26.3 C
Jakarta
Jumat, 1 Maret, 2024

Internet of Things adalah: Pengertian, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Internet of Things adalah salah satu konsep yang menyedot banyak perhatian di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Internet of Things atau IoT merujuk pada konsep di mana berbagai perangkat fisik, seperti sensor, peralatan rumah tangga, kendaraan, dan lainnya, terhubung ke internet dan saling berkomunikasi.

Di sisi lain, teknologi blockchain adalah dasar untuk mencatat transaksi dengan aman dan terdesentralisasi. Ini terdiri dari serangkaian blok data yang saling terhubung dan disimpan di sejumlah besar komputer di seluruh jaringan.

Dalam era digital saat ini, keterkaitan antara IoT dan blockchain menjadi sangat penting karena gabungan keduanya memberikan sejumlah keuntungan. Salah satunya adalah dalam konteks keamanan data. 

IoT menghasilkan volume besar data sensitif, termasuk informasi pribadi dan status fisik perangkat. Dengan penerapan teknologi blockchain, data ini dapat disimpan secara aman dan tidak dapat dimanipulasi.

Baca juga: Indikator Negara Maju, Apa Saja? Simak Karakteristik hingga Daftarnya

Internet Of Things adalah

Internet of Things (IoT) adalah konsep yang menghubungkan perangkat melalui internet sebagai medium komunikasi, memungkinkan pengguna untuk terkoneksi dan berinteraksi secara otomatis dalam berbagai aktivitas, pengaksesan, pengelolaan, dan pertukaran informasi.

Meskipun konsep IoT memiliki kemiripan dengan Machine-to-Machine (M2M) dalam beberapa aspek, keduanya memiliki perbedaan dalam skala dan cakupan penggunaan.

M2M merujuk pada teknologi yang memfasilitasi komunikasi antara mesin tanpa intervensi manusia. Artinya, M2M lebih fokus pada interaksi mesin untuk menjalankan program-program tertentu.

Contohnya terlihat dalam operasional pabrik, di mana mesin beroperasi secara otomatis dan saling berkomunikasi. Dengan cara ini, mereka dapat mengatur proses produksi tanpa perlu campur tangan manusia.

Perbedaan nyata terdapat di antara keduanya, dan perlu diingat bahwa dalam praktiknya, IoT dan M2M sering digunakan bersamaan karena keduanya memiliki tujuan serupa, yakni meningkatkan efisiensi melalui komunikasi otomatis.

Unsur-unsur Pembentukan Ekosistem Internet Of Things adalah

Memahami unsur-unsur pembentukan ekosistem Internet of Things (IoT) merupakan aspek krusial dalam mengoptimalkan potensi teknologi ini. 

Dengan pemahaman yang mendalam terhadap komponen-komponen ini, seseorang dapat memanfaatkan sepenuhnya potensi teknologi IoT dan mengintegrasikannya sebagai aset berharga dalam lingkup bisnis atau organisasinya. Berikut adalah tiga unsur kunci dalam membentuk ekosistem IoT yang perlu dipahami:

1. AI

Kecerdasan buatan, atau yang dikenal sebagai artificial intelligence (AI), merujuk pada sistem kecerdasan yang diimplementasikan dalam mesin dengan tujuan memberikan kemampuan berpikir dan berperilaku mirip manusia. 

AI memiliki cabang-cabang yang beragam, salah satunya adalah machine learning. Untuk memahami konsep machine learning, langkah awal dapat diambil dengan mengikuti kursus Machine Learning Developer dari Dicoding.

Dalam konteks IoT, hampir semua perangkat dan mesin dapat menjadi perangkat pintar, menciptakan dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan. Peran AI dalam IoT melibatkan pengumpulan data, perancangan dan pengembangan algoritma, serta pengaturan jaringan.

2. Sensor

Unsur berikutnya adalah sensor. Sensor berperan sebagai komponen yang membedakan perangkat IoT dari perangkat canggih lainnya. Keberadaan sensor memungkinkan perangkat IoT untuk mengidentifikasi instrumen, mengubahnya dari perangkat pasif menjadi perangkat yang aktif dan terintegrasi.

3. Konektivitas

Yang terakhir adalah konektivitas atau sering disebut sebagai koneksi antar jaringan. Dalam konteks IoT, terdapat potensi untuk membentuk jaringan khusus yang digunakan untuk perangkat IoT.

Cara Kerja Internet of Things adalah

Pada dasarnya, Internet of Things (IoT) beroperasi dengan menghubungkan berbagai jenis perangkat, baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware), ke jaringan internet. Tiga komponen utama memainkan peran kunci dalam ekosistem IoT, yaitu sensor, gateway, dan cloud.

Sensor yang digunakan dalam konsep ini dapat bermacam-macam, termasuk sensor gerakan, sensor cahaya, dan berbagai jenis sensor lainnya. Penggunaan sensor ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari objek-objek fisik yang terhubung ke jaringan internet.

Setelah sensor berhasil mengumpulkan data, peran gateway adalah mentransmisikan data ke cloud atau internet yang terhubung. Gateway juga mampu melakukan pemrosesan data dan mengambil tindakan otomatis terhadap data yang diterima, seperti mengontrol perangkat yang terhubung. Di sini, kecerdasan buatan (AI) dapat membantu IoT mengoptimalkan fungsi perangkat.

