Site icon Dunia Fintech

Finfleet, Hadirkan Agen Fintech Tingkatkan Pemahaman Finansial

finfleet picture

duniafintech.com – Dengan berkembangnya fintech, masyarakat Indonesia semakin diberikan kemudah mengakses beragam produk finansial. Namun bagaimana dengan yang masyarakat tidak paham teknologi atau financial services? Pasti tertinggal jauh bukan? Menjawab pertanyaan tersebut, Finfleet menjadi solusi.

Finfleet merupakan supporting fintech yang menggabungkan ride hailing services dengan branchless banking services (laku pandai), dimana kami ini khusus mengerjakan financial services.

Finfleet menghadirkan agen fintech yang akan membantu masyarakat unbanked atau underserved untuk memperoleh pemahaman finansial serta kemudahan dalam mengakses produk finansial.

“Dengan agent network ini dapat menjembatani produk-produk finansial ke consumer yang belum tersentuh dari segi financial services,” kata Co-Founder & CEO Finfleet Brata Rafly dalam Fintech Media Clinic by Aftech. 

Melihat rendahnya pemahaman masyarakat Indonesia akan keberagaman fintech meski sektor fintech sendiri sangat luas, Finfleet mengencarkan para agen fintech untuk mengedukasi customer.

Perusahaan ini memiliki 600 agen yang tersebar di sekitar Jawa dan Medan. Menariknya 60% bisnis terbesar perusahaan ini berada di Jabodetabek. Hal ini pun cukup ironis, melihat masih banyak masyarakat bahkan di wilayah Jabodetabek yang belum tergerak untuk memanfaatkan layanan finansial meski penetrasi fintech dan bank sudah cukup kuat.

“MENURUT PWC 2018, FAKTANYA ADA 171 JUTA ORANG YANG UNBANKED ATAU UNDERSERVED, DENGAN MEMERLUKAN DANA FINANCING SEBESAR $ 76 BILLION, INI LAH YANG TERTINGGAL BUT THEY NEED FINANCIAL SERVICES,” UNGKAP BRATA

Baca juga :

Dengan visi mengedukasi costumer dan menaikan taraf hidup agen, perusahaan ini menawarkan 4 layanan, yaitu verifikasi KYC, financial delivery, payment and pick up (dengan layanan doorstep financial seperti mobile atm), serta costumer acquisition (dengan menjual produk keuangan). 

Finfleet saat ini telah bermitra dengan 12 perusahaan jasa keuangan, di antaranya DBS, HSBC, BNI, KEB Hana Bank, OCBC NISP, Bank Sinarmas, UOB, Bank Danamon, BTPN, CIMB Niaga, OVO, dan Bank Permata. 

Mitra lainnya datang dari perusahaan multifinance dan sejenisnya seperti, Adira Finance, Shopintar, Alodokter, dan Clipan Finance, p2p lending (CekAja, Modalku, Investree), telekomunikasi (XL Axiata), dan marketplace (Blibli, Sephora, Mapemall, iLotte, Laku6, dan Tamasia).

Perusahaan ini juga telah mengantongi pendanaan seri A pada awal tahun ini dari Kejora Ventures, XL Axiata, Gobi Ventures, Skystar Ventures, dan Asian Trust Capital. Investasi yang didapat mencapai $3,5 juta. Perusahaan ini bahkan sudah mengantongi lisensi pos untuk layanan kurir dan pengiriman barang dan sertifikat ISO 27001 untuk menjamin keamanan sistem IT.

– Dinda Luvita –

Exit mobile version