Harga Bitcoin melonjak tajam mendekati level US$75.000 pada pertengahan April 2026, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.
Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz, yang langsung memicu reaksi besar di pasar kripto.
Short Squeeze Picu Lonjakan Cepat
Pergerakan harga Bitcoin terjadi sangat cepat:
- Dari US$70.741 → US$74.900+ dalam hitungan jam
- Jutaan posisi short dilikuidasi
- Trader beralih dari bearish ke bullish
Kondisi ini dikenal sebagai short squeeze, di mana:
- Banyak trader bertaruh harga turun
- Namun harga justru naik → memaksa mereka menutup posisi
- Penutupan tersebut mempercepat kenaikan harga
Sinyalnya sudah terlihat sebelumnya melalui:
- Funding rate negatif
- Penumpukan posisi short menjelang akhir pekan
Bitcoin Jadi “Safe Haven” di Tengah Krisis
Awalnya, berita blokade Selat Hormuz menekan aset berisiko. Namun dengan cepat:
- Investor beralih ke Bitcoin
- BTC dianggap sebagai aset lindung nilai alternatif
- Tidak terpengaruh langsung oleh jalur energi atau sanksi
Selat Hormuz sendiri adalah jalur vital:
- Mengalirkan ~20% pasokan minyak dunia
- Gangguan di sini langsung memicu volatilitas global
Uji Batas Atas Konsolidasi 2 Bulan
Secara teknikal, harga Bitcoin kini menguji area penting:
- Range konsolidasi: US$65.000 – US$75.000
- Terbentuk sejak Februari 2026
- Setelah ATH di atas US$126.000 (Oktober 2025)
Level US$75.000 menjadi kunci karena:
- Banyak posisi short terkonsentrasi di area ini
- Breakout bisa memicu kenaikan lanjutan
Target analis:
- US$75.000 – US$80.000 (jangka pendek)
Dukungan dari Investor Institusi
Selain faktor teknikal dan geopolitik, ada dukungan kuat dari sisi fundamental:
- Arus masuk ke ETF Bitcoin spot meningkat
- Investor institusi terus akumulasi
- Support kuat di area US$68.000 – US$70.000
Permintaan ini membantu:
- Menahan penurunan
- Menjadi “lantai harga” (price floor)
Harga Bitcoin : Risiko Masih Mengintai
Meski tren positif, ada beberapa risiko utama:
- Inflasi meningkat akibat lonjakan harga minyak
- Potensi penundaan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve
- Tekanan jual menjelang musim pajak (15 April di AS)
Faktor-faktor ini bisa:
- Menahan kenaikan
- Atau memicu koreksi jangka pendek
Kesimpulan
Lonjakan Bitcoin menuju US$75.000 menunjukkan kombinasi kuat antara:
- Short squeeze besar-besaran
- Ketegangan geopolitik global
- Dukungan institusional melalui ETF
Namun, level US$75.000 adalah area krusial. Jika berhasil ditembus dengan volume kuat, peluang menuju US$80.000 semakin terbuka.
Sebaliknya, jika gagal breakout, Bitcoin bisa kembali bergerak dalam fase konsolidasi—dengan volatilitas tinggi yang dipicu oleh perkembangan konflik global.