26.1 C
Jakarta
Sabtu, 2 Maret, 2024

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Bagaimana Peluang dan Tantangannya?

JAKARTA, duniafintech.com – Kualitas layanan fintech di Indonesia adalah hal penting yang perlu diketahui terkait perkembangan financial technology di tanah air.

Pada zaman sekarang, peran bank sebagai tempat transaksi keuangan mulai digantikan oleh fintech. Menurut data tahun 2020, ada sekitar 369 perusahaan fintech yang menjadi anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia). 

Perusahaan fintech tersebut mengusung lebih dari 20 model bisnis yang beragam, tidak hanya terfokus pada sistem pembayaran dan pembiayaan, tetapi juga mencakup model bisnis lain seperti asuransi digital dan penghimpunan modal atau investasi fintech.

Lantas, bagaimana dengan kualitas layanan fintech di Indonesia? Berikut ini ulasan selengkapnya yang perlu diketahui.

Baca juga: Ekosistem Fintech di Indonesia: Regulator, Jenis, hingga Customer

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Bagaimana Peluang Fintech di Indonesia?

Nilai transaksi fintech di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, nilai transaksi fintech mencapai USD 15,02 miliar atau sekitar Rp 202,77 triliun. 

Bank Indonesia (BI) memprediksi bahwa nilai transaksi uang elektronik, termasuk fintech dalam sistem pembayaran, e-money, dan e-wallet, akan mencapai Rp 284 triliun pada tahun 2021 . Perkembangan fintech di Indonesia memberikan beberapa peluang besar bagi perusahaan-perusahaan fintech, antara lain:

1. Peluang Melayani Kebutuhan Kredit yang Begitu Besar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menunjukkan bahwa dari 60 juta kredit UMKM, hanya 16 juta yang mendapatkan modal melalui perbankan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan modal UMKM sebesar 1.000 triliun yang belum terpenuhi. Pelaku bisnis fintech dapat memanfaatkan peluang ini untuk menyediakan layanan kredit kepada UMKM.

2. Peluang Keamanan yang Terjamin bagi Pelaku Bisnis dan Konsumen

OJK telah mengeluarkan regulasi untuk mengatur dan mengawasi perkembangan fintech, termasuk kebijakan perlindungan data pribadi pengguna. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pelaku bisnis dan konsumen dalam bertransaksi. Kepercayaan dari pelanggan sangat penting bagi pelaku bisnis fintech dalam mengembangkan usaha dan menarik lebih banyak pelanggan.

3. Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Peluang Permodalan Startup

Pertumbuhan startup yang pesat di Indonesia juga memberikan peluang bagi fintech. Aturan yang jelas dari OJK untuk fintech lending, termasuk pengaturan bunga maksimum per hari sebesar 0,8%, memberikan keuntungan bagi pengusaha startup.

  1. Mendukung Inklusi Keuangan Digital

Fintech dapat mendukung inklusi keuangan digital dengan menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat ekonomi kelas bawah dan daerah tertinggal yang belum memiliki akses pelayanan ekonomi yang baik. Ini merupakan peluang bagi fintech dan masyarakat dalam segmen ini.

  1. Peluang Fintech di Era Pandemi

Selama pandemi, terjadi peningkatan signifikan dalam penyaluran fintech lending. Pada periode April 2020, terjadi peningkatan sebesar 186,54% dalam penyaluran fintech lending, dengan jumlah peminjam mencapai 24.770.305 akun pengguna. Kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi online semakin meningkat, dan ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis fintech.

  1. Peluang Fintech Syariah

Perkembangan industri fintech di Indonesia juga mendorong lahirnya fintech syariah yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Fintech lending syariah adalah salah satu contohnya, yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan aturan dan hukum Islam. Fintech syariah berada di bawah naungan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia: Apa Saja Tantangan Fintech di Indonesia?

Keberadaan fintech di Indonesia tidak hanya memberikan peluang, tetapi juga menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang perlu diatasi. Berdasarkan Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam (JIEI) yang dipublikasikan oleh Hida Hiyanti, dkk pada edisi Vol.5 No.3 tahun 2019, beberapa tantangan yang dihadapi oleh penyelenggara fintech di Indonesia antara lain:

  1. Aturan atau regulasi

Tantangan ini meliputi kebutuhan akan aturan yang jelas terkait perkembangan fintech. Regulasi yang baik dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna layanan fintech.

  1. Kualitas SDM yang belum siap

Tantangan ini mencakup kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut perubahan teknologi dan pengelolaan fintech. Diperlukan peningkatan kualitas SDM agar dapat mengelola fintech dengan baik.

Baca juga: Fintech yang Terdaftar di OJK hingga Akhir Tahun 2023, Ketahui di Sini

Kualitas Layanan Fintech di Indonesia

  1. Tingkat penguasaan teknologi yang rendah di masyarakat

Tantangan ini terkait dengan rendahnya tingkat penguasaan teknologi di kalangan masyarakat. Edukasi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari perlu dilakukan.

Selain tantangan di atas, terdapat juga tantangan lain yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Perspektif negatif terhadap fintech ilegal

Fintech ilegal yang merugikan masyarakat dapat menciptakan persepsi negatif terhadap seluruh industri fintech. Edukasi tentang pentingnya menggunakan fintech yang terdaftar dan legal serta memahami layanan yang ditawarkan perlu terus dilakukan.

  1. Kesadaran tentang pentingnya peralihan teknologi

Tantangan ini terkait dengan persepsi yang berbeda-beda terhadap penggunaan teknologi, terutama di kalangan generasi yang lebih tua. Edukasi yang menyentuh semua kalangan masyarakat, termasuk kalangan inklusi di daerah terpencil, sangat penting.

  1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang produk fintech

Fintech menawarkan berbagai produk dan layanan inovatif dalam sistem keuangan digital. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami produk dan keunggulan yang dimiliki oleh fintech. Edukasi berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Baca juga: OJK Beri Sanksi 12 Pinjol P2P, 23 Fintech Masih Kekurangan Modal

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE