Perusahaan fintech pembayaran DOKU resmi mengumumkan penunjukan kepemimpinan baru. Co-founder DOKU, Himelda Renuat, kini dipercaya menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) DOKU sekaligus Head of Antom Indonesia.
Langkah ini seiring dengan peningkatan investasi strategis dari Antom, layanan pembayaran milik Ant International. Himelda resmi menggantikan Chris Yeo yang telah memimpin DOKU sejak tahun 2022.
Chris Yeo mengaku merasa terhormat karena turut membentuk roh perusahaan.
“Pengganti saya adalah sosok penentu yang paling tepat di era sekarnag untuk membawa DOKU melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya,” katanya dikutip Kamis 24 September 2026.
DOKU juga resmi melakukan rebranding identitas merek menjadi “DOKU by Antom”. Menurut Gary Liu, CEO Antom dan Senior Vice President Ant International, perubahan ini sebagai bentuk penguatan komitmen.

“Langkah ini merupakan kelanjutan yang natural dari kemitraan yang kami umumkan awal tahun ini. Perpaduan kekuatan lokal DOKU dan ekosistem global Antom akan memberi manfaat nyata bagi para pelaku usaha,” katanya.
Baca juga :
- AFPI dorong fintech lending perketat mitigasi kredit macet UMKM
- Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 33,38% per Juli 2026
- Tantangan Fintech Lending kepada UMKM Saat Ini
Lihat Berita Fintech Lending →
Melalui struktur baru ini, DOKU memperluas integrasi ke jaringan merchant global Antom dan mempererat kerja sama dengan 2C2P. Menurut Worachat Luxkanalode, CEO 2C2P, kolaborasi yang solid tersebut mampu memadukan kapabilitas payment gateway regional 2C2P dan kekuatan DOKU di pasar Indonesia.
“Kami ingin membantu merchant mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara dengan lebih percaya diri,” katanya.
Sebagai pemimpin baru, Himelda Renuat memastikan komitmennya dalam mendampingi para merchant.
“DOKU dibangun di atas kepercayaan yang telah terjalin bersama merchant selama hampir 20 tahun, dan fondasi ini tidak akan berubah. Yang berubah adalah jangkauan kami,” katanya.
Ditambahkan bahwa perusahaan akan fokus memperluas layanan pembayaran lintas negara serta solusi keuangan lainnya untuk mendukung bisnis Indonesia menembus pasar internasional.