Site icon Dunia Fintech

Industri Kripto Indonesia Punya Masa Depan Cerah Tahun 2026

Aset kripto di Indonesia tumbuh

 

PT Central Finansial X (CFX) memproyeksikan bahwa industri kripto di Indonesia akan tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026, meskipun kondisi makroekonomi global masih diwarnai berbagai ketidakpastian.

Optimisme tersebut disampaikan Direktur Utama Bursa CFX, Subani, dengan mengacu pada tren peningkatan partisipasi investor institusi, meluasnya adopsi korporasi, serta kinerja transaksi derivatif kripto yang menunjukkan perkembangan signifikan selama 2025.

Subani menjelaskan bahwa keterlibatan investor institusi memberikan dampak nyata terhadap likuiditas pasar kripto domestik. Masuknya pelaku institusional membuat kedalaman pasar meningkat, sehingga pergerakan harga dinilai menjadi lebih stabil dan mampu meredam potensi volatilitas ekstrem.

CFX mencatat minat terhadap aset digital di Indonesia masih terjaga, baik dari investor ritel maupun kalangan korporasi. Kondisi ini menjadi faktor penting yang menjaga momentum pertumbuhan industri kripto nasional, meskipun tekanan dari faktor eksternal global masih membayangi.

Berdasarkan data Bursa CFX, aktivitas perdagangan aset kripto sepanjang 2025 didominasi oleh USDT, Bitcoin, Solana, Ethereum, dan XRP. Aset-aset dengan kapitalisasi pasar besar tersebut menjadi pilihan utama investor karena likuiditasnya yang tinggi dan tingkat kepercayaan pasar yang relatif kuat.

Adopsi Korporasi Perkuat Struktur Pasar

CFX menilai meningkatnya adopsi aset digital oleh perusahaan menjadi salah satu pendorong utama penguatan struktur pasar kripto di Indonesia. Sepanjang 2025, jumlah korporasi yang tercatat memiliki aset digital terus bertambah, mencerminkan pemanfaatan kripto sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan perusahaan.

Subani menegaskan bahwa tren adopsi ini diperkirakan akan berlanjut ke depan dan bukan bersifat sementara. Kehadiran korporasi dalam ekosistem kripto dinilai mampu memperdalam likuiditas pasar, menciptakan transaksi yang lebih efisien, serta membuka peluang pengembangan produk keuangan berbasis aset digital yang semakin beragam.

Selain itu, perluasan akses pasar, termasuk bagi investor institusi asing, dinilai dapat meningkatkan daya saing pasar kripto Indonesia di tingkat regional. Dengan basis investor yang lebih luas, aktivitas perdagangan diharapkan tetap aktif dan berkelanjutan sepanjang 2026.

Transaksi Derivatif Catat Pertumbuhan Signifikan

Optimisme CFX juga didukung oleh kinerja positif produk derivatif kripto. Sepanjang 2025, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX tercatat mencapai puluhan triliun rupiah, dengan jumlah kontrak aktif yang terus meningkat hingga akhir tahun.

Subani mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, total nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX mencapai Rp64,16 triliun, dengan sebanyak 178 kontrak aktif diperdagangkan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin memanfaatkan instrumen derivatif, baik untuk kebutuhan lindung nilai maupun penerapan strategi perdagangan yang lebih kompleks.

Industri Kripto Indonesia: Derivatif Alami Kenaikan

Pertumbuhan transaksi derivatif tersebut mencerminkan semakin matangnya struktur pasar kripto di Indonesia. Menurut CFX, kombinasi antara tingginya minat investor, meningkatnya adopsi korporasi, serta berkembangnya produk derivatif menjadi fondasi kuat bagi prospek positif industri kripto nasional pada 2026.

Meski tantangan global masih berpotensi memengaruhi pasar, CFX optimistis bahwa industri kripto Indonesia akan terus berkembang sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital nasional, sekaligus menarik minat investor dan pelaku usaha dari berbagai segmen di tahun mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang dapat kamu simak untuk mengikuti perkembangan terkini dunia aset digital dan teknologi blockchain. Jangan lupa untuk terus memantau Blockchain Media Indonesia guna mendapatkan update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, serta panduan belajar crypto bagi pemula.

Exit mobile version