Dunia Fintech

Harga Bitcoin Melonjak ke Arah US$75.000 di Tengah Ketegangan AS–Iran

Harga Bitcoin melonjak tajam mendekati level US$75.000 pada pertengahan April 2026, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Lonjakan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz, yang langsung memicu reaksi besar di pasar kripto.

Short Squeeze Picu Lonjakan Cepat

harga bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin terjadi sangat cepat:

Kondisi ini dikenal sebagai short squeeze, di mana:

Sinyalnya sudah terlihat sebelumnya melalui:

Bitcoin Jadi “Safe Haven” di Tengah Krisis

Awalnya, berita blokade Selat Hormuz menekan aset berisiko. Namun dengan cepat:

Selat Hormuz sendiri adalah jalur vital:

Uji Batas Atas Konsolidasi 2 Bulan

Secara teknikal, harga Bitcoin kini menguji area penting:

Level US$75.000 menjadi kunci karena:

Target analis:

Dukungan dari Investor Institusi

Selain faktor teknikal dan geopolitik, ada dukungan kuat dari sisi fundamental:

Permintaan ini membantu:

Harga Bitcoin : Risiko Masih Mengintai

Meski tren positif, ada beberapa risiko utama:

Faktor-faktor ini bisa:

Kesimpulan

Lonjakan Bitcoin menuju US$75.000 menunjukkan kombinasi kuat antara:

Namun, level US$75.000 adalah area krusial. Jika berhasil ditembus dengan volume kuat, peluang menuju US$80.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, jika gagal breakout, Bitcoin bisa kembali bergerak dalam fase konsolidasi—dengan volatilitas tinggi yang dipicu oleh perkembangan konflik global.

Exit mobile version