Dunia Fintech

Harga Bitcoin Melonjak Dekati US$64.000, Short Seller Rugi Ratusan Juta Dolar

Harga Bitcoin kembali menunjukkan performa impresif dengan melonjak hingga mendekati US$64.000 pada perdagangan awal 6 Juli. Berdasarkan data pasar, Bitcoin sempat menyentuh level US$63.900, melanjutkan reli yang terjadi sepanjang akhir pekan dan memicu likuidasi besar-besaran terhadap posisi short di pasar derivatif.

Kenaikan ini menjadi pembalikan signifikan setelah Bitcoin sempat turun ke level US$58.293 pada 1 Juli. Sentimen positif datang dari data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan optimisme bahwa kebijakan suku bunga akan menjadi lebih longgar dalam beberapa bulan ke depan.

Bitcoin Bangkit dari Tekanan Pasar

Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin berhasil pulih lebih dari 9% dari titik terendahnya. Momentum tersebut didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi dan meningkatnya minat investor terhadap aset kripto.

Pergerakan ini sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang sempat membayangi pasar kripto sepanjang Juni, ketika tekanan dari kebijakan moneter dan arus keluar dana investasi membuat harga Bitcoin terkoreksi cukup dalam.

Data Pekerjaan AS Jadi Pemicu Reli Bitcoin

harga bitcoin

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan Bitcoin adalah laporan Nonfarm Payroll (NFP) Amerika Serikat.

Data tersebut menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya menambah sekitar 57.000 lapangan kerja selama Juni, jauh di bawah ekspektasi analis. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Dampaknya cukup signifikan terhadap pasar keuangan:

Dalam kondisi suku bunga yang berpotensi lebih rendah, aset berisiko seperti kripto biasanya menjadi lebih menarik bagi investor.

ETF Bitcoin Mulai Memberikan Sentimen Positif

Selain faktor makroekonomi, pasar juga mendapat dukungan dari membaiknya arus dana pada ETF Bitcoin spot.

Meski produk ETF tersebut masih mencatat arus keluar (outflow) yang besar sepanjang Juni, tren penarikan dana selama 10 hari berturut-turut akhirnya berhasil dihentikan. Perubahan ini memberikan optimisme bahwa minat investor institusi mulai kembali pulih.

Namun demikian, pelaku pasar masih menunggu apakah pemulihan ini dapat berlanjut secara konsisten dalam beberapa pekan mendatang.

Short Seller Terlikuidasi Lebih dari US$450 Juta

Lonjakan harga Bitcoin memicu fenomena short squeeze, yaitu kondisi ketika trader yang bertaruh harga akan turun dipaksa menutup posisi mereka karena harga justru naik tajam.

Akibatnya:

Fenomena ini sering terjadi ketika pasar bergerak melawan mayoritas posisi trader di pasar derivatif.

Ether dan Solana Ikut Menguat

Tidak hanya Bitcoin, beberapa aset kripto utama lainnya juga menikmati kenaikan harga.

Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif mulai menyebar ke seluruh pasar aset digital.

Apakah Reli Bitcoin Akan Berlanjut?

Meski kenaikan harga terlihat cukup kuat, sebagian analis menilai bahwa reli kali ini masih didominasi oleh efek short squeeze, bukan peningkatan permintaan jangka panjang.

Short squeeze biasanya menghasilkan kenaikan harga yang cepat, tetapi belum tentu mampu mempertahankan tren bullish dalam waktu lama apabila tidak didukung oleh masuknya modal baru dari investor.

Selain itu, pasar kini memasuki kuartal ketiga, periode yang umumnya memiliki likuiditas lebih rendah. Kondisi tersebut dapat membuat volatilitas Bitcoin tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan.

Kesimpulan

Kenaikan Bitcoin hingga mendekati US$64.000 menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai membaik setelah tekanan besar pada bulan sebelumnya. Data ekonomi AS yang melemah, peluang pelonggaran kebijakan suku bunga, serta likuidasi besar-besaran posisi short menjadi kombinasi utama yang mendorong reli ini.

Meski demikian, investor masih perlu mencermati apakah kenaikan tersebut akan didukung oleh permintaan riil dari investor ritel maupun institusi. Jika arus dana terus mengalir ke pasar kripto, peluang Bitcoin untuk melanjutkan tren naik akan semakin terbuka. Sebaliknya, tanpa dukungan tersebut, volatilitas tinggi masih berpotensi kembali mewarnai pergerakan harga dalam waktu dekat.

Exit mobile version