Harga Bitcoin kembali melemah dan turun ke bawah level US$91.000 pada perdagangan hari Selasa. Penurunan ini ditandai dengan terbentuknya enam candlestick merah secara beruntun, mencerminkan tekanan jual yang konsisten di pasar.
Di saat yang sama, emas justru mencetak rekor harga tertinggi baru. Pergerakan ini menunjukkan pergeseran preferensi investor menuju aset safe-haven, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global dan isu tarif perdagangan. Sementara itu, aset berisiko seperti Bitcoin terus mengalami aksi jual. Dari sisi teknikal, indikator momentum mulai memunculkan sinyal bearish awal yang mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam.
Baca Juga : Perdagangan Aset Kripto Indonesia Turun di saat Global Naik
Bitcoin (BTC) melanjutkan tren penurunan dan diperdagangkan di bawah US$91.000 saat artikel ini ditulis pada hari Selasa. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berkaitan dengan Greenland. Investor global terlihat mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman, mendorong harga emas (XAU) ke level tertinggi sepanjang masa, sementara Bitcoin semakin tertekan.
Ketegangan Geopolitik Greenland Dorong Emas, Tekan Bitcoin
Sentimen negatif Bitcoin sudah terasa sejak awal pekan, dipicu oleh kabar akhir pekan terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif terhadap delapan negara Eropa. Ancaman ini muncul setelah negara-negara tersebut menentang rencana AS untuk mengambil alih Greenland.
Baca Juga : Ini Investasi Paling Cuan Tahun 2026
Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen atas barang-barang impor dari Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia. Kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku mulai 1 Februari, dan disebut akan tetap diberlakukan hingga Amerika Serikat diizinkan untuk membeli Greenland.
Menanggapi ancaman tersebut, pada hari Minggu sejumlah ibu kota negara Uni Eropa dikabarkan mempertimbangkan langkah balasan. Opsi yang dibahas mencakup penerapan tarif senilai €93 miliar atau sekitar US$101 miliar terhadap Amerika Serikat, serta pembatasan akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar Uni Eropa.
Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat pada hari Selasa setelah Trump mengunggah pernyataan di akun Truth Social miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut telah melakukan pembicaraan dengan Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO, terkait isu Greenland.
Trump menegaskan bahwa Greenland memiliki arti penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan stabilitas global. Ia juga mengonfirmasi rencana pembahasan lebih lanjut yang melibatkan berbagai pihak dalam ajang World Economic Forum yang akan digelar di Davos, Swiss.
Kombinasi meningkatnya risiko geopolitik, pergeseran minat investor ke aset aman, serta sinyal teknikal yang melemah membuat Bitcoin berada di bawah tekanan, dengan potensi koreksi lanjutan masih membayangi pasar dalam waktu dekat.

