Harga Bitcoin kembali menembus level US$70.000 untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah kekhawatiran pasar terhadap konflik di Timur Tengah mulai mereda, menyusul pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam perdagangan Asia pada Selasa pagi, harga Bitcoin sempat naik 2,32% hingga mencapai US$70.581. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan penguatan pasar saham global, sementara harga minyak justru mengalami penurunan tajam.
Perubahan sentimen pasar terjadi setelah Trump menyatakan bahwa konflik yang melibatkan Iran diperkirakan akan terselesaikan “sangat segera.”
Pasar Kripto Ikut Menguat

Selain Bitcoin, beberapa aset kripto besar lainnya juga ikut mencatat kenaikan, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Aset kripto terbesar kedua, Ethereum, naik sekitar 1,3%. Sementara itu XRP dan Solana masing-masing menguat sekitar 1,4% dan 1,2%.
Menurut Richard Galvin, pendiri bersama hedge fund DACM, komentar terbaru dari Trump memicu optimisme di pasar keuangan.
“Unggahan terbaru Trump dianggap sebagai sinyal potensial bahwa konflik Iran akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan pasar,” ujarnya.
Namun ia juga mengingatkan bahwa masih ada risiko jika pasar salah menafsirkan pernyataan tersebut.
“Risikonya adalah pasar salah memahami komentar Trump, atau Israel, AS, maupun Iran mengambil langkah yang justru memperburuk ketegangan dan menutup peluang de-eskalasi,” tambah Galvin.
Pasar Saham Asia Ikut Melonjak
Optimisme pasar tidak hanya terlihat di pasar kripto. Bursa saham Asia juga mengalami lonjakan signifikan pada pembukaan perdagangan.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 3%, sementara MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 2,7% setelah sebelumnya anjlok 3,7% pada perdagangan Senin.
Data menunjukkan bahwa sekitar tiga saham naik untuk setiap satu saham yang turun, mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek stabilitas geopolitik.
Harga Minyak Justru Turun Tajam
Di tengah penguatan aset berisiko seperti saham dan kripto, harga minyak justru mengalami koreksi tajam.
Harga Brent Crude Oil turun sekitar 7,7% menjadi US$91,37 per barel, jauh di bawah puncaknya yang sempat menyentuh US$119,50 pada perdagangan Senin.
Penurunan ini mencerminkan ekspektasi pasar bahwa potensi gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah mungkin tidak akan berlangsung lama.
Harga Bitcoin Masih Bertahan Positif
Saat artikel ini dipublikasikan, harga Bitcoin sedikit terkoreksi dari puncaknya dan berada di sekitar US$69.449.
Meski demikian, aset kripto terbesar di dunia tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 3,3% dalam 24 jam terakhirhingga pukul 11.02 WIB.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi faktor penting yang memengaruhi arah harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan dalam jangka pendek.