Site icon Dunia Fintech

Industri Penerbangan Belum Sepenuhnya Menggeliat, Kena Imbas Harga Avtur Tinggi

industri penerbangan

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator penerbangan nasional menyatakan bahwa harga avtur yang melambung tinggi menyebabkan sejumlah kenaikan harga tiket pesawat khususnya maskapai keberangkatan internasional. Industri penerbangan mendapat imbas langsung dari tingginya harga bahan bakar tersebut. 

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi finansial maskapai turun tajam karena jumlah penumpang yang diangkut juga turun hingga tersisa sekitar 40 persen. 

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada industri penerbangan di Indonesia. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi Covid-19 pada tahun 2019, jumlah penumpang pesawat sudah mencapai 117 juta orang per tahun,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan resmi dikutip dari IDX Channel, Senin (13/6/2022). 

Baca juga: Tok! Putusan Pengadilan Nyatakan Maskapai Merpati Airlines Pailit

Kemudian, kata dia, pada tahun 2020 menurun menjadi 43 juta orang per tahun dan pada 2021 kembali menurun menjadi 35 juta orang per tahun. 

“Meski begitu, pada tahun 2022 ini, diprediksi akan kembali meningkat menjadi 78 juta orang per tahun,” tambah Budi.

Akibat daripada itu maskapai kekurangan dana untuk membayar sewa atau melunasi biaya perawatan pesawat. Maka pesawat tersebut ditarik oleh lessor atau ditahan oleh bengkel (MRO).

Baca juga: Startup Line Dikabarkan PHK 80 Karyawan, Manajemen Bilang Begini

“Jadi yang membuat harga tiket pesawat mahal yakni jumlah pesawat yang terbatas dan kenaikan harga bahan bakar (avtur), sehingga menyebabkan kerugian bagi maskapai penerbangan Tanah Air dan memang belum sepenuhnya menggeliat,” pungkas Menhub beberapa hari lalu di kawasan Parlemen, Jakarta.

Dengan begitu, Kemenhub dan Pemerintah Daerah berencana memaksimalkan okupansi maskapai penerbangan yang saat ini dinilai masih rendah yakni di bawah angka 50 persen.

Baca jugaWow, Pelaku Bisnis di Singapura Mulai Terima Pembayaranan dengan Kripto

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

Exit mobile version