25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Pilihan Investasi Jangka Pendek Terbaik dan Strategi yang Perlu Diketahui

Investasi jangka pendek adalah investasi sementara yang tidak mengacu pada investasi jangka panjang dan dapat dicairkan kapan saja.

Umumnya strategi investasi jangka pendek dipilih oleh para investor karena ada keinginan mencairkan  dalam waktu dekat. Jangka investasi jenis ini biasanya memakan waktu 3 bulan hingga 12 bulan.

Oleh karena itu, saat ini banyak para investor melakukan short-term investment untuk mengambil keuntungan dari kenaikan suku bunga yang berubah dari waktu ke waktu.

Berinvestasi memang menjadi suatu kegiatan yang mengasyikan. Terlebih instrumen investasi saat ini juga sangat beragam. Ada investasi emas, reksa dana, obligasi, properti, dan lain sebagainya. Apapun jenis investasi dan jangka waktu yang dipilih, tujuannya tetap bergantung pada para investor tersebut.

Pilihan Investasi Jangka Pendek

Berikut ini adalah pilihan investasi jangka pendek yang dapat dipertimbangkan

  1. Deposito

Deposito juga termasuk dalam instrumen jangka pendek dan menariknya deposito ini dibandingkan dengan reksa dana, deposito memiliki tingkat risiko lebih rendah. Selain itu, deposito juga dapat ditemui di hampir semua Bank Indonesia, jadi disaat Anda ingin menyimpan sejumlah uang ke dalam bank, maka nilai mata uang tersebut akan naik karena adanya suku bunga bank.

Namun, tentunya juga harus menentukan nominal uang dan jangka waktu secara tepat ketika ingin menyimpannya ke bank dalam bentuk deposito. Baik itu dalam waktu tiga bulan, enam bulan, bahkan satu tahun penuh tergantung kebutuhan masing-masing investor dalam memilih metode ini sebagai langkah investasinya. Akan tetapi, mungkin kelemahan terbesar dari deposito adalah bunga yang didapatkan tidak cukup kuat untuk mengalahkan inflasi saat terjadi per tahunnya.

  1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu insturmen investasi yang dijadikan opsi pilihan bagi para investor pemula. Sebab, banyaknya situs web maupun aplikasi untuk berinvestasi saat ini dapat digunakan untuk membeli reksa dana secara daring.

Pada dasarnya ada empat jenis reksa dana di berbagai situs dan aplikasi mobile, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan, dan reksa dana campuran. Dari keempat jenis reksa dana tersebut, semuanya sangat cocok untuk dijadikan investasi bagi para investor mengincar jangka pendek investasi. Selain itu, reksa dana juga masuk kategori investasi yang mudah dilakukan, serta paling mudah ketika ingin melakukan diversifikasi portofolio.

  1. P2P Lending

Peer-to-Peer Lending biasanya dikenal sebagai perusahaan financial technology (fintech) sebagai penyedia layanan pinjaman online. Namun, untuk para investor berinvestasi melalui P2PL (peer-to-peer lending) juga bisa menjadi opsi tujuan, jika hanya ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat.

Sekarang ini sudah banyak sekali perusahaan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia). Seperti Investree, Danamas, Amartha, Kredit Pintar, dan lain sebagainya. Jadi, banyaknya perusahaan fintech saat ini bisa menjadi tempat untuk para investor untuk mulai berinvestasi dengan memilih salah satu atau lebih perusahaan fintech. Keuntungan untuk para investornya juga terbilang variarif, karena keuntungannya berasal dari suku bunga pinjaman.

Strategi Investasi Jangka Pendek

Setelah mengetahui berbagai contoh invetasi, pasti ada ketertarikan untuk memulai investasi dengan keuntungan yang didapatkan secara cepat dan fleksibel. Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa strategi investasi jangka pendek, yaitu:

  1. Menentukan Instrumen Investasi

Menentukan instrumen investasi tentunya menjadi strategi utama dalam memulai investasi, namun untuk memilihnya adalah dengan mempelajari semua instrumen investasi mulai dari keuntungan, kerugian, dan cara kerjanya. Setelah mempelajarinya secara bertahap, maka nantinya akan paham dan mengerti instrumen investasi yang cocok untuk dipilih. Selain itu, pastikan juga untuk tetap selalu melakukan monitoring aset keuangan setelah menentukan instrumen investasi.

  1. Melakukan Diversifikasi

Melakukan diversifikasi portofolio adalah salah satu strategi dalam berinvestasi yang dilakukan dalam jangka pendek, hal tersebut dilakukan untuk melindungi aset keuangan saat terjadi kerugian. Sebagai contoh, investor sudah berinvestasi dalam investasi reksa dana, namun harga saham menurun secara tak terduga sehingga harus melakukan diversifikasi portofolio. Misalnya adalah ketika membagi aset 40% di reksa dana dan 60% di P2PL, keadaan tersebut bisa diubah kembali tergantung dengan situasi terjadi saat itu.

  1. Tetap Tenang

Salah satu kunci utama untuk mulai berinvestasi adalah tetap tenang dan jangan panik. Walaupun nilai dari berinvestasi sedang mengalami penurunan, jangan langsung ingin cepat-cepat menjualnya. Sebab, kedepannya tidak ada yang tahu seperti apa, bisa jadi sekarang menurun namun kedepannya malah meroket. Jadi, tetap tenang melihat perkembangan dari investasi tersebut.

Keuntungan Investasi Jangka Pendek dan Kelemahannya

Setiap investasi jangka penjang atau pendek, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa keunggulan dan kelemahan dari investasi yang menerapkannya dalam jangka pendek.

Keuntungan 

Kelebihan pertama dari investasi ini adalah fleksibilitas dalam mencairkan uang, sebab tidak perlu menunggu asetnya menjadi matang terlebih dahulu untuk dapat dikonversikan menjadi uang tunai. Selain itu, investor dapat mengambil keuntungan besar dalam waktu singkat dan menjadi salah satu investasi bagi para investor yang tidak ingin menunggu waktu lama untuk mendapatkan keuntungan dari investasi. Walaupun begitu, dimohon untuk tetap memperhatikan cara yang tepat dalam berinvestasi agar tidak salah langkah.

Kekurangannya

Karena sifat investasi ini adalah jangka pendek, maka para investor harus memiliki keahlian serta meluangkan waktu dalam memonitor pergerakan nilai insturmen investasi. Karena hal tersebut dilakukan untuk mengetahui waktu dan tempat melakukan jual-beli, ini adalah salah satu point minus dari investasi jangka pendek. Selain itu, ada beberapa hal seperti pajak dan inflasi berpotensi mengurangi return (keuntungan) dari investasi ini.

Kesimpulan

Jika masih ragu untuk melakukan investasi, silakan bergabung di beberapa komunitas investasi untuk mengetahui informasi seputar apapun terkait investasi. Sekarang ini sudah banyak komunitas tersebut di media sosial, jadi tidak perlu konsul ke pakar invest karena memerlukan biaya di dalamnya.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...

Panduan Mendapatkan iDeb OJK dan Memperbaiki Kualitas Kredit

Informasi debitur atau iDeb OJK adalah ukuran yang digunakan oleh lembaga keuangan untuk menilai apakah pengajuan pinjaman disetujui atau ditolak. Informasi debitur ini dulunya...

Cara Menghitung Biaya Provisi Bank BNI dan Bank Lainnya

Biaya provisi Bank BNI adalah biaya yang dibayarkan kepada Bank BNI sebagai balas jasa karena pengajuan kredit atau KPR nasabah disetujui. Biaya ini, termasuk...

Ketahui Bahaya Gestun Kartu Kredit dan Tips Menghindarinya di Sini

Gesek tunai kartu kredit atau juga sering disebut gestun adalah langkah serta tindakan yang masih sering dilakukan oleh para pemegang kartu kredit. Biasanya, tindakan...

Dijamin Aman, Inilah Daftar Pinjaman Uang yang Bisa Dicicil Bulanan

Salah satu solusi bagi keperluan yang mendesak untuk memiliki dana tunai adalah pinjaman uang dicicil bulanan. Pinjaman yang ada pun bisa diajukan lewat bank...
LANGUAGE