Site icon Dunia Fintech

5 Contoh Rencana Anggaran Biaya Sederhana yang Penting Diketahui

contoh rencana anggaran biaya

JAKARTA, duniafintech.com – Bagaimana contoh rencana anggaran biaya? Seperti diketahui, dalam melakukan suatu kegiatan, tentu saja akan dibutuhkan rencana sebelum Anda melaksanakannya. Rencana itulah yang akan membantu dalam membuat segala keputusan yang diambil menjadi lebih baik.

Rencana anggaran biaya juga selalu ada di setiap lini kehidupan, misalnya ketika ingin membeli sesuatu dan seterusnya. Nah, agar rencana anggaran biaya itu efektif, yuk simak contoh-contohnya dalam ulasan ini.

Cara Membuat Contoh Rencana Anggaran Biaya

Rencana anggaran biaya biasanya punya struktur yang boleh disebut unik. Di samping itu, cara untuk membangun rancangan ini berbeda pada setiap sistem dan industri bisnis. Di bawah ini adalah contoh cara merancang perencanaan penganggaran biaya dalam industri konstruksi.

Adapun rencana anggaran biaya ini bakal sangat membantu kontraktor untuk dapat mengetahui jumlah biaya yang diperlukan dari awal hingga akhir kegiatan pembangunan dilakukan.

Baca juga: Literasi Keuangan Jeblok, Ketua Banggar DPR: Padahal Anggarannya Ada di OJK

Terdapat 5 titik yang mesti diperhatikan ketika membuat rencana anggaran biaya untuk memulai proses konstruksi. Akan tetapi, sebelum melakukannya, Anda dapat memilih perhitungan anggaran untuk biaya bangunan yang bisa ditentukan dengan menentukan luas bangunan dan harga satuan bangunan.

Contoh Rencana Anggaran Biaya Sederhana

  1. RAB Jalanan
  1. RAB Kegiatan/Acara

Kalau Anda merasa proyek membuat jalanan terlalu sulit maka Anda dapat membuat rencana anggaran biaya untuk event. Ada 5 titik yang mesti dijadikan panduan untuk membuat rencana anggaran biaya pada event yang sering dilakukan. Sejumlah titik ini telah merepresentasikan semua hal yang perlu dimasukkan dan membutuhkan pembiayaan dalam pengadaannya.

  1. RAB Organisasi

Saat ada kegiatan organisasi, contoh rencana anggaran biaya memang sangat diperlukan. Contoh organisasi yang memerlukan rencana anggaran biaya, di antaranya OSIS, organisasi kampus, organisasi masyarakat, dan seterusnya.

Misalnya dalam hal konsumsi, Anda harus menentukan jenis konsumsi yang akan disajikan terlebih dahulu. Anda dapat menentukannya, misalnya, konsumsi untuk tamu dan konsumsi untuk panitia, kemudian apakah air mineral itu akan diberikan secara gratis.

Di samping itu, terkait berapa intensitas konsumsi yang akan diberikan kepada tamu dan juga kepada panitia, jumlahnya dapat Anda kalikan kepada jumlah tamu yang datang, lalu ke harga makanan per unit. Semuanya bisa Anda jumlahkan dan hasilnya merupakan total rencana anggaran biaya konsumsi untuk mengadakan acara organisasi.

  1. RAB Bisnis

Kegiatan bisnis pun memerlukan rencana anggaran yang baik dan juga terperinci. Kegiatan ini memerlukan rencana anggaran biaya karena dalam beberapa hal bisnis, rencana anggaran biaya diperlukan agar tidak terjadi pembengkakan biaya.

Rencana anggaran bisnis itu pun termasuk perhitungan anggaran bahan baku yang bakal dipakai dalam melakukan proses produksi. Misalnya, pengadaan bahan, perawatan peralatan, dan biaya angkut bahan.

Misalkan pada pembelian mesin dan juga perawatan dari mesin itu. Kalau perawatan dari mesin yang sudah dibeli tidak dilakukan maka ada dua kemungkinan, yakni mesin akan menjadi cepat rusak atau biaya yang dipakai untuk perawatan mesin menjadi tidak terkontrol.

Kemudian, juga ada biaya untuk kegiatan lainnya, misalnya pemasaran. Contoh kegiatan pemasaran di sini adalah kegiatan pemasangan iklan dalam berbagai platform. Lalu, Anda pun mesti menghitung biaya tenaga kerja yang digunakan selama melakukan proses produksi. Anda dapat menyesuaikan biaya dari tenaga kerja ini dengan lokasi tempat Anda melakukan bisnis.

  1. RAB Bangunan

Ketika melakukan proyek pembangunan atau konstruksi, rencana anggaran biaya juga menjadi sebuah dokumen yang diperlukan. Pada rencana anggaran biaya pembuatan bangunan, akan dimasukkan estimasi biaya yang Anda perlukan dari proyek ini, sejak proyek itu dimulai hingga selesai.

Komponen-komponen penting yang mesti diperhatikan dalam rencana anggaran biaya bangunan, antara lain, spesifikasi pekerjaan, yang dapat dibagi menjadi pekerjaan yang ringan dan juga berat. Kemudian, volume pekerjaan, yang di dalamnya akan dicantumkan semua komponen pembangunan dengan ukuran yang jelas.

Baca juga: Sri Mulyani: Kebutuhan Anggaran Infrastruktur Capai Rp6.445 Triliun, Dari Mana Dananya?

Lalu, juga ada satuan unit. Bukan hanya satuan volume pekerjaan, pada rencana anggaran biaya pembangunan rumah pun mesti punya satuan unit bahan bangunan. Daftar material untuk bangunan pun harus dituliskan secara rinci tanpa ada detail yang terlewatkan.

Anda juga dapat memberikan rincian dengan memberikan keterangan harga atau total biaya material yang bakal dipakai. Bukan hanya total biaya material, Anda pun mesti menentukan biaya untuk tenaga kerja dengan baik.

Untuk menghitung rencana anggaran biaya bangunan secara lengkap, ada dua cara yang dapat dilakukan. Pertama, menghitungnya dengan sistem meter persegi. Anda mesti memastikan bahwa semua data yang dibutuhkan sudah ada, contohnya harga material dan luas bangunan dalam bentuk meter persegi. Kemudian, Anda dapat menyesuaikan waktu pembangunan dengan lokasi pengerjaan rumah dengan harga yang telah tersedia.

Cara kedua, yakni dengan sistem analisis harga satuan. Langkah awalnya, Anda mesti memastikan bahwa Anda telah punya gambar rumah yang bakal dibangun itu. Kalau sudah maka Anda bisa membuat daftar rincian material yang dilengkapi dengan harga. Anda dapat mengisinya dengan jenis pekerjaan, volume pekerjaan, dan daftar biaya tenaga kerja.

Lantas, dari setiap item pekerjaan itu, Anda bisa menghitung volumenya dengan menggunakan ukuran dan gambar bangunan acuan. Selanjutnya, kalikan volume dan harga satuan untuk melakukan perhitungan itu.

Demikianlah contoh-contoh rencana anggaran biaya yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, rencana anggaran biaya memang hal yang penting untuk membuat sebuah kegiatan menjadi berjalan dengan lancar dan berhasil. Oleh sebab itu, agar kegiatan menjadi lebih terstruktur, mulailah dengan membuat sebuah rencana anggaran.

Baca juga: Jalankan Restrukturisasi Anggaran, Kemensos Berhasil Hemat Rp260 Miliar

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

Exit mobile version