29.3 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Ekosistem Fintech di Indonesia: Regulator, Jenis, hingga Customer

JAKARTA, duniafintech.com – Ekosistem fintech di Indonesia penting diketahui dalam perbincangan tentang teknologi finansial (tekfin/fintech) yang berkembang saat ini.

Di Indonesia, ekosistem fintech mencakup berbagai jenis produk, termasuk yang terkait dengan jasa peminjaman dan pendanaan kolektif. 

Salah satu bentuk pelayanan ini dapat ditemui melalui aplikasi khusus yang menyediakan jasa peminjaman dan crowdfunding

Prosesnya cukup sederhana, di mana individu yang memerlukan dana hanya perlu membuat akun pada aplikasi penyedia jasa peminjaman dan crowdfunding tersebut. 

Baca juga: Fintech yang Terdaftar di OJK hingga Akhir Tahun 2023, Ketahui di Sini

Selanjutnya, mereka dapat mengunggah informasi terkait dengan jumlah dana yang dibutuhkan, tujuan penggunaan dana, dan informasi lain yang relevan. 

Melalui platform ini, peminjam atau pihak yang memerlukan pendanaan dapat terhubung dengan para pemberi pinjaman atau investor yang bersedia mendukung proyek atau kebutuhan keuangan tersebut.

Apa Itu Fintech?

Fintech, singkatan dari financial technology, mencerminkan inovasi dalam pengembangan sektor keuangan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kenyamanan. 

Perkembangan fintech merespon tuntutan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengadopsi teknologi. 

Keberadaan fintech telah mengurangi beberapa masalah yang dihadapi masyarakat, seperti kesulitan dalam transaksi jual-beli dan keterbatasan akses ke bank atau ATM untuk mentransfer dana.

Ekosistem Fintech di Indonesia: Regulator Fintech di Indonesia

Regulator fintech di Indonesia hadir untuk mengatur industri fintech agar tidak terjadi kesalahan dalam hal tata kelola. Regulator fintech di Indonesia terdiri dari beberapa lembaga, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo), dan Bank Indonesia (BI).

Secara khusus, regulator fintech terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. BI untuk regulator fintech payment gateway
  2. OJK untuk fintech aggregator keuangan, peer-to-peer lending (P2P Lending), dan konsultasi keuangan.

Berdasarkan POJK Nomor 77 Tahun 2016, OJK mengatur fintech lending dalam hal, antara lain, pendaftaran penyelenggaraan, mitigasi risiko, tata kelola, larangan, laporan berkala.

Ekosistem Fintech di Indonesia: Jenis-jenis Fintech di Indonesia

Perkembangan fintech di Indonesia telah menghasilkan berbagai produk yang bertujuan untuk mendukung aktivitas keuangan dan memperkaya kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa jenis fintech yang tengah mengalami pertumbuhan pesat:

1. Layanan Peer-to-peer (P2P) Lending

Jenis layanan ini menyediakan peminjaman dana untuk modal usaha atau kebutuhan lainnya. Fintech ini umumnya digunakan untuk membantu pengusaha memperoleh modal secara cepat. Namun, perlu berhati-hati terhadap fintech ilegal, seperti pinjaman online tidak sah, yang berpotensi merugikan nasabah.

2. Crowdfunding

Fintech ini menghubungkan mereka yang membutuhkan dana dengan para donatur, menjamin transaksi secara aman dan mudah. Crowdfunding tidak hanya digunakan untuk pengumpulan donasi, tetapi juga untuk menemukan investor dan pelaku bisnis.

3. E-Wallet

Merupakan jenis fintech yang umum dijumpai saat ini, berupa dompet digital yang menyediakan tempat penyimpanan uang secara elektronik. Tujuannya adalah mempermudah pengguna dalam melakukan transaksi di marketplace, aplikasi pedagang, dan sejenisnya. Contoh inklusifnya adalah Dana, OVO, dll.

Baca juga: OJK Beri Sanksi 12 Pinjol P2P, 23 Fintech Masih Kekurangan Modal

Ekosistem Fintech di Indonesia

  1. Payment Gateway

Payment gateway adalah sistem fintech yang mengotorisasi pembayaran melalui transaksi online. Contoh nyata yang sering digunakan adalah PayPal.

  1. Investasi

Selain dompet digital, jenis fintech ini juga sangat populer. Banyak instrumen investasi yang bermigrasi melalui aplikasi online, memungkinkan investor untuk menanamkan modal dengan mudah. Contohnya adalah Bibit, Ajaib, dll.

  1. Bank Digital

Bank digital merupakan jenis fintech terbaru yang sedang naik daun. Ini adalah bank yang melakukan seluruh transaksi secara digital, mulai dari pendaftaran rekening hingga manajemen aset. Perlu ditekankan bahwa bank digital berbeda dari mobile banking, karena transaksi m-banking masih terkait dengan bank offline, sedangkan bank digital melakukan semua transaksi secara elektronik. Contoh bank digital adalah Allo Bank.

Ekosistem Fintech di Indonesia: Customer Fintech di Indonesia

Bagi perusahaan fintech, customer atau pelanggan merupakan generasi sumber pendapatan. Pelanggan perorangan dan UMKM merupakan sumber pendapatan utama dalam industri ini meskipun terdapat organisasi besar sebagai sumber pendapatan penting. Terdapat survei yang mengatakan bahwa pelanggan yang lebih muda dan lebih kaya menjadi dominan dalam fintech.

Early adopters dari fintech sendiri cenderung paham akan teknologi, lebih muda, merupakan masyarakat perkotaan, dan individu berpenghasilan tinggi. Generasi milenial dengan usia antara 18—34 tahun memiliki porsi yang signifikan dalam penggunaan fintech di sebagian besar negara.

Baca juga: Wow! Pinjaman Fintech OJK dari Empat Fintech P2P Lending Ini Lebih dari Rp 1 Triliun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE