Dunia Fintech

Cara Menggunakan Bollinger Bands untuk Trading & Contohnya

Cara menggunakan Bollinger Bands penting diketahui oleh mereka yang baru memulai trading, khususnya dalam saham. Dengan memahami penggunaan Bollinger Bands, Anda dapat lebih mudah meraih potensi keuntungan.

Jadi, apakah Anda siap untuk mengetahui cara menggunakan Bollinger Bands? Berikut ini informasi selengkapnya tentang cara menggunakan Bollinger Bands dan topik terkait lainnya. Seperti dinukil dari Qoala.

Apa Itu Indikator Bollinger Band?

Sebelum kita membahas cara menggunakan Bollinger Bands, penting untuk memahami apa itu indikator Bollinger Bands. Bollinger Bands merupakan salah satu indikator kunci yang sering digunakan dalam dunia trading.

Bollinger Bands adalah indikator trading yang sangat populer, dikembangkan oleh John Bollinger. Ia adalah seorang analis keuangan terkemuka asal Amerika Serikat pada tahun 1980-an.

Baca juga: TradingView adalah: Kenali Fitur hingga Cara Menggunakannya untuk Pemula

Cara Menggunakan Bollinger Bands

Menurut Investopedia, indikator Bollinger Bands ini termasuk dalam alat analisis teknikal. Yang membantu menghasilkan sinyal overbought dan oversold.

Indikator ini dirancang untuk mengidentifikasi sinyal beli dan jual. Yaitu dengan cara mengenali apakah suatu aset sedang mengalami oversold atau overbought.

Namun, perlu diperhatikan bahwa indikator Bollinger Bands ini hanya memperhatikan harga dan volatilitas aset. Maka sering kali perlu dikombinasikan dengan indikator lain untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Suharto FT (2014) menyatakan indikator Bollinger Bands ini memiliki beberapa manfaat bagi para trader:

Rumus Bollinger Bands digunakan untuk menghitung Upper Bands (upper band) dan Lower Bands (lower band) adalah:

Upper Bands = Simple Moving Average (SMA) + [D x Std Dev]

Lower Bands = SMA – [D x Std Dev]

Keterangan:

Meskipun rumus perhitungan tersebut cukup kompleks. Yang lebih penting adalah pemahaman tentang cara membaca Bollinger Bands. Kemudian, kemampuan untuk memanfaatkannya dalam strategi trading.

Purnomo LB (2014) menyajikan 2 strategi sederhana menggunakan indikator Bollinger Bands untuk trading.

Pertama, sinyal jual (sell signal), muncul saat harga menyentuh upper band, menandakan potensi pelemahan harga. Posisi ini dianggap overbought, menunjukkan harga aset telah mencapai puncaknya dan mungkin akan mengalami pullback.

Kedua, sinyal beli (buy signal), muncul saat harga menyentuh lower band, menandakan potensi penguatan harga. Posisi ini dianggap oversold, menunjukkan harga aset telah mencapai titik terendah dan mungkin akan mengalami kenaikan.

Elemen Indikator Bollinger Bands

Sebelum masuk ke cara menggunakan Bollinger Bands, simak terlebih dahulu elemen indikator Bollinger Bands. Adapun indikator Bollinger Bands terdiri dari satu Simple Moving Average (SMA).

SMA memiliki dua band: Lower Bollinger Bands yang berada di bawahnya. Dan Upper Bollinger Bands yang berada di atasnya. Indikator ini juga memperhitungkan time frame sebagai salah satu elemennya.

  1. Simple Moving Average (SMA)

Moving Average adalah indikator umum dalam analisis teknikal yang membantu meratakan fluktuasi harga jangka pendek. Kemudian, ia juga mengidentifikasi pergerakan harga jangka panjang.

Ada dua jenis Moving Average dasar, yaitu Simple Moving Average (SMA) dan rata-rata bergerak eksponensial (EMA).

Simple Moving Average (SMA) adalah nilai rata-rata aritmatika dari harga saham selama periode waktu tertentu. Rumusnya adalah:

SMA = (P1 + P2 + P3 + … + Pn) / n

Contoh, jika kita memiliki harga penutupan saham selama 5 hari, yaitu 50, 48, 45, 52, 53. Kemduian, ingin menggunakan Moving Average 5 hari, inilah perhitungannya:

(50 + 48 + 45 + 52 + 53) / 5 = 49.6.

Meski perhitungan untuk rata-rata bergerak eksponensial (EMA) lebih kompleks. Intinya adalah memberikan bobot lebih pada harga-harga terbaru.

Panjang waktu yang Anda pilih, dikenal sebagai “periode pencarian ke belakang”. Ini memainkan peran penting dalam keputusan investasi.

Moving Average (MA) dengan periode pencarian ke belakang yang lebih pendek cocok untuk perdagangan jangka pendek.

Sementara MA dengan periode pencarian ke belakang yang lebih panjang lebih sesuai untuk investor jangka panjang.

MA dengan periode pendek akan menunjukkan pola yang lebih zigzag. Kemudian, bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga dibandingkan MA dengan periode panjang.

Contoh perbandingan ditunjukkan dalam grafik berikut, di mana garis oranye menunjukkan Simple Moving Average 5 hari. Sedangkan garis biru menunjukkan Simple Moving Average 30 hari.

Penggunaan paling umum dari Moving Average adalah untuk mengidentifikasi arah tren. MA yang naik menunjukkan tren naik. Sementara MA yang menurun menunjukkan tren turun.

Meski MA bermanfaat saat digunakan sendiri, ia pun menjadi dasar bagi indikator teknikal lainnya, seperti Bollinger Bands.

Bollinger Bands didefinisikan oleh garis-garis yang terplot dua deviasi standar. Yaitu positif dan negatif dari Simple Moving Average (SMA) harga saham.

Bollinger Bands dapat disesuaikan sesuai dengan preferensi pengguna. Contohnya adalah Bollinger Bands dengan SMA 20 hari.

Informasi yang dapat diperoleh dari Bollinger Bands mencakup tingkat volatilitas saham. Ketika band melebar, itu menunjukkan pasar lebih volatile, sementara penyempitan menandakan periode yang kurang volatile.

Penting juga untuk memperhatikan ketika harga saham menembus batas band. Penembusan Upper Bollinger Band menandakan saham saat ini overbought. Sementara, penembusan Lower Bollinger Band menandakan saham oversold.

Namun, Bollinger Bands sendiri mungkin tidak cukup untuk menghasilkan sinyal beli atau jual. Maka perlu penggunaan indikator teknikal lainnya untuk membuat keputusan investasi.

  1. Upper Band dan Lower Band

Indikator Bollinger Bands terdiri dari dua band samping dan garis tengah. Keduanya mewakili pergerakan harga sekitar nilai rata-rata.

Yang direpresentasikan oleh garis tengah. Dalam kondisi volatilitas pasar tinggi, Bollinger Bands, yaitu Upper Bands dan Lower Bands, akan melebar.

Sedangkan dalam volatilitas pasar rendah, mereka akan menyempit. Pergerakan Bands dari garis tengah, menjauh (volatilitas tinggi)/mendekat (rendah) memberi informasi penting.

Bollinger Bands adalah indikator analisis teknikal yang sangat umum digunakan, terutama di pasar keuangan tradisional. Dan juga diterapkan oleh para trader cryptocurrency.

Meski begitu, sebaiknya BB tidak digunakan sebagai satu-satunya alat. Melainkan dikombinasikan dengan alat dan indikator analisis teknikal lainnya. Hal ini untuk mengurangi risiko keseluruhan.

Ada beberapa cara dasar untuk membaca dan menginterpretasi informasi dari indikator BB. Misalnya, ketika harga suatu aset bergerak dari bawah garis tengah dan melewati Upper Bands. Hal itu dapat menunjukkan potensi kondisi overbought.

Sebaliknya, jika harga melewati Lower Bands, hal ini mungkin mengindikasikan kondisi oversold. Selain itu, Upper Bands dan Lower Bands dapat menunjukkan level potensial support dan resistance. Di mana harga mungkin mengalami pembalikan arah.

Pergerakan Upper Bands dan Lower Bands terhadap garis tengah memiliki peran penting dalam interpretasi indikator BB. Saat terjadi ekspansi, dan band melebar, volatilitas pasar meningkat.

Sebaliknya, saat terjadi kontraksi, dan band menyempit, volatilitas pasar menurun. Informasi ini bisa membantu trader dan analis grafik memprediksi periode volatilitas pasar mendatang atau sebaliknya.

  1. Time Frame

Bollinger Bands sangat bermanfaat dalam menunjukkan support dan resistance. Sekaligus membantu trader menerapkan strategi yang mudah digunakan dan akurat. Hal ini untuk mengidentifikasi pembalikan pasar dan breakout.

Namun, seperti pada jenis trading lainnya, mengamati lebih dari satu grafik merupakan cara yang bijak. Yaitu untuk meningkatkan pemahaman dalam trading dan membuat keputusan yang lebih cerdas.

Hal ini utamanya berlaku untuk Bollinger Bands di mana menggunakan berbagai SMA dari berbagai time frame. Hal ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang situasi pasar.

Dengan Bollinger Bands, perdagangan dilakukan dengan memanfaatkan kurva normal pada setiap time frame.

Namun, dengan mengubah deviasi standar pada berbagai time frame, kita dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Yaitu tentang arah pasar, memperkaya perspektif kurva normal.

Penting untuk memiliki beberapa time frame Bollinger dalam satu grafik. Hal ini agar dapat melihat Bollinger Bands untuk time frame yang lebih panjang. Kemudian, sambil tetap memperhatikan time frame yang lebih pendek.

Hal ini memberikan pemahaman yang lebih rinci tentang setiap pasar. Pada gilirannya, ini meningkatkan keakuratan konfirmasi saat masuk perdagangan, baik untuk pembalikan atau breakout.

Pendekatan ini memungkinkan kita untuk memastikan konsistensi dalam keputusan trading dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Misalnya, berdagang pada grafik 4 jam sambil memantau Bollinger Bands pada grafik 1 jam. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi perubahan arah dengan lebih cepat.

Tentu saja, setiap time frame memiliki kecocokan dengan gaya trading tertentu. Dan Bollinger Bands sangat fleksibel untuk digunakan di berbagai time frame. Jika Anda melakukan day trading.

Maka grafik yang lebih pendek seperti 1 jam atau bahkan 5 menit bisa memberikan detail intraday yang diperlukan.

Namun, untuk swing trader, grafik harian atau mingguan yang lebih lama. Hal itu lebih sesuai untuk melihat gambaran keseluruhan dari tren yang diikuti.

Dalam setiap situasi, Bollinger Bands memberikan dukungan visual yang penting terkait support dan resistance.

Hal ini dapat menjadi dasar strategi trading. Apakah memilih satu atau dua time frame tertentu atau menggunakan alat analisis multiple-time frame dalam satu grafik.

Bollinger Bands menyediakan informasi yang bisa dipahami dengan cepat yang diperlukan untuk kesuksesan dalam trading.

Cara Menggunakan Bollinger Bands

Sebelum membahas cara menggunakan Bollinger Bands, penting untuk diingat. Ketika harga menyentuh Upper Band, tidak selalu berarti Anda harus menjual.

Sebaliknya, ketika harga menyentuh Lower Band, itu tidak selalu berarti Anda harus membeli.

John Bollinger sendiri menyatakan. “Tidak ada yang istimewa tentang menyentuh garis Bollinger yang dapat dianggap sebagai sinyal tunggal.”

Harga dapat “berjalan di sepanjang band” selama downtrend atau uptrend yang kuat. Artinya, ada situasi di mana harga berulang kali menyentuh atau menembus Lower atau Upper Band.

Karena itu, mengambil tindakan saat harga menyentuh salah satu band mungkin tidak selalu diinginkan.

Sebaliknya, lebih bijaksana untuk menunggu dan mencari pola chart. Seperti “double bottom,” “classic M top,” atau formasi “three pushes to high.” Berikut ini cara menggunakan Bollinger Bands yang penting untuk diketahui.

1. Mengidentifikasi Kondisi Overbought dan Oversold

Salah satu cara menggunakan Bollinger Bands adalah untuk mengidentifikasi potensi kondisi overbought (jenuh beli). Kemudian juga oversold (jenuh jual) di pasar.

Kondisi overbought terjadi ketika harga naik terlalu tinggi dan terlalu cepat. Hal ini cenderung mengalami pullback atau pembalikan arah.

Sebaliknya, terkait cara menggunakan Bollinger Bands, kondisi oversold terjadi saat harga turun terlalu rendah dan terlalu cepat.

Cenderung memantul atau berbalik arah. Indikator Bollinger Bands membantu mengidentifikasi kondisi ini. Yaitu dengan mengukur deviasi standar dari pergerakan harga di sekitar Moving Average.

Untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold menggunakan indikator Bollinger Bands. Ikuti langkah-langkah berikut:

Baca juga: Cara Trading di INDODAX: Tips Gunakan Alat Analisis

2. Mengidentifikasi Pembalikan dan Kelanjutan Tren

Selain mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Cara menggunakan Bollinger Bands dapat digunakan untuk mengenali pembalikan dan kelanjutan tren. Berikut adalah cara menggunakan Bollinger Bands:

3. Dikombinasikan dengan Alat Analisis Teknis Lainnya

Meski indikator Bollinger Bands dapat efektif digunakan secara independen. Tetapi sering kali lebih efektif ketika dipasangkan dengan alat analisis teknikal lainnya. Inilah beberapa cara menggunakan Bollinger Bands bersamaan dengan indikator lainnya:

Cross Moving Average (Persilangan Rata-Rata Bergerak)

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, para trader dapat menggunakan persilangan antara Bollinger Bands dan rata-rata bergerak. Itu sebagai sinyal untuk masuk atau keluar dari perdagangan.

Sebagai contoh terkait cara menggunakan Bollinger Bands. Yaitu menunggu harga melintasi di atas moving average dan Upper Bollinger Bands sebelum membuka posisi beli.

Sebaliknya, menunggu harga melintasi di bawah moving average dan Lower Bollinger Bands sebelum membuka posisi jual.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI)

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, RSI adalah indikator teknikal populer lainnya yang mengukur kekuatan pergerakan harga. Para trader dapat menggunakan indikator Bollinger Bands bersamaan dengan RSI.

Ini untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar potensial. Sebagai contoh terkait cara menggunakan Bollinger Bands, menunggu RSI berada di wilayah overbought atau oversold. Kemudian, mencari sinyal pembalikan pada Bollinger Bands.

Pola Candlestick

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, pola candlestick dapat digunakan secara bersamaan dengan indikator Bollinger Bands. Ini dengan tujuan menandai potensi kelanjutan tren atau pembalikan.

Sebagai contoh, Anda dapat mencari pola candlestick bullish engulfing yang terbentuk dekat Lower Bollinger Band. Yang dapat menandakan potensi pembalikan.

Garis Tren

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, Anda dapat menggambar garis tren pada grafik harga. Ini untuk membantu mengidentifikasi tren secara keseluruhan. Ketika digunakan bersamaan dengan indikator Bollinger Band. Garis tren dapat membantu para trader mengidentifikasi potensi breakout atau pembalikan tren.

Manfaat Bollinger Band

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, penggunaan indikator Bollinger Bands memang terlihat sederhana dan mudah dipahami.

Namun, di balik itu semua, indikator ini punya manfaat yang cukup penting bagi para trader yang sedang belajar trading saham.

Berikut adalah manfaat-manfaat yang dimaksud terkait cara menggunakan Bollinger Bands:

  1. Membantu Pengukur Volatilitas

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, pengukuran volatilitas pasar biasanya terlihat dari lebar bands (jarak antara dua band).

Ketika volatilitas tinggi, jarak antara dua band akan lebih lebar. Akan tetapi, saat volatilitas rendah, jaraknya akan terlihat lebih sempit.

Bollinger Bands akan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar pada suatu waktu dengan menghitung volatilitas harga.

Hal ini amat berguna buat para trader. Pasalnya, hampir semua data harga yang dibutuhkan bisa ditemukan di antara dua garis tersebut.

Apabila nilai saham secara terus-menerus menyentuh garis atas. Maka dapat dikatakan saham tersebut berada dalam fase overbought.

Namun jika berada di bawah garis atas selama periode tertentu. Maka saham tersebut berada dalam tahap oversold.

Dengan demikian, biasanya para trader akan membeli saham. Yaitu jika saham tersebut mengalami oversold untuk memaksimalkan keuntungan.

Namun, jika saham tersebut overbought, para trader akan sering menjual saham tersebut.

  1. Menentukan Posisi saat Pasar Sideways atau Trending

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, sideways diartikan sebagai harga yang cenderung naik & turun terus-menerus.

Yaitu dalam kisaran tertentu atau terbatas. Ketika pasar berada dalam kondisi sideways, para pelaku pasar dapat membuka posisi (entry).

Tren adalah harga yang cenderung bergerak di dalam satu arah, baik naik ataupun turun. Indikator Bollinger Bands bisa digunakan saat pasar berada di dalam kondisi trending dengan beberapa aturan.

Misalnya, terkait cara menggunakan Bollinger Bands, ketika harga telah melewati garis atas, disebut sebagai uptrend.

Ketika harga melewati garis bawah dan menutup di luar garis tersebut, disebut sebagai downtrend.

Contoh Cara Menggunakan Bollinger Bands untuk Trading Saham

Terkait cara menggunakan Bollinger Bands, grafik menampilkan contoh analisis saham SMRA dengan Bollinger Bands (BB).

Perhatikan bahwa ketika candlestick menyentuh garis BB (upper band atau lower band). Di situ, harga saham cenderung memantul ke arah yang berlawanan.

Hal ini menunjukkan bahwa kedua garis BB berfungsi sebagai patokan titik support dan resistance. Keduanya cukup valid dalam trading saham.

Jadi, setiap kali Anda melihat candlestick saham menyentuh garis BB, baik itu upper band atau lower band, Anda dapat bersiap-siap untuk membeli atau menjual saham.

Jika grafik saham menyentuh upper band, bersiaplah untuk menjual saham, dan sebaliknya.

Namun, hindari tindakan tergesa-gesa. Sebaliknya, tunggu hingga saham dikonfirmasi telah memantul ke arah yang berlawanan, lalu lakukan transaksi.

Mengapa demikian? Karena dalam praktiknya, grafik tidak selalu berbalik arah saat menyentuh upper atau lower bands.

Akan tetapi, malah bisa melanjutkan tren. Karena itu, Anda perlu menggabungkan analisis dengan indikator teknikal lainnya. Hal itu untuk mengantisipasi hal tersebut.

Anda dapat melihat momen yang tepat untuk membeli dan menjual saham saat menggunakan analisis indikator Bollinger Bands. Yang ditandai dengan panah berwarna oranye.

Sementara itu, panah lain menunjukkan garis MA 20. Ini cocok sebagai area take profit pertama jika Anda telah membeli saham di area lower band.

Penutup

Demikianlah ulasan terkait cara menggunakan Bollinger Bands yang penting untuk diketahui. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Baca juga: Indikator untuk Serok Kripto, Cari Tahu Yuk Jenis-jenisnya!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Exit mobile version