31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Apa Itu Kredit Modal Kerja? Inilah Manfaat dan Cara Mengajukannya

JAKARTA, duniafintech.com – Kredit Modal Kerja (KMK) adalah program yang dihadirkan oleh pemerintah sebagai solusi kepada pelaku usaha yang mengalami kekurangan atau tengah memerlukan modal bagi usahanya.

Untuk diketahui, fasilitas kredit ini diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah kemudian menunjuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Penjamin dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai Pelaksana Dukungan Loss Limit atas Penjaminan Pemerintah.

Dalam perjalanannya, pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp53,57 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja yang akan disalurkan lewat 15 bank terpilih.

Apa Itu Kredit Modal Kerja

Adapun modal usaha memang menjadi salah satu pondasi berdirinya sebuah usaha. Para pelaku usaha kerap kali kebingungan mencari sumber dana untuk tambahan modal. Hal itu karena tanpa modal yang cukup, seorang pengusaha bakal kesulitan dalam mengatur operasionalnya.

Menyikapi hal itu, pemerintah kemudian memberikan solusi untuk para pengusaha, yakni dengan menghadirkan KMK dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).  Program ini merupakan fasilitas kredit yang diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha, baik untuk perusahaan korporat maupun UMKM.  Dalam praktiknya, modal ini diberikan untuk pembiayaan usaha dari persediaan operasional hingga membayar utang dagang.

Fasilitas KMK ini diberikan dalam bentuk uang rupiah atau valuta asing. Memang, tidak semua perusahaan atau pelaku usaha punya cukup uang tunai untuk menutupi biaya operasionalnya. Pasalnya, ada banyak perusahaan yang tidak mengantongi pendapatan yang stabil atau memiliki penjualan musiman sehingga pendapatannya tidak bisa diprediksi sepanjang tahun.

Perbedaan Kredit Modal Kerja dengan Modal Usaha Lainnya

Sebagai perbandingan, KMK adalah produk dari kredit usaha yang juga dimiliki oleh pemerintah. Kredit Usaha sendiri terdiri atas dua macam, yakni KMK dan Kredit Investasi. Hal mendasar yang membedakan KMK dengan modal lain, yakni terkait jangka waktu yang diberikan.

Adapun modal kerja ini diterima dalam satu siklus usaha dengan jangka waktu maksimal satu tahun. Dalam jangka waktu setahun, maksimal nilai pencairan kredit adalah 70% dari total kebutuhan modal usaha.

Di smaping itu, pembayaran KMK juga bisa dicicil dalam tenor atau kurun waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan dan aturan bank yang bekerja sama. Anda pun diwajibkan untuk menggunakan rekening koran setiap kali melakukan penarikan dan pelunasan kredit.  Namun, tidak semua pelaku usaha dapat menerima KMK ini karena ada syarat lainnya yang harus disesuaikan, antara lain, perizinan usaha yang setidaknya harus satu tahun.

Pentingnya KMK

Sebagaimana diterangkan di atas, KMK diperlukan oleh pelaku usaha demi keberlangsungan bisnisnya. Modal tersebut dapat dipakai untuk keperluan operasional sehari-hari atau juga untuk menutupi utang dagang yang membuat banyak pengusaha bangkrut.

Untuk diketahui, ada beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh pelaku usaha apabila mengikuti KMK ini, yaitu:

  • Memenuhi kewajiban perusahaan kepada karyawan tepat waktu, misal untuk pembayaran upah.
  • Melancarkan operasional perusahaan dari segi produksi, distribusi, hingga perolehan barang yang dibutuhkan perusahaan.
  • Melindungi perusahaan dari krisis modal kerja.
  • Mempercepat pengembangan perusahaan.
  • Memastikan adanya dana yang cukup untuk melayani konsumen.
  • Memastikan adanya dana simpanan perusahaan untuk hal yang tidak terduga seperti kesalahan produksi dan lainnya.

Cara Mengajukan KMK

Agar dapat memperoleh modal kerja, Anda bisa melakukannya secara konvensional atau juga secara online. Kalau hendak melakukannya secara konvensional, Anda hanya perlu datang ke bank terpilih yang sudah ditunjuk langsung oleh pemerintah.

Akan tetapi, bagi Anda yang ingin melakukan pengajuan secara online, Anda tidak perlu datang ke bank dan ikuti saja panduan berikut ini:

  1. Lakukan pengajuan secara online

Cara mengajukan KMK secara online, Anda hanya perlu mengisi formulir pengajuan di berbagai aplikasi atau jasa peminjaman uang online yang sudah ditunjuk, di antaranya dengan membuka situs bank terpilih untuk mengajukan pinjaman.

  1. Melakukan validasi data

Usai mengisi formulir pengajuan, pihak bank atau lembaga keuangan akan mengontak Anda. Lantas,, Anda bakal diminta untuk melakukan validasi data.

  1. Terima modal kerja

Apabila pengajuan KMK itu disetujui, Anda dapat langsung menerima modal kerja atau dana kredit. Modal kerja ini juga sudah siap Anda gunakan untuk keperluan usaha.

Kriteria Penerima KMK

Sebagai informasi, pemerintah sudah melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dan Nota Kesepahaman Pemerintah kepada Korporasi Padat Karya dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mengesahkan KMK.