Terakhir, data yang telah ditransmisikan oleh gateway dikirimkan ke server cloud. Cloud yang terhubung dengan internet menyediakan layanan dan aplikasi yang diperlukan untuk mengelola sistem IoT. Dengan demikian, pengguna dapat memberikan perintah langsung kepada perangkat untuk melakukan tindakan tertentu dengan mengakses data yang tersimpan di cloud.

Manfaat Internet of Things di Berbagai Bidang

Memahami keuntungan Internet of Things (IoT) di berbagai sektor akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi individu, perusahaan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. 

Pada dasarnya, hal ini akan membantu pihak-pihak terkait mengenali potensi perubahan dan inovasi yang dapat dibawa oleh teknologi ini. Berikut adalah beberapa manfaat IoT di berbagai bidang yang perlu dicermati:

  1. Kesehatan

Di sektor kesehatan, Internet of Things (IoT) mengalami perkembangan pesat. Masa depannya menjanjikan akses cepat bagi tenaga medis atau rumah sakit ke hasil pemeriksaan kesehatan. Data yang dikirim mencakup informasi seperti tekanan darah, riwayat penyakit, diagnosis saat ini, dan berbagai informasi kesehatan lainnya. Penerapan teknologi IoT dalam kesehatan sudah terlihat dalam penggunaan robot perawat di klinik di Moskow, yang menjadi andalan selama masa pandemi.

  1. Peternakan

IoT memberikan manfaat besar dalam industri peternakan, mencakup pemantauan kesehatan hewan, manajemen inventaris, pengendalian lingkungan, pengelolaan pakan dan air minum, pelacakan lokasi dan perilaku ternak, manajemen reproduksi, optimalisasi produksi, manajemen energi, hingga pemantauan jarak jauh terhadap kondisi peternakan.

Baca juga: Gala Games: Cara Kerja, Keunikan, hingga Cara Daftarnya

Internet of Things adalah

  1. Smart Home

Konsep rumah pintar (smart home) memungkinkan pengguna mengendalikan perangkat rumah seperti lampu, kulkas, dan AC melalui internet. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk menghidupkan atau mematikan lampu, membuka pintu, dan melaksanakan tindakan lainnya secara praktis, efisien, dan waktu yang lebih hemat.

  1. Transportasi

IoT juga memainkan peran penting dalam sektor transportasi, membantu integrasi, kontrol, dan pemrosesan data pada sistem transportasi. Contohnya, mobil otonom yang dapat parkir sendiri dan sistem autopilot dalam mobil. Dengan adopsi IoT dalam transportasi, diharapkan angka kecelakaan dapat signifikan berkurang.

  1. Lingkungan

Perangkat dan aplikasi IoT dengan sensor digunakan dalam pemantauan lingkungan, termasuk alat pemantau kualitas udara, perangkat untuk satwa liar dalam program penangkaran, pemantauan kondisi air, dan penggunaan IoT untuk sistem peringatan dini terhadap bencana alam.

  1. Smart City

Konsep kota pintar (smart city) adalah solusi untuk mengatasi tantangan perkotaan seperti kemacetan, manajemen sampah, masalah listrik, dan lainnya. Contohnya, petugas kebersihan dapat mendeteksi penumpukan sampah melalui sistem IoT, memungkinkan penanganan yang lebih efisien dan tepat waktu.

Hubungan IoT dengan Blockchain

Penting untuk diketahui bahwa IoT dan blockchain dapat saling berintegrasi, terutama dalam konteks keamanan dan privasi data. Kedua teknologi ini memiliki potensi untuk bekerja bersama melalui berbagai metode, terutama terkait keamanan data yang terdesentralisasi.

Sebagaimana diketahui, blockchain merupakan buku besar terdesentralisasi yang menggabungkan data dalam blok-blok yang saling terhubung. Setiap transaksi atau perubahan data yang dicatat dalam blockchain disimpan di sejumlah besar node di jaringan. Dengan demikian, data IoT yang tercatat dalam blockchain menjadi lebih aman karena tidak ada entitas tunggal yang dapat mengontrol atau mengubah data tersebut secara sewenang-wenang. Hal ini memberikan tingkat keamanan yang tinggi terhadap potensi peretasan dan manipulasi data.

Kerja sama antara IoT dan blockchain juga dapat memberikan kontribusi pada peningkatan privasi data. Dalam hal ini, blockchain dapat membantu melindungi privasi data pengguna dengan mengenkripsi data sensitif yang dihasilkan oleh perangkat IoT. Hanya pemegang kunci privat yang dapat mengakses data ini, memberikan individu kendali lebih besar atas informasi pribadi mereka. Selain itu, akses ke data ini dapat tercatat dalam blockchain, meningkatkan transparansi.

Selain itu, kerja sama antara IoT dan blockchain juga dapat meningkatkan ketahanan terhadap serangan Distributed Denial of Service (DDoS), yang merupakan ancaman signifikan terhadap infrastruktur IoT. Dalam jaringan yang menggunakan blockchain, serangan semacam itu menjadi lebih sulit dilakukan karena tidak ada satu titik kerentanannya yang dapat dijadikan sasaran utama.

Baca juga: Optimism pada Teknologi Blockchain: Definisi, Cara Kerja, hingga Ekosistemnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE