Site icon Dunia Fintech

Sesuai Jenisnya, Inilah Beberapa Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa

Cara Cek Saldo Asuransi Tugu Mandiri

JAKARTA, duniafintech.com – Kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa memang penting diketahui oleh calon nasabah asuransi. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pengertian asuransi jiwa adalah program perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Sering kali dianalogikan bahwa asuransi jiwa adalah payung di rumah, pelampung di kapal, atau pesawat di udara. Maka dari itu, asuransi jiwa penting dimiliki dengan tujuan supaya kebutuhan ekonomi tidak terganggu akibat terjadinya risiko terhadap pencari nafkah selama masa-masa produktif atau untuk persiapan hari tua yang bahagia dan sejahtera.

Akan tetapi, memang banyak orang yang belum betul-betul paham soal kelebihan dan kekurangan jenis asuransi yang satu ini. Sebelum jauh membahas soal itu, mari simak terlebih dahulu ulasan tentang jenis-jenis asuransi jiwa di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa: Jenis-jenisnya

  1. Asuransi jiwa berjangka

Sering disebut sebagai “term life insurance”, asuransi jiwa yang satu ini akan memberikan proteksi sesuai dengan jangka waktu yang disepakati antara perusahaan asuransi dengan kliennya. Apabila selama jangka waktu kesepakatan itu tidak ada klaim maka dana premi bakal hangus secara otomatis.

Baca juga: Patut Dicoba, Inilah Cara Menutup Polis Asuransi Bumiputera

  1. Asuransi Jiwa Dwiguna

Biasa disebut “endowment, asuransi jiwa ini masuk dalam kategori asuransi tetap. Adapun asuransi ini punya dua elemen, yakni proteksi jiwa dan tabungan. Sebagai informasi, elemen proteksi jiwa memberi cakupan perlindungan atas kematian dan cacat tetap total. Asuransi Jiwa Dwiguna punya elemen tabungan lebih tinggi ketimbang jenis asuransi jiwa lainnya sehingga sesuai untuk tujuan mengakumulasi kekayaan (menabung).

  1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Disebut sebagai “whole life insurance”, asuransi jiwa ini menjadi jenis asuransi yang memberikan perlindungan kepada nasabahnya dalam jangka waktu seumur hidup atau maksimal hingga berusia 100 tahun.

Di samping memberikan nilai tambah membantu kebutuhan anggota keluarga nasabah dalam finansial, asuransi jiwa seumur hidup ini pun akan membantu nasabah mengelola kekayaan atau keuangannya agar bisa digunakan di masa mendatang.

  1. Asuransi Jiwa Unit link

Mirip dengan Asuransi Jiwa Dwiguna, perbedaan utamanya terletak pada adanya fungsi investasi dalam produk asuransi ini. Laman https://aaji.or.id/ menjabarkan bahwa produk Asuransi Jiwa Unit Link adalah produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan manfaat investasi.

Cara kerjanya adalah premi yang dibayarkan setiap bulan akan dijadikan modal investasi oleh perusahaan asuransi. Pemegang polis akan mendapat laporan investasi sekaligus imbal hasil dari investasi tersebut. Akan tetapi, ini pun berarti ada risiko kerugian lantaran bukan mustahil investasi itu merugi. 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Berjangka

Kelebihan:

a. Jangka Waktu Dapat Ditentukan: Anda bisa membeli asuransi jiwa berjangka sesuai dengan kebutuhan. Contoh, Anda saat ini berusia 50 tahun dan mungkin pilihan terbaik Ana adalah asuransi berjangka 20 tahun. Dengan pertimbangan itu, sudah memiliki BPJS Kesehatan sebagai proteksi kesehatanmu dan lantaran BPJS Kesehatan tidak memberikan uang santunan atas meninggalnya peserta, Asuransi Jiwa term life bisa menjadi pilihan sebagai proteksi keluarga Anda yang lain.

b. Pembayaran Premi per Tahun:  Hal ini dapat menjadi kelebihan dan juga kekurangan sebab saat membayar per tahun maka Anda bakal merasa mahal mengeluarkan uang yang banyak. Akan tetapi, jika dihitung per bulan, Anda bakal merasa jauh lebih murah dari asuransi jenis lainnya. Lantaran murah, hanya ada opsi bayar per tahun untuk asuransi jiwa jenis term life/asuransi berjangka.

Kekurangan:

a. Tidak Mendapat Nilai Tunai: Mungkin ini adalah kekurangan yang utama, karena kamu tidak akan mendapatkan uang pengembalian premi jika kontrak asuransi jiwa berjangka telah usai. Sama saja dengan BPJS Kesehatan, selama aktif kamu mendapat perlindungan, dan kalau sudah tidak aktif maka uang yang sudah disetorkan akang hangus.

Berbeda dengan asuransi jenis unit link yang menggabungkan manfaat perlindungan dengan investasi. Tetapi dengan premi yang lebih mahal, karena kamu akan mendapatkan nilai tunai jika kontrak asuransi telah berakhir.

b. Premi tidak Flat: Jika asuransi jiwa seumur hidup menetapkan premi tetap, berbeda dengan asuransi jiwa berjangka. Kamu akan membayar premi berbeda dari tahun ke tahun, mengikuti nilai pasar dan inflasi.

c. Premi per Tahun: Tentunya kamu akan merasa keberatan mengeluarkan jumlah uang yang banyak untuk membeli asuransi jenis ini setiap tahunnya, karena hanya ada pilihan premi untuk dibayar per tahun.

d. Perpanjangan Asuransi Term Life Lebih Sulit: Ketika kesehatanmu menurun dan kebetulan proteksi asuransimu telah usai, maka jika kamu ingin memperpanjang harus bisa melewati uji kesehatan, sedangkan kondisimu menurun maka kemungkinan besar pengajuan perpanjangan proteksi asuransi jiwa berjangka kamu akan ditolak. Mengapa demikian? Karena pihak asuransi akan mendapat risiko yang lebih besar untuk membayar uang pertanggungan jika pemegang polis meninggal dunia.

Dengan hanya melihat kondisi kesehatan yang menurun, kemungkinan besar pemegang polis akan meninggal dunia dalam masa perlindungan. Karena umumnya pada saat perpanjangan asuransi jenis term life ini, usia nasabah sudah tua (manula), diatas usia 50 tahun.

Keunggulan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Dwiguna

Kelebihan:

a. Kamu bisa mengklaim polis asuransi jiwa ini sebelum masa kontrak berakhir, misalnya untuk dana pendidikan anak. Namun penarikan dana ini hanya bisa dilakukan sekali dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.

b. Jika, misalnya, Anda sebagai tertanggung masih hidup saat jangka waktu berakhir, kamu akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan.

Kekurangan:

a. Mengingat jenis asuransi jiwa ini memiliki dua manfaat, yang seperti menggabungkan manfaat asuransi jiwa berjangka dengan asuransi jiwa seumur hidup, jadi preminya cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah per bulannya.

Kelebihan Asuransi Jiwa Seumur Hidup dan Kekurangannya

Berikut ini kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa seumur hidup.

Kelebihan:

a. Premi relatif tetap

Bagi kamu yang merupakan karyawan atau pun pekerja swasta, tentu memiliki rencana keuangan setiap bulannya. Dengan memiliki asuransi jiwa seumur hidup ini, maka kamu tidak akan kerepotan dalam mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan Kamu. Sebab, asuransi jiwa seumur hidup ini memiliki premi relatif tetap dan tidak berubah-ubah. Sehingga, kamu pun tidak akan dikhawatirkan dengan peningkatan kebutuhan akibat besarnya peningkatan besarnya premi.

b. Premi dapat dikembalikan

Salah satu kelebihan lain yang dimiliki oleh asuransi jiwa seumur hidup yang menarik lainnya ialah premi dapat dikembalikan. Baik terjadi klaim atau tidak, nilai premi yang sudah kamu bayarkan itu dapat dikembalikan setelah masa waktu tertentu. Sehingga, premi nasabah tidak begitu saja hilang. Ini akan sangat menguntungkan bagimu.

c. Pembayaran premi fleksibel: bukan hanya aman, premi yang wajib dibayarkan pun diatur secara fleksibel. Jenis premi ini pembayarannya fleksibel alias bisa dipilih, misalnya saja pembayaran dalam jangka waktu 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun. Namun, perlindungan yang diberikan tetap untuk seumur hidup sehingga masa pembayaran premi dapat diperkirakan sesuai kemampuan masing-masing nasabah.

d. Nilai tunai yang dijamin: dalam asuransi ini, akan ada manfaat selanjutnya berupa nilai tambahan. Nilai itu tidak dijamin sebab merupakan hasil pengembangan investasi. Dengan begitu, besarannya pun dapat bervariasi, bergantung pada suku bunga investasi yang sedang berjalan.

Kekurangan:

a. Lantaran tidak mengikuti inflasi, nilai tanggungan bakal terasa kecil. Contohnya, dalam klausul perjanjian disebutkan soal nilai tanggungan yang didapat sebesar 100 juta saat kontrak selesai. Sewaktu Anda membeli polis asuransi, usia Anda 40 tahun sehingga uang pertanggungan 100 juta bakal terasa sangat kecil pada masa 59 tahun kemudian.

b. Karena pembayaran premi yang begitu panjang, Ansa kamu akan merasa terbebani ketika pada masa-masa sulit, semisal yang terjadi saat ini, yaitu pandemi Covid 19, sebab banyak sekali terjadi pemutusan hubungan kerja. Kalau itu terjadi di pertengahan kontrak, dan premi tidak dibayarkan di tengah jalan, maka polis Anda tidak aktif.

Baca juga: Mengulik Asuransi Jiwa Seumur Hidup: Definisi sampai Fiturnya

c. Saat Anda sakit, Anda tidak dapat mengajukan klaim karena fungsi proteksi asuransi jiwa seumur hidup sangat terbatas, yakni hanya jika kamu mengalami cacat total permanen dan atau meninggal dunia.

Kelebihan Asuransi Jiwa Unit Link dan Kekurangannya

Kelebihan:

a. Periode proteksi lebih lama: ketimbang asuransi murni, asuransi unitlink memberikan waktu proteksi yang lebih lama, yaitu sekitr 75, 80 bahkan hingga 100 tahun, bergantung dari ketentuan perusahaan penyedia asuransi unit link yang bersangkutan.

b. Mendapat manfaat investasi: hanya dengan membayar premi asuransi, kamu bisa mendapatkan manfaat investasi. Sebagai klien, Anda juga tidak perlu bingung dalam mengurus investasi sebab perusahaan asuransi unit link bertindak sebagai Manajer Investasi seperti pada Investasi Reksa Dana. Dengan begitu, Anda sebagai pemegang polis atau klien hanya bertugas untuk memilih instrumen investasi yang tepat dan sesuai dengan rencana keuangan Anda.

c. Nilai tunai tidak akan hangus: Anda bisa mengambil nilai tunai yang terdapat dalam unit link sebab tidak ada sistem hangus jika tidak mengajukan klaim seperti asuransi jiwa biasa. Maka dari itu, nilai tunai ini dapat digunakan untuk biaya pendidikan atau jaminan hari tua.

d. Ada manfaat asuransi tambahan: manfaat asuransi tambahan atau rider yang ditawarkan merupakan layanan, misalnya biaya kecelakaan, keadaan kritis, cacat total, bebas premi dan juga biaya rawat inap rumah sakit.

Kekurangan:

a. Biaya premi bulanan lebih mahal: mengingat manfaat dari asuransi unitlink lebih banyak ketimbang asuransi biasa maka harga biaya premi bulanannya juga lebih mahal. Kendati demikian, keputusan untuk membeli asuransi ini kembali lagi kepada kebutuhan dan juga tujuan keuangan Anda sebagai calon penerima manfaat atau klien.

b. Keuntungan investasinya tidak besar: asuransi ini punya fokus utama pada asuransi jiwa atau proteksi, bukan pada produk investasi. Karena itu, jangan membandingkan keuntungan investasi pada asuransi unitlink dengan investasi murni. Pasalnya, tidak dijamin bahwa proyeksi perkembangan investasi di asuransi unitlink bakal sesuai dengan angka yang tertera di atas kertas.

Demikianlah ulasan soal kelebihan dan kekurangan asuransi jiwa sesuai dengan jenisnya yang penting untuk Anda ketahui. Sudah menentukan jenis asuransi jiwa yang menjadi pilihan Anda sekarang?

 

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

Exit mobile version