Pergerakan harga bitcoin hari ini kembali mengejutkan pasar kripto global. Setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir, aset kripto terbesar itu bangkit tajam dan memicu gelombang likuidasi besar-besaran.
Dikutip dari U.Today, Kamis (26/2/2026), Bitcoin melonjak hampir 8% pada Rabu dan kembali menembus level USD 69.500. Kenaikan drastis ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat kehilangan zona support penting di kisaran USD 63.000.
Lonjakan harga bitcoin hari ini sekaligus mengubah sentimen pasar yang sebelumnya cenderung bearish sepanjang Februari.
Short Squeeze Picu Likuidasi Rp5,5 Triliun

Pemulihan berbentuk V (V-shaped recovery) memukul keras para trader yang bertaruh harga akan turun. Data menunjukkan lebih dari USD 330 juta atau sekitar Rp5,53 triliun posisi perdagangan terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Mayoritas likuidasi terjadi pada posisi short, yakni trader yang memasang taruhan bahwa harga bitcoin hari ini akan melemah. Lonjakan harga yang cepat membuat banyak pelaku pasar tidak sempat menutup posisi mereka, sehingga terjadi likuidasi otomatis oleh sistem bursa.
Baca juga :
Dalam periode empat jam yang disebut sebagai peristiwa “4-hour Rekt”, tercatat USD 247,98 juta posisi short terhapus. Sebagai perbandingan, hanya USD 11,17 juta posisi long yang terlikuidasi.
Fenomena ini dikenal sebagai short squeeze, yaitu kondisi ketika trader short terpaksa membeli kembali aset untuk menutup kerugian, sehingga justru mendorong harga bitcoin hari ini naik lebih tinggi lagi.
Bitcoin tercatat bergerak dari level terendah 24 jam di USD 63.894 hingga menyentuh puncak USD 69.483. Kenaikan cepat ini memicu kapitulasi penuh dari momentum bearish sebelumnya.
Analis: Sinyal Local Bottom?
Sejumlah analis menilai rebound tajam ini bisa menjadi sinyal terbentuknya titik dasar (local bottom) dalam jangka pendek.
Trader dan analis pasar, Justin Spittler, menyoroti kekuatan teknikal pergerakan tersebut melalui platform X.
“$BTC strong today. +8% on the day. Never retested recent lows,” tulisnya.
Ia juga menyoroti korelasi antara Bitcoin dan sektor teknologi, khususnya saham perangkat lunak yang direpresentasikan oleh iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV).
“More reason to believe software is bottomed out. $IGV and BTC are highly correlated,” tulis Spittler.
Korelasi ini memperkuat pandangan bahwa reli harga bitcoin hari ini bisa berjalan seiring dengan pemulihan saham teknologi, terutama jika sentimen risiko global membaik.
Kini pelaku pasar menanti apakah kenaikan harga bitcoin hari ini akan berlanjut menuju level psikologis berikutnya atau justru menjadi lonjakan sesaat di tengah volatilitas tinggi pasar kripto.