PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam inisiatif bertajuk Tech for Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran program perdana FutureFin.
Ini merupakan sebuah kompetisi karya tulis ilmiah yang mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan di bidang financial technology (fintech), khususnya pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menjelaskan bahwa Tech for Indonesiamerupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda melalui kolaborasi dengan dunia akademik.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat di dalamnya, serta pentingnya membedakan layanan legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan,” jelas Karissa.

Acara pembukaan FutureFin yang digelar pada 3 Maret 2026 turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Haryanto sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi serta pemahaman mahasiswa mengenai tata kelola industri keuangan digital.
Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, meningkatkan kesadaran pelindungan konsumen, serta mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan berintegritas.
“OJK sebagai regulator akan terus memastikan sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank termasuk fintech lending berkembang dengan prinsip kehati-hatian serta pelindungan konsumen, sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023–2028,” papar Eko.
Kompetisi FutureFin terbuka bagi seluruh mahasiswa lintas fakultas di UNS. Rangkaian kegiatan meliputi proses seleksi, pendampingan, presentasi akhir di hadapan panel juri, hingga pengumuman pemenang pada Mei 2026. Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti sesi daring dan luring berupa kuliah umum serta mentorship bersama akademisi, pakar, dan praktisi industri.
AdaKami : Fokus Lanskap Industri Fintech
Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech dengan fokus pada pindar, termasuk perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika industri, serta regulasi yang membentuk industri tersebut di Indonesia.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menilai program ini membuka ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri nyata.
Baca juga :
Berita Fintech Hari Ini : OJK Siapkan Aturan Lender Profesional
“Kompetisi ini menjadi wadah untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki ketertarikan di bidang fintech, selaras dengan pencapaian SDG 4 terkait peningkatan kualitas pendidikan dan SDG 17 tentang kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Melalui Tech for Indonesia dan FutureFin, AdaKami menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam membangun industri fintech Indonesia yang kredibel, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan talenta masa depan yang siap menghadapi dinamika ekonomi digital.