Merujuk pada PP 43/2019 dan/atau padat karya sesuai PMK 16/2020, fasilitas penjaminan KMK korporasi ditujukan kepada pelaku usaha korporasi padat karya dengan kriteria tertentu. Untuk kriteria yang disebutkan menjadi penerima kredit modal kerja adalah:

  • Perusahaan dengan aktivitas bisnis turun (disertakan bukti statistik)
  • Perusahaan dengan karyawan minimal 300 orang
  • Perusahaan dengan multiplier tinggi
  • Perusahaan yang memiliki dokumen rencana penggunaan anggaran untuk daya tahan perusahaan maupun ekspansi
  • Perusahaan tidak termasuk perusahaan BUMN dan UMKM
  • Perusahaan tidak sedang dalam kasus hukum atau tuntutan kepailitan
  • Perusahaan memiliki performa loan lancar sebelum pandemi

Daftar Bank Penyalur KMK

Kendati KMK ini dihadirkan oleh pemerintah sebagai solusi untuk pengusaha yang kekurangan modal usaha, tetapi memang tidak semua usaha dapat memperoleh dana dimaksud. Penting untuk Anda ketahui bahwa hal yang harus dipenuhi sebelum mengajukan KMK adalah usaha Anda harus sudah mengantongi izin dan berdiri minimal satu tahun.

Kalau Anda sudah memenuhi semua kriteria pengajuan KMK, Anda dapat mengajukan fasilitas kredit ke-15 bank terpilih berikut ini:

  • PT Bank Central Asia Tbk
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  • PT Bank DBS Indonesia
  • PT Bank HSBC Indonesia
  • PT Bank ICBC Indonesia
  • PT Bank Maybank Indonesia
  • PT Bank Resona Perdania Tbk
  • Standard Chartered Bank
  • PT Bank UOB Indonesia
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  • Bank DKI
  • Bank MUFG Ltd

Syarat dan Pengajuan Kredit Modal Kerja di Bank Mandiri

Sebagai contoh kredit modal kerja,  di bawah ini akan diulas KMK dari Bank Mandiri.

Untuk diketahui, Bank Mandiri juga hadir sebagai salah satu bank terpilih pemerintah untuk menyalurkan fasilitas kredit yang satu ini. Mengutip dari website resmi Bank Mandiri, Mandiri KMK adalah fasilitas kredit yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja untuk pengusaha yang habis dalam satu siklus usaha dan atau kebutuhan modal kerja yang bersifat khusus, misalnya untuk membiayai inventory/piutang /proyek/kebutuhan khusus lainnya.

Bank Mandiri sendiri membagi KMK ini menjadi 2, yaitu Revolving dan Non Revolving. Namun, besaran bunga KMK Mandiri ini tidak dipublikasikan di website resmi perusahaan.

  1. Revolving
  • Limit kredit di atas Rp500 juta hingga Rp25 miliar
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  • Pencairan dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan
  • Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit
  • Jangka waktu maksimal 1 tahun dan dapat diperpanjang
  1. Non Revolving
  • Limit kredit di atas Rp500 juta sampai dengan Rp25 miliar
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  • Pencairan dilakukan sekaligus
  • Bunga dibayar dan pokok dibayar tiap bulan untuk yang bersifat aflopend (angsuran)
  • Bunga dibayar tiap bulan, pokok pinjaman dibayar kapan saja paling lambat pada saat jatuh tempo kredit untuk yang bersifat non aflopend (bukan angsuran)
  • Jangka waktu maksimal 5 tahun dan tidak dapat diperpanjang

Untuk persyaratan KMK Mandiri yang harus dipenuhi adalah:

  1. Nasabah Usaha Perseorangan
  • Formulir Aplikasi
  • Fotokopi KTP Pemohon & Suami/Istri
  • Fotokopi Surat Nikah/ Cerai (bagi yg telah menikah/cerai)
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi rekening Koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi perizinan usaha (seperti SIUP, SITU, TDP/NIB dll)
  • Fotokopi dokumen kepemilikan agunan (seperti SHM/SHGB/SHMSRS dll)
  • Kredit diberikan dalam valuta Rupiah dan valuta asing
  1. Nasabah Badan Usaha
  • Formulir Aplikasi
  • Fotokopi KTP seluruh pengurus dan pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi rekening Koran tabungan/giro minimal 6 bulan terakhir
  • Fotokopi NPWP Pribadi/Perusahaan
  • Fotokopi Laporan Keuangan
  • Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan dan Akta Perubahannya
  • Fotokopi perizinan usaha (seperti SIUP, SITU, TDP/NIB dll)
  • Fotokopi dokumen kepemilikan agunan (seperti SHM/SHGB/SHMSRS dll)

Demikianlah pembahasan seputar kredit modal kerja yang perlu Anda ketahui. Sebagai pelaku usaha, tentu saja Anda sangat diharapkan untuk dapat memperoleh tambahan modal dengan program ini.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Seberapa Penting Asuransi Persalinan? Cari Tahu Yuk di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi persalinan atau asuransi melahirkan punya banyak manfaat sehingga tentunya sangat penting untuk dimiliki. Asuransi ini adalah jenis asuransi yang memberikan manfaat...

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...
LANGUAGE