30.9 C
Jakarta
Minggu, 25 Februari, 2024

Jenis Transaksi Valas yang Perlu Diketahui: Spot, Forward, dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Jenis transaksi valas atau valuta asing tentunya penting diketahui. Valas adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada perdagangan mata uang asing di pasar keuangan global. 

Pasar valas adalah pasar terbesar dan paling likuid di dunia, di mana mata uang dari berbagai negara diperdagangkan satu sama lain. Transaksi valuta asing melibatkan pembelian satu mata uang dengan mata uang lainnya dengan harapan bahwa nilai mata uang yang dibeli akan menguat terhadap mata uang yang dijual sehingga trader bisa mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tersebut.

Perdagangan valuta asing dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk bank-bank, institusi keuangan, perusahaan multinasional, pemerintah, dan investor individu. Transaksi valuta asing dapat dilakukan secara langsung antara dua pihak (transaksi antar bank) atau melalui bursa valas (forex exchange) yang menyediakan platform elektronik untuk perdagangan mata uang.

Nilai tukar mata uang di pasar valuta asing dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor ekonomi, politik, sosial, dan kebijakan moneter dari negara-negara yang terlibat. Para trader valuta asing mencoba memprediksi perubahan nilai tukar mata uang dan memanfaatkannya untuk meraih keuntungan. Mereka menggunakan analisis teknis dan fundamental serta strategi perdagangan tertentu untuk mengambil keputusan yang tepat dalam bertransaksi valuta asing.

Pasar valuta asing beroperasi 24 jam sehari, lima hari seminggu karena terdapat berbagai pusat keuangan utama di seluruh dunia yang berbeda zona waktu. Fleksibilitas ini memungkinkan para trader untuk melakukan transaksi kapan saja, tanpa terbatas oleh jam buka dan tutup pasar.

Nah, untuk lebih memahami tentang apa saja jenis transaksi valuta asing, simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Valas vs Bitcoin, Lebih Cuan yang Mana? Inilah Perbandingan Kriteria Utamanya

Jenis Transaksi Valas: Apa Saja Jenis-jenis Valas?

Berikut adalah beberapa jenis mata uang asing yang diperdagangkan di pasar valuta asing:

  1. Major Currency Pairs (Pasangan Mata Uang Utama)

Pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan dan memiliki likuiditas tertinggi di pasar valuta asing. Pasangan ini melibatkan mata uang dari ekonomi terbesar di dunia. Contoh pasangan mata uang utama melibatkan Dolar AS (USD) dan termasuk EUR/USD (Euro vs. Dolar AS), GBP/USD (Poundsterling Inggris vs. Dolar AS), dan USD/JPY (Dolar AS vs. Yen Jepang).

  1. Minor Currency Pairs (Pasangan Mata Uang Minor atau Cross Currency Pairs)

Pasangan mata uang yang tidak melibatkan Dolar AS, tetapi masih melibatkan mata uang dari ekonomi yang cukup kuat. Contoh pasangan mata uang minor melibatkan Euro, Poundsterling Inggris, atau Yen Jepang, tetapi tidak melibatkan Dolar AS. Contoh pasangan ini termasuk EUR/GBP (Euro vs. Poundsterling Inggris) atau EUR/JPY (Euro vs. Yen Jepang).

  1. Exotic Currency Pairs (Pasangan Mata Uang Eksotis)

Pasangan mata uang yang melibatkan satu mata uang utama dan satu mata uang dari ekonomi yang berkembang atau kecil. Pasangan ini memiliki likuiditas lebih rendah dan spread lebih tinggi daripada pasangan mata uang utama dan minor. Contoh pasangan mata uang eksotis melibatkan Dolar AS dengan mata uang dari negara-negara seperti Brasil, Rusia, atau Afrika Selatan.

  1. Cryptocurrency Pairs (Pasangan Cryptocurrency)

Beberapa platform perdagangan valuta asing juga menawarkan perdagangan pasangan mata uang yang melibatkan cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau Litecoin (LTC). Contoh pasangan ini termasuk BTC/USD (Bitcoin vs. Dollar AS) atau ETH/BTC (Ethereum vs. Bitcoin).

  1. Regional Currency Pairs (Pasangan Mata Uang Regional)

Pasangan mata uang yang melibatkan mata uang dari suatu wilayah geografis tertentu. Contoh pasangan ini termasuk EUR/CHF (Euro vs. Franc Swiss) atau AUD/NZD (Dolar Australia vs. Dolar Selandia Baru).

Jenis Transaksi Valas 

Setiap jenis transaksi valuta asing memiliki karakteristik dan risiko tersendiri, dan mereka digunakan oleh berbagai pelaku pasar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan mereka. Sebagian besar transaksi ini terjadi di pasar valas, yang merupakan pasar terbesar dan paling likuid di dunia.

Ada berbagai jenis transaksi valas yang dilakukan oleh individu, perusahaan, bank, dan lembaga keuangan. Berikut beberapa jenis transaksi valas yang umum:

  1. Jenis Transaksi Valas: Spot Transaction (Transaksi Spot)

Transaksi spot adalah pembelian atau penjualan mata uang asing untuk pengiriman segera, biasanya dalam dua hari kerja. Transaksi ini adalah bentuk paling sederhana dan umum dari perdagangan valas.

2. Jenis Transaksi Valas: Forward Transaction (Transaksi Forward)

Transaksi forward melibatkan kesepakatan untuk membeli atau menjual mata uang asing pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi risiko fluktuasi mata uang.

Baca juga: Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valas dan Tips Jual Belinya

Jenis Transaksi Valas

  1. Futures Transaction (Transaksi Futures)

Transaksi futures adalah kontrak standar yang diperdagangkan di bursa berjangka. Ini mirip dengan transaksi forward, tetapi bersifat lebih terstandardisasi dan diperdagangkan secara terbuka di bursa. Ini juga digunakan untuk melindungi diri terhadap risiko mata uang.

  1. Options Transaction (Transaksi Opsi)

Transaksi opsi memberi pemegang opsi hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual mata uang pada harga dan tanggal tertentu. Ini memberikan fleksibilitas dalam melindungi diri dari fluktuasi mata uang.

  1. Swap Transaction (Transaksi Swap)

Transaksi swap melibatkan pertukaran dua mata uang antara dua pihak untuk jangka waktu tertentu. Ini digunakan oleh perusahaan dan bank untuk mengelola risiko mata uang atau untuk memenuhi kebutuhan keuangan.

  1. Cross Currency Transaction (Transaksi Mata Uang Silang)

Ini melibatkan pembelian atau penjualan dua mata uang asing tanpa melibatkan mata uang dasar (misalnya, EUR/JPY). Transaksi mata uang silang memungkinkan investor dan trader untuk berspekulasi tentang perbandingan kinerja dua mata uang.

  1. Carry Trade

Carry trade adalah strategi di mana trader meminjam uang di mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikannya di mata uang dengan suku bunga lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan selisih suku bunga.

  1. Arbitrase Valas

Arbitrase valas melibatkan memanfaatkan perbedaan harga antara dua atau lebih pasangan mata uang atau pasar yang berbeda. Tujuan arbitrase adalah untuk mendapatkan keuntungan dari ketidakseimbangan harga.

  1. Transaksi Perjalanan (Travel Transactions)

Ini adalah pembelian mata uang asing oleh individu untuk tujuan perjalanan ke luar negeri, seperti liburan atau bisnis.

Baca juga: Cara Menghitung Kurs Jual dan Beli Valuta Asing serta Contohnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE