25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Dampak Virus Corona Membuat Pasar Keuangan Bergejolak

duniafintech.com – Dampak virus corona membuat pasar keuangan bergejolak setelah Presiden Joko Widodo pada hari Senin (2/3/2020) mengumumkan dua orang Indonesia telah terjangkit virus COVID-19 ini.

Dampak virus corona membuat pasar keuangan bergejolak dapat dilihat dari nilai tukar rupiah melemah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun menurun tajam. Menyikapi hal tersebut Bank Indonesia (BI) pun segera mengumumkan lima kebijakan untuk menangkal dampak virus Corona terhadap perekonomian.

Langkah bank sentral tersebut antara lain meningkatkan intervensi di pasar keuangan dengan triple intervention atau intervensi tiga lapis di pasar spot, surat berharga negara, dan domestic non delivery forward atau DNDF.

Dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia, sangat terlihat terutama perdagangan ekspor-impor. Seperti diberitakan Katadata, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat devisa impor Indonesia ke Tiongkok menurun drastis hingga separuhnya.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syarif Hidayat mengatakan, nilai devisa impor dari Tiongkok pada pekan terakhir Februari hanya sebesar US$463 juta, anjlok 51 persen atau turun sekitar US$485 juta dibanding pekan terakhir Januari mencapai US$948 juta.

Adapun jenis barang impor yang terpengaruh adalah komputer, mesin, semi-manufaktur, tekstil, dan smartphone tercatat menurun tajam. Tak hanya itu, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa wabah virus COVID-19 membuat jalur rantai pasok bahan baku industri-industri dunia terpotong 30 persen. Selama ini rantai bahan baku industri mengandalkan Tiongkok.

Hingga saat ini, meski sejumlah penderita yang terpapar virus COVID-19 berangsur-angsur pulih, perusahaan elektronik Tiongkok masih berjuang untuk kembali memproduksi secara normal. Perusahan -perusahaan yang bergantung dengan pasokan Tiongkok masih akan merasakan efek domino wabah ini hingga 1-2 bulan ke depan.

Baca juga :

Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Lebih Kompleks

Selain efek domino di rantai pasok terutama elektronik, dampak virus corona di Indonesia lebih rumit dibanding saat menghadapi krisis 2008. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut virus COVID-19 memberikan dampak langsung kepada manusia.

Menurut Sri Mulyani, krisis ekonomi global pada 2008 disebabkan oleh lembaga keuangan, seperti perbankan dan pasar modal. Sentimen kepada lembaga keuangan itu mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Sementara, virus COVID-19 mengancam keselamatan dan kesehatan serta menghambat mobilitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ini berdampak pada penutupan pabrik hingga sekolah demi mencegah penyebaran virus. Akibatnya, sektor riil terdampak seperti industri penerbangan, pariwisata hingga manufaktur.

Meski demikian, analis DBS Research Group menekankan efek rantai pasok terutama elektronik diperkirakan berlangsung sementara. Sektor ini diharapkan pulih kembali pada akhir 2020.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE