Site icon Dunia Fintech

Cara Membangun Aset dari Nol, Langkah Awal Menuju Kekayaan

cara membangun aset dari nol

JAKARTA, duniafintech.com – Membangun aset dari nol merupakan langkah bagi kamu yang ingin memiliki kekayaan. Apakah pernah sesekali untuk membayangkan bahwa Anda memiliki aset hingga miliaran rupiah? Nominal tersebut terbilang cukup besar dan bahkan cukup mustahil untuk dimiliki oleh pemula yang baru merintis karir.

Namun, hal tersebut sebenarnya tidak mustahil untuk dilakukan hanya saja mereka perlu mengetahui tentang membangun aset yang dimiliki dari nol, sehingga nantinya mereka bisa memiliki aset dengan nominal tersebut. Kamu juga tidak perlu memiliki gaji atau pendapatan yang besar guna mendapatkan aset tersebut. Tapi jika bisa menerapkan strategi yang tepat, maka tujuan kamu nantinya akan terwujud meskipun pendapatannya tidak terlalu besar.

Hal yang harus dilakukan adalah dengan merencanakan strategi pengeluaran dan tabungan per bulannya sejak dini. Dengan begitu, maka dipastikan bisa membangun semua aset mulai dari nol.

Cara Membangun Aset dari Nol

Bagi kamu yang ingin memiliki kekayaan, berikut ini adalah beberapa cara untuk membangun aset yang dapat dilakukan dari nol, antara lain:

Jika menginginkan sebuah kekayaan aset, maka salah satu hal yang harus dilakukan untuk membangun aset dari awal adalah memiliki visi misi keuangan. Dalam hal ini pun sebenarnya tidak hanya bisa dilakukan saat sendirian. Jadi, bagi mereka yang sudah menikah atau memiliki pasangan, maka bisa juga mengajaknya untuk merencanakan visi-misi ini di masa mendatang.

Apabila nanti pasangan tidak mendukung tujuan itu, maka akan sulit untuk bisa mewujudkan hal tersebut, yakni membangun kekayaan di masa depan. Jadi, mulai sekarang ajaklah pasanganmu untuk menetapkan tujuan keuangan di masa mendatang nanti. Pastikan juga bahwa kedua belah pihak memiliki pemikiran yang sama dan keduanya ingin menjalankan rencana tersebut.

Jika memiliki utang dan baru saja lunas dalam waktu bertahun-tahun, tentunya hal itu akan menjadi beban finansial kamu nantinya. Utang yang nantinya akan membuat kesulitan dalam menghitung kekayaan. Hal itu dapat disebabkan karena adanya beban yang harus ditanggung setiap bulannya. Jangan sesekali tergiur dengan kartu kredit untuk membeli barang konsumtif, seperti pakaian mahal dan liburan mewah.

Intinya, jangan pernah berhutang meski itu untuk membiayai pendidikan anak. Alangkah baiknya untuk alokasikan sebagian pendapatan kamu untuk mulai mempersiapkan tabungan pendidikan anak. Utang yang dikeluarkan untuk pendidikan anak tentu akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya, tentunya hal itu dapat mengganggu dana pensiun yang sudah disiapkan.

Pensiun sebenarnya bukan hanya prioritas yang akan dilakukan oleh pekerja lanjut usia saja, namun ada juga yang harus pensiun dini guna mempersiapkan dana tabungan. Dana pensiun akan sangat bermanfaat untuk dapat membiayai kehidupanmu di masa tua nanti, sehingga ketika masa itu datang kamu tidak perlu menyusahkan anak atau keluarga.

Sekarang ini, mungkin sudah ada banyak program pensiun yang bisa diikuti. Jika perusahaan tempat bekerja Anda memiliki program ini, maka tidak ada salahnya untuk mengikuti program tersebut. Biasanya, iuran yang akan dibayarkan tidak terlalu besar, hanya perlu untuk mengeluarkan sebagian kecil pendapatan untuk dibayarkan setiap bulannya.

Jika saat ini kamu masih berusia 20 atau 30 tahun, maka sebagian pendapatan yang dimiliki bisa langsung dialokasikan ke dalam instrumen saham dengan tingkat imbal hasil yang tinggi. Pengalokasian dana 10 hingga 15 tahun mungkin dapat memberikan tingkat imbal hasil yang lebih maksimal untuk saham yang dimiliki.

Jangan sesekali membeli barang jika kemampuan finansial tidak mampu untuk membayarnya secara tunai. Memiliki gaya hidup tinggi dan sering berhutang hanya karena mementingkan gaya hidup, yang nantinya akan mempengaruhi dana tabungan setiap bulannya.

Hal tersebut tentunya dapat membuatmu semakin sulit untuk melakukan cara membangun aset dari nol. Jika ingin membeli rumah dengan cara cicilan atau kredit, maka pastikan lebih dulu bahwa nilai cicilan yang akan dibayarkan setiap bulan sekitar 30 persen dari pendapatan.

Jika memiliki dana lebih, maka ada baiknya untuk melunasi cicilan rumah lebih cepat. Kemudian, ubahlah semua kebiasaan untuk makan lebih sederhana. Jangan dibiasakan dengan membeli makanan dengan harga mahal. Cara tersebut pastilah akan membuatmu bisa mengumpulkan banyak uang. Lalu, hal tersebut juga bisa menghitung kekayaan lebih cepat.

Namun, hal itu sangat membutuhkan rasa konsistensi dan juga kedisiplinan untuk dapat mengubah kebiasaanmu. Jangan pernah lupa melatih diri secara perlahan agar terbiasa untuk menjalani hidup lebih sederhana.

Semakin cepat untuk memulai, maka semakin banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi. Selain itu, kamu juga bisa menyimpan uang yang dimiliki dalam bentuk inflasi. Sehingga, uang tersebut tidak mudah tergeser oleh penurunan nilai. Terdapat beberapa pilihan instrumen investasi yang bisa kamu pilih sesuai kemampuan finansial.

Selain itu, investasi yang harus dilakukan juga memiliki harga yang terjangkau. Salah satunya adalah investasi reksa dana. Dengan instrumen investasi ini, maka nantinya bisa memulainya hanya dengan bermodalkan Rp100.000 saja. Jika menginginkan keuntungan yang lebih besar lagi, maka modal yang dibutuhkan untuk investasi juga harus lebih banyak.

Setiap orang pastinya memiliki passion, meskipun ada juga sebagian orang yang tidak menyadarinya. Sebenarnya, ada banyak sekali cara untuk mengetahui passion yang dimiliki oleh setiap orang, yaitu dengan melihat hobi yang mereka sukai. Untuk mencapai tujuan hidup lebih baik dengan memiliki aset kekayaan, maka ubahlah passion menjadi sebuah bisnis. Misalnya, kamu memiliki passion dalam hal memasak, maka dengan memiliki passion tersebut bisa saja kamu memulainya dengan membuka jasa catering.

Kesimpulan

6 cara membangun aset dari nol tadi tentunya dapat diterapkan mulai dari sekarang agar menambah kekayaan di masa depan. Akan tetapi, hal itu akan tercapai jika kamu menerapkannya secara konsisten. Dengan begitu, nantinya bisa menjalani kehidupan yang nyaman saat tua nanti.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

Exit mobile version