apa, apakah untuk mengumpulkan DP rumah, mempersiapkan dana pensiun, biaya menikah, atau tujuan lainnya. Investasi saham sebaiknya dilakukan jangka panjang agar hasilnya maksimal. Jangka waktunya lebih dari lima tahun.

Baca juga: Jangan Sampai Keliru, Begini Perbedaan Crypto dan Saham

Tidak menutup kemungkinan, saham yang kamu beli hari ini naik ribuan persen dalam jangka waktu tersebut, sehingga keuntungan yang didapat besar dan bisa mencapai tujuan investasi.

2. Memeriksa kondisi keuangan dahulu

Setelah itu, cara belajar investasi saham untuk pemula selanjutnya adalah memeriksa keuangan kamu. Berapa penghasilan dan pengeluaran setiap bulan. Apakah seimbang, besar pengeluaran dibanding penghasilan, atau justru sebaliknya sehingga membuat keuangan surplus.

Bila ternyata besar pasak daripada tiang, artinya kamu tidak punya dana menganggur untuk investasi. Sementara hal ini membutuhkan dana. Investasi juga memerlukan komitmen dari kamu untuk disiplin menyisihkan uang setiap bulan. Besaran ideal dana investasi adalah 10 persen dari gaji per bulan.

Kalau tetap ingin investasi saham, itu berarti kamu harus mencari penghasilan tambahan. Entah menjadi freelancer, jualan online, atau kerja sampingan lain.

Namun jika keuangan kamu selalu mengalami surplus, pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, artinya aman untuk investasi. Akan ada alokasi dana khusus untuk investasi saham.

Pastikan sesuai kemampuan keuangan kamu. Tak perlu dipaksakan harus dimulai dengan nominal jutaan atau puluhan juta rupiah akibat pompom saham dari orang lain. Investasi saham dengan uang yang sekiranya kamu sanggup untuk kehilangan. Sebab, ini merupakan investasi berisiko tinggi.

3. Cari informasi investasi saham dari berbagai sumber

Kamu harus membekali diri dengan pengetahuan atau wawasan investasi saham saat pertama kali terjun. Tanpa ilmu dan informasi yang cukup, kamu akan ikut-ikutan ketika melakukan trading saham.

Kebingungan, tidak tahu harus mengambil langkah apa. Akhirnya semua serba pakai feeling. Sementara feeling kerap salah.

Sumber informasi utama investor saham adalah situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Mulai dari emiten atau perusahaan tercatat beserta laporan keuangannya, pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), serta informasi lainnya.

Kamu bisa ikut kelas belajar saham yang diselenggarakan BEI, perusahaan sekuritas, maupun komunitas trader atau investor saham. Informasi investasi saham juga bisa kamu dapatkan lewat membaca buku, ikut seminar atau pelatihan, sosial media, dan sebagainya.

4. Memilih platform sekuritas terpercaya

Saat ini, banyak platform online yang bisa ditemukan dengan mudah dari perusahaan sekuritas. Pastikan kamu memilih sekuritas yang merupakan anggota BEI dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selanjutnya telusuri rekam jejaknya agar kamu aman dan nyaman berinvestasi saham. Dengan begitu, kamu tidak terjerat investasi di perusahaan bodong.

5. Beli saham unggulan

Memulai beli saham-saham unggulan. Yang masuk konstituen Indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah indeks saham berisi daftar 45 saham pilihan. Saham-saham tersebut memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan didukung fundamental perusahaan yang baik atau kondisi keuangan stabil.

Meski diisi daftar saham unggulan, kamu masih bisa mengoleksinya. Harga saham di Indeks LQ45 bervariasi, mulai dari yang paling rendah Rp 300 per lembar sampai yang paling mahal Rp 70.000 per lembar.

Jangan Sekedar Ikut-ikutan, Tapi Pahami

Kunci keberhasilan atau kesuksesan dalam investasi saham adalah mau belajar. Dengan belajar, kamu akan mendapatkan edukasi mengenai bagaimana cara memilih saham murah dan bagus, fasilitas dan perlindungan investor saham, cara membuat trading plan saham, serta informasi berguna lain. 

Dengan begitu, kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam investasi tersebut. Bahwa investasi saham tidak menakutkan, taoi menyenangkan kalau sudah tahu ilmu dan tipsnya.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Trading Kripto dan Forex

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE