Dunia Fintech

Kelebihan dan Kekurangan Crowdfunding serta Jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com – Meski saat ini sudah dikenal oleh banyak orang, tetapi masih ada yang belum tahu kelebihan dan kekurangan crowdfunding.

Crowdfunding sendiri merupakan pendanaan dengan dana yang dikumpulkan dari banyaknya orang yang tertarik dan meminati gagasan dari suatu kegiatan atau usaha yang sedang dibangun. 

Prosesnya juga dinilai lebih efisien dan dana dapat diperoleh dengan cepat. Crowdfunding juga memungkinkan adanya penyatuan dana para investor dan pengusaha dengan potensi untuk meningkatkan kegiatan atau bisnis yang dijalani.

Dalam hal ini, crowdfunding menciptakan peluang bagi para pebisnis untuk mengumpulkan investor yang mau menanamkan dananya pada gagasan atau bisnis yang ditawarkan.

Namun, apa saja kelebihan dan kekurangan crowdfunding beserta jenis-jenisnya? Simak yuk ulasannya berikut ini.

Apa Itu Crowdfunding?

Crowdfunding berasal dari kata “crowd” yang artinya keramaian. Secara tersirat, kata ini bermakna sejumlah besar orang, sedangkan funding berarti pengumpulan dana.

Baca juga: Crowdfunding Indonesia Vs Amerika, Begini Perbandingannya

Dengan demikian, crowdfunding adalah suatu teknik pengumpulan dana yang dilakukan oleh banyak orang dan dana itu nantinya akan dipakai untuk tujuan sebuah kegiatan atau bisnis.

Adapun dalam bahasa Indonesia, crowdfunding diistilahkan sebagai “urun dana”. Terkait itu, Crowdfunding Indonesia yang menjadi salah satu situs pelopor crowdfunding, yakni kitabisa.com. Situs tersebut telah membantu banyak yayasan panti sosial hingga perorangan yang kekurangan dana untuk menyelesaikan proyeknya.

Jenis-jenis Crowdfunding

Ada 4 jenis crowdfunding yang bisa kamu coba gunakan pada model bisnis saat ini, yaitu sebagai berikut.

1. Donation Crowdfunding (Crowdfunding Donasi)

Jenis pertama ini adalah crowdfunding yang lebih fokus kepada bantuan kemanusiaan, di antaranya bantuan bencana alam, beasiswa pendidikan, amal, dan nirlaba.

Oleh sebab itu, pada crowdfunding ini, para investor tidak dapat menuntut pengembalian atau mengharapkan keuntungan atas dana yang telah ia berikan.

2. Reward Crowdfunding (Crowdfunding Hadiah)

Jenis berikutnya adalah reward crowdfunding, yang akan melibatkan para investor dengan bentuk hadiah. Meski begitu, para investor tetap tidak dapat berharap untuk menikmati pengembalian dana atau keuntungan atas bisnis dimaksud.

Baca juga: PT Likuid Jaya Masuk, Jumlah Pemain di Industri Securities Crowdfunding Jadi 8 Platform

3. Equity Crowdfunding (Crowdfunding Ekuitas)

Berlawanan dengan kedua jenis crowdfunding sebelumnya, di crowdfunding yang satu ini para investor punya hak sepenuhnya sebagai pemilik perusahaan. Di samping itu, mereka pun berhak atas saham ekuitas dan juga punya hak terkait pembagian keuntungan.

4. Debt Crowdfunding (Crowdfunding Permodalan)

Ini adalah jenis crowdfunding yang dilakukan untuk memberikan pinjaman modal. Biasanya, para pemilik modal/donator akan memperoleh keuntungan dari bunga pinjaman.

Bentuk dari crowdfunding jenis yang satu ini lazimnya berupa layanan Peer to Peer Lending (P2P Lending) meski punya perbedaan tersendiri.

kelebihan dan kekurangan crowdfunding

Kelebihan dan Kekurangan Crowdfunding

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan crowdfunding yang perlu kamu pahami.

Kelebihan Crowdfunding

1. Pengajuan pendanaan dengan sistem online

Adapun pendanaan di sistem ini berlangsung lebih fleksibel sebab sistemnya bekerja secara online untuk memudahkan calon investor. Di samping itu, proposal usaha akan diberikan lewat situs crowdfunding yang digunakan untuk pemastian pendanaan, apalagi untuk prospek perjanjian pada masa mendatang. Mekanisme sistem online ini akan sangat menghemat tenaga, waktu, dan biaya sehingga nantinya menjadi lebih efektif.

2. Suku bunga kompetitif

Lain dengan bank atau lembaga keuangan lainnya yang menawarkan jasa pinjaman, crowdfunding menyediakan suku bunga sangat kompetitif untuk pelaku bisnis. Lazimnya, bunga yang ditetapkan sekitar 6,48%—17% per tahun dan bersifat sangat flat. Artinya, bunga dalam pembayaran setiap tahunnya akan selalu sama alias tidak pernah berubah.

3. Proses mudah, singkat, dan aman

Proses pendaftaran crowdfunding juga tampak mudah dan waktu yang digunakan pun cukup cepat. Pasalnya, data lampiran di situs crowdfunding selalu terjaga dengan aman, bahkan informasi mengenai pemilik modal juga tidak dapat dibobol oleh siapa pun.

4. Tanpa uang muka/jaminan

Platform crowdfunding pun akan memberikan keleluasaan bagi pelaku bisnis yang memperoleh modal tanpa penyediaan uang muka maupun jaminan. Adapun sistem tanpa uang muka yang dilakukan situs crowdfunding ini memang sangat menguntungkan. Pasalnya, pelaku bisnis tidak memiliki jangka waktu dalam pembayaran modal, tetapi mereka akan diberikan kesepakatan dalam kelancaran proses pendanaan di persetujuan awal.

5. Akses terbaru dan terefisien dalam permodalan

Biasanya, saat pengajuan pinjaman, kamu akan dipusingkan dengan segala macam persyaratan, utamanya dengan pihak bank. Namun, di situs crowdfunding, caranya akan lebih efektif.

Kekurangan Crowdfunding

1. Kemungkinan tidak mendanai kebutuhan modal besar

Sistem crowdfunding punya keterbatasan modal sehingga tidak semua investor bisa mendanai melalui platform ini, apalagi kepada peminjam yang membutuhkan dana sangat besar.

2. Mengikuti pendekatan all-or-nothing

Lazimnya, para investor selalu mementingkan pendekatan bahwa suatu usaha akan berjalan dengan lancar dan mana usaha yang akan berhenti ditengah. Karena itu, kebanyakan investor akan melakukan suatu survei yang disebut iya atau tidak (all-or-nothing). Survei ini akan membuat investor dapat menghasilkan lebih dari yang diharapkan atau bisa juga akan kehilangan.

3. Membuat proyek tidak fleksibel

Saat syarat dan ketentuan diputuskan biasanya akan mengalami perubahan besar terhadap ketentuan tersebut. Penyebabnya adalah adanya hal penting yang berawal dari kepemilikan investor yang akan lari dari kerugian. Pasalnya, perjalanan dari crowdfunding ini tampak panjang dan investor pun tidak menginginkan untuk kerugian dalam bisnisnya.

Baca juga: 5 Platform Crowdfunding Indonesia untuk Penggalangan Dana

Manfaat dan Tujuan Crowdfunding

1. Jangkauan yang lebih luas

Penggunaan sistem ini akan lebih memudahkan kamu untuk memperluas jaringan ke banyak investor terpercaya yang tertarik atau ingin melihat, berinteraksi, dan berbagi kampanye terkait penggalangan dana dengan bisnismu.

2. Kesempatan untuk presentasi

Manfaat crowdfunding lainnya adalah akan meningkatkan kesempatan kamu untuk melakukan presentasi atau penggalangan dana dengan cara menonjolkan bisnis yang akan dikembangkan, misalnya sejarah perusahaan, penawaran, target pasar, nilai perusahaan, daya tarik, dan lainnya.

Dengan demikian, calon investor bakal menilai secara objektif, apakah bisnismu sudah benar-benar sudah siap untuk dikempangkan dan apa saja yang dapat mereka usulkan demi kemajuan bisnismu.

3. Pemasaran

Adapun kampanye penggalangan dana dapat kamu bagikan lewat berbagai sosial media, email, atau dengan strategi lainnya. Ketika kamu memantau sebuah pergerakan penggalangan dana, kamu pun dapat mengarahkan calon investor untuk berkunjung ke website resmi perusahaan kamu.

4. Validasi konsep

Seperti diketahui, menjelaskan konsep bisnismu kepada orang banyak akan meningkatkan peluang besar kamu untuk memperbaiki penawaran. Nah, ketika calon investor tertarik untuk mendanai perusahaan kamu, kamu pun bisa melakukan pendekatan yang lebih jelas untuk meyakinkan mereka untuk turut membantu bisnismu.

Itulah informasi terkait kelebihan dan kekurangan crowdfunding serta jenisnya yang perlu diketahui. Penting diingat kembali, pinjaman pada sistem crowdfunding memiliki kelebihan yang cukup besar sehingga bisnis dapat berjalan dengan baik.

Simak informasi lengkap seputar dunia kripto dan fintech hanya di Duniafintech.com.

 

Penulis: Boy Riza Utama

Exit mobile version