25.6 C
Jakarta
Sabtu, 2 Maret, 2024

Cara Pemutihan Kredit Macet BI Checking: Lunasi Tagihan hingga Klarifikasi

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pemutihan kredit macet atau pemutihan BI Checking menjadi langkah penting untuk mencegah penolakan pengajuan kredit seseorang oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. 

Hal ini karena saat mengajukan kredit, baik itu Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maupun kartu kredit, bank umumnya mensyaratkan BI Checking.

BI Checking sendiri merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat tingkat kelancaran atau ketidaklancaran pembayaran kredit (kolektibilitas). 

Sebelumnya, BI Checking merupakan layanan informasi riwayat kredit dalam Sistem Informasi Debitur (SID), di mana informasi kredit nasabah saling dipertukarkan antar-bank dan lembaga keuangan.

Informasi yang ditukar dalam SID mencakup identitas debitur, agunan, pemilik, dan pengurus badan usaha yang menjadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, riwayat pembayaran cicilan kredit, hingga catatan tentang kredit macet. 

Baca juga: Ini Cara Menghindari Investasi Bodong ala OJK

Setiap bank dan lembaga keuangan terdaftar dalam Biro Informasi Kredit (BIK) dapat mengakses informasi di SID, termasuk BI Checking. Data nasabah ini dikumpulkan oleh anggota BIK dan dikirim ke BI setiap bulannya, lalu diintegrasikan dalam sistem SID. Saat ini, SID berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Di dalam SLIK, layanan informasi riwayat kredit nasabah perbankan atau lembaga keuangan disebut layanan informasi debitur (iDEB). Bank dan lembaga keuangan memiliki akses data debitur dan berkewajiban melaporkan data debitur ke Sistem Informasi Debitur (SID).

Dari SID ini, setiap nasabah yang pernah mengajukan kredit akan diberikan skor berdasarkan catatan kreditnya. Penentuan skor kredit dilakukan dengan mempertimbangkan kolektibilitas si calon debitur (peminjam). Skor kredit diberikan dalam rentang 1-5, dan berikut adalah kategori kredit berdasarkan skornya dalam BI Checking.

  1. Skor 1: Kredit Lancar

Artinya, debitur secara konsisten memenuhi kewajibannya dengan membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya, hingga lunas, tanpa pernah menunggak.

  1. Skor 2: Kredit DPK (Dalam Perhatian Khusus)

Debitur tercatat menunggak cicilan kredit selama 1—90 hari.

  1. Skor 3: Kredit Tidak Lancar

Debitur tercatat menunggak cicilan kredit selama 91—120 hari.

  1. Skor 4: Kredit Diragukan

Debitur tercatat menunggak cicilan kredit selama 121—180 hari.

  1. Skor 5: Kredit Macet

Debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih dari 180 hari.

Dalam skala skor 1—5, pengajuan kredit oleh calon debitur akan ditolak oleh bank jika BI Checking-nya memperoleh skor 3, skor 4, atau skor 5, yang secara otomatis masuk ke dalam Black List BI Checking. Bank menghindari risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dengan menolak pengajuan dari calon debitur dengan skor ini.

Non-Performing Loan (NPL) sendiri merupakan indikator kesehatan bank. Adanya NPL dapat mengurangi modal bank, berdampak pada pemberian kredit di masa mendatang. Oleh karena itu, bagi yang mendapatkan skor 4 atau 5, diperlukan pemutihan BI Checking agar dapat mengajukan kredit kembali.

Sementara itu, calon debitur dengan skor 1 dianggap yang paling diinginkan oleh bank. Namun, skor 2 masih perlu dipantau karena kredit dalam perhatian khusus ini bisa berpotensi mempengaruhi NPL di masa depan.

Cara Pemutihan Kredit Macet atau BI Checking

Mendapatkan skor 3 dalam BI Checking atau IDI Historis karena adanya tunggakan cicilan dapat merugikan saat ingin mengajukan kredit. Namun, BI Checking dengan skor buruk dapat diperbaiki melalui beberapa tindakan pemutihan berikut:

1. Cara Pemutihan Kredit Macet BI Checking dengan Melakukan Pelunasan Cicilan Tertunggak

Langkah pertama dalam pemutihan BI Checking adalah segera melunasi cicilan kredit atau utang yang tertunggak. Penting untuk diingat bahwa persetujuan kredit di bank mana pun kemungkinan besar tidak akan tercapai jika catatan kredit masih buruk.

  1. Pantau BI Checking

Setelah melunasi tunggakan, langkah selanjutnya adalah memantau BI Checking secara rutin. Perhatikan apakah skor kredit mengalami perubahan setelah pelunasan. Jika tidak ada perubahan, calon peminjam dapat mengajukan komplain ke bank yang memberikan kredit.

Baca juga: Cara Menambah Daya Listrik PLN: Syarat dan Panduannya

Cara Pemutihan Kredit Macet

3. Surat Klarifikasi

Untuk melengkapi pemutihan BI Checking, buat surat klarifikasi atau penjelasan dari bank yang memberikan kredit. Konfirmasikan kepada OJK bahwa kewajiban kredit telah diselesaikan. Selanjutnya, tunggu hingga BI Checking dinyatakan sepenuhnya bersih.

Cara Pemutihan Kredit Macet

Untuk menghapus catatan buruk dalam BI Checking atau melakukan pemutihan BI Checking, satu-satunya langkah yang efektif adalah melunasi seluruh utang terhadap bank atau lembaga keuangan terkait. Proses pelunasan ini dilakukan sebagai langkah krusial dalam meningkatkan reputasi kredit seseorang.

Mendapatkan skor 3 dalam BI Checking atau IDI Historis karena tunggakan cicilan dapat menjadi hambatan saat ingin mengajukan kredit. Namun, BI Checking yang memiliki skor buruk dapat diperbaiki melalui langkah-langkah berikut:

  • Langkah pertama pemutihan BI Checking adalah segera melunasi semua tunggakan cicilan kredit atau utang. Dalam pengaturan pelunasan ini, pihak bank umumnya memberikan kemudahan kepada nasabah untuk menyelesaikan kewajiban mereka.
  • Setelah melunasi tunggakan, perhatikan perubahan skor BI Checking secara rutin. Jika belum terjadi perubahan, calon peminjam dapat mengajukan komplain ke bank yang memberikan kredit untuk mendapatkan klarifikasi.
  • Selengkapnya, buat surat penjelasan atau klarifikasi dari bank yang memberikan kredit. Konfirmasikan kepada OJK bahwa kewajiban kredit telah diselesaikan. Selanjutnya, tunggu hingga BI Checking dinyatakan sepenuhnya bersih.

Penting untuk diingat bahwa proses pemutihan BI Checking hanya dapat dilakukan melalui pelunasan utang. Oleh karena itu, bagi mereka yang masih memiliki utang dengan catatan kredit yang kurang baik, segera lakukan pelunasan untuk memulihkan reputasi finansial.

Baca juga: Rekomendasi Bisnis dengan Penghasilan Besar yang Patut Dicoba

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE