32.4 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi: Definisi, Tujuan, dan Jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com – Faktor produksi dalam kegiatan ekonomi sangatlah penting untuk diketahui. Produksi merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang mendahului seluruh rangkaian aktivitas ekonomi karena terkait dengan tahapan pembuatan barang atau jasa. 

Produksi sering diartikan sebagai kegiatan penambahan atau penciptaan nilai atau utilitas suatu barang, dengan penekanan pada barang (goods) dan/atau jasa (services) yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, yang disebut sebagai produk.

Nah, untuk mengetahui apa saja faktor produksi dalam kegiatan ekonomi, simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya!

Definisi Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi

Dalam ilmu ekonomi, faktor produksi merujuk pada sumber daya yang digunakan dalam proses pembuatan barang dan jasa. Faktor produksi ini terdiri dari empat kategori utama, yaitu tenaga kerja, modal, alam, dan keahlian. 

Baca juga: Produk Investasi di Sektor Infrastruktur, Kekurangan dan Kelebihan

Seiring dengan perkembangan waktu, konsep faktor sumber daya alam diperluas untuk mencakup segala benda berwujud, baik yang berasal secara langsung dari alam maupun yang bukan, yang diterapkan oleh perusahaan, dan disebut sebagai faktor fisik. Jenis-jenis faktor produksi ini menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan aktivitas produksi.

Aktivitas produksi sendiri dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yakni produksi barang dan produksi jasa, yang bertujuan untuk menghasilkan sesuai dengan tujuan faktor produksi. 

Pertama, produksi barang melibatkan upaya untuk menghasilkan barang siap konsumsi atau barang modal. 

Contoh barang siap konsumsi mencakup produk seperti mie instan, kopi, baju, dan sebagainya yang dapat langsung digunakan oleh konsumen. Sementara itu, barang modal, seperti kain, menjadi bahan dasar untuk pembuatan barang konsumsi baru, seperti baju. 

Contoh lainnya adalah produksi tepung terigu (barang modal) yang menjadi bahan dasar pembuatan mie (barang konsumsi baru).

Kedua, produksi jasa merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan keterampilan atau hal lainnya yang bukan berbentuk barang. Sebagai contoh, ketika seseorang sakit, ia dapat mengunjungi dokter untuk mendapatkan jasa pengobatan. 

Jasa pengobatan dokter merupakan contoh jasa langsung yang dapat dinikmati langsung oleh konsumen. Di sisi lain, terdapat juga jasa tidak langsung, seperti jasa transfer uang ke perbankan atau jasa perdagangan.

Apa Tujuan Faktor Produksi?

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan dari faktor produksi adalah untuk menghasilkan barang atau jasa yang memberikan nilai atau manfaat kepada masyarakat. 

Manfaat ini dapat bersifat material, seperti pakaian, makanan, dan rumah, atau bersifat non-material, seperti pendidikan, kesehatan, dan hiburan. Selain itu, tujuan lain dari faktor produksi adalah menciptakan nilai tambah atau surplus pada produk yang dihasilkan. 

Nilai tambah atau surplus ini muncul sebagai perbedaan antara nilai produk dengan biaya faktor produksi yang dikeluarkan. Sebagai hasilnya, nilai tambah atau surplus ini dapat menjadi sumber keuntungan bagi produsen.

Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi

1. Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi: Faktor Produksi Alam

Faktor produksi alam mencakup semua aspek yang diberikan oleh alam untuk dimanfaatkan oleh manusia guna meningkatkan kesejahteraannya. Alam sebagai sumber daya alam memberikan berbagai potensi, mulai dari dataran, lautan, hingga atmosfer.

Tanah, sebagai bagian dari faktor produksi alam, mencakup segala sumber daya yang digunakan dalam kegiatan produksi, seperti lahan pertanian atau tempat produksi lainnya. Selain tanah, faktor produksi alam juga melibatkan air, barang tambang, hasil hutan, serta elemen cuaca dan iklim.

2. Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi: Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor produksi tenaga kerja melibatkan segala aktivitas manusia, baik yang bersifat jasmani maupun rohani, yang dapat digunakan dalam proses produksi. Tenaga kerja berperan sebagai pelaku utama dalam menciptakan dan meningkatkan nilai suatu barang atau jasa. Faktor produksi tenaga kerja memiliki peranan yang krusial dalam setiap tahap produksi; tanpa keterlibatan tenaga kerja, sumber daya alam tidak dapat dimanfaatkan.

Baca juga: Cara Jadi Dropshipper di Tiktok Shop, Peluang Cuan dari Rumah!

Faktor Produksi dalam Kegiatan Ekonomi

Dikutip dari buku “Ekonomi SMA dan MA Kelas X” karya Ismawanto, faktor produksi tenaga kerja umumnya dibagi menjadi dua kategori utama: tenaga kerja rohani dan tenaga kerja jasmani. Tenaga kerja rohani dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu managerial skill (keterampilan manajerial), technological skill (keterampilan teknologi), dan organizational skill (keterampilan organisasi).

Adapun tenaga kerja jasmani diklasifikasikan menjadi tiga bagian: tenaga kerja terdidik (skilled labour), seperti dokter, pilot, dan pengacara; tenaga kerja terlatih (trained labour), seperti sopir, pemahat kayu, juru masak, dan montir; dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled labour), seperti pemulung, tukang sapu, dan buruh bangunan.

3. Modal

Proses produksi tidak hanya mengandalkan faktor produksi alam dan tenaga kerja, melainkan juga memerlukan kontribusi dari faktor produksi modal. Sebagai contoh, seorang penjahit tidak dapat menghasilkan pakaian hanya dengan menggunakan kain dan kemampuan tenaganya. 

Dalam usahanya, penjahit memerlukan alat jahit sebagai modal produksinya. Dalam konteks ekonomi, segala objek atau peralatan buatan manusia yang digunakan untuk memperlancar proses produksi barang atau jasa disebut sebagai modal.

Modal dapat dikelompokkan menjadi dua jenis berdasarkan wujudnya, yaitu barang modal (capital goods) dan uang modal (money capital). Sementara itu, dari segi sifatnya, modal dapat dibagi menjadi tiga jenis. 

Pertama, modal lancar, yang habis dalam satu kali pakai seperti bahan baku. Kedua, modal tetap, yang tidak terpengaruh oleh proses produksi dan bukan hanya sekali pakai, seperti mesin dan bangunan. Ketiga, modal variabel, yang sifatnya selalu berubah, seperti biaya listrik dan gaji karyawan.

4. Kewirausahaan

Faktor produksi kewirausahaan mencakup kemampuan intelektual seseorang dalam mengelola atau mengintegrasikan ketiga faktor produksi di atas dalam suatu proses produksi. Dalam hal ini, seorang produsen perlu memiliki keterampilan dan keahlian untuk mengelola faktor-faktor produksi dalam suatu proses produksi.

Menurut buku “Pelajaran Ekonomi SMP Kelas 1” yang ditulis oleh Bambang Prihardoyo dan Agus Trimarwanto, faktor produksi kewirausahaan dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dari keahlian tersebut. Misalnya, keahlian dalam kepemimpinan, teknologi, dan organisasi.

Dengan demikian, faktor produksi kewirausahaan melibatkan kemampuan produsen dalam perencanaan, pengendalian, pengaturan, dan pengawasan seluruh kegiatan produksi.

Baca juga: Tips Jual Beli Emas Secara Online: Penjual Pembeli, Perhatikan!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